penyebab dan mengobati urin bau menyengat dan busuk

 Air seni biasanya tidak memiliki bau yang kuat. Namun terkadang itu akan memiliki bau menyengat seperti amonia. Selain kadar limbah yang tinggi dalam urin, makanan tertentu, dehidrasi, dan infeksi bisa menjadi penyebab air seni berbau menyengat. Baca terus untuk mengetahui sebab dan cara mengobati gejala urin bau menyengat dan busuk seperti amonia.

Air seni adalah limbah cair tubuh yang dibuat oleh ginjal dengan fungsi menyaring racun keluar dari darah. Air kencing mengandung air, garam, urea, dan asam urat. Urea dikeluarkan dalam bentuk keringat melalui tubuh, sedangkan asam urat adalah hasil metabolisme urin.

Perubahan warna dan bau pada urin dapat menjadi penilaian terhadap kondisi kesehatan dan gaya hidup seseorang.

Penyebab urin berbau menyengat seperti amoniak

Urin berbau menyengat dapat disebabkan banyak faktor diantaranya sebagai berikut:

1. Faktor Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan bau amoniak. Dehidrasi terjadi ketika seseorang mengalami penurunan cairan yang cukup besar. Ini bisa terjadi karena muntah atau diare ataupun faktor lainnya. Bau amoniak terjadi ketika bahan kimia dalam urin terkonsentrasi karena kekurangan air.

Selain bau mirip amoniak, tanda dehidrasi lain adalah adanya gelembung dalam air kencing seseorang. Dan jika seseorang mengalami dehidrasi, urine mereka bisa berwarna madu gelap atau warna coklat.

BACA:  Mual Muntah pada Ibu Hamil (Morning Sickness)

2. Infeksi saluran kemih

Menurut penelitian dari Washington University School of Medicine di St Louis, Missouri, infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi bakteri yang paling umum terjadi di seluruh dunia, yang mempengaruhi hingga 150 juta orang setiap tahun.

ISK cenderung mempengaruhi perempuan dan anak perempuan, namun pria dan anak laki-laki juga dapat mengembangkan ISK. Infeksi ini adalah hasil bakteri yang memasuki saluran kemih. Bakteri membuat air kencing berbau tidak menyenangkan dan menyebabkannya menjadi keruh atau bercampur berdarah.

3. Kondisi Hamil

Selama proses kehamilan, wanita berpotensi mengalami urin bau menyengat. Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain untuk infeksi saluran kemih sehingga meningkatkan kemungkinan mereka memiliki urin berbau amis. Satu laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menemukan hingga 8 persen wanita hamil mengalami ISK.

ISK dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius, termasuk persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan infeksi sepsis. Oleh karena itu, wanita hamil harus memberitahu dokter mereka jika mereka mengalami urin yang berbau tidak menyenangkan, terutama jika baunya menyerupai amonia.

Vitamin kehamilan juga bisa membuat bau amoniak dalam urin. Bau urin karena menggunakan vitamin tertentu biasanya hilang dengan sendirinya.

4. Memasuki masa Menopause

Menopause juga dapat meningkatkan risiko wanita terkena ISK dan urin berbau menyengat yang diakibatkan turunnya hormon estrogen wanita dan hilangnya flora area serviks yang merupakan bakteri normal dan sehat yang tinggal di area genital. Kedua perubahan ini dapat menyebabkan urine berbau obat atau bahkan menyengat.

5. Pengaruh Diet

Diet adalah penyebab paling umum air kencing berbau tak sedap pada semua orang. Makanan, obat, dan vitamin tertentu dapat menyebabkan perubahan bau dan warna urine.

BACA:  Sindrom Koroner Akut, Penyebab Gejala dan Pengobatan

Medicalnewstoday.com menyebutkan bahwa asparagus umumnya terkait dengan bau amonia, seperti juga sejumlah besar vitamin B-6. Demikian pula, makanan tinggi protein dapat meningkatkan sifat asam urin dan menyebabkannya memiliki bau menyengat pada air seni.

Saat diet menjadi penyebab urin bau menyengat, baunya hilang begitu seseorang menghilangkan pemicu makanan dari makanan mereka. Bau yang disebabkan oleh sesuatu yang dimakan seseorang biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

6. Adanya Batu ginjal atau kandung kemih

Siapa pun yang mengembangkan batu ginjal atau kandung kemih dapat mengalami urin berbau seperti amonia. Ketika batu berbentuk kristal tersebut melewati saluran kemih, risiko infeksi saluran kemih akan meningkat dan mereka dapat menyebabkan urin memiliki bau tidak sedap.

7. Pengaruh Penyakit ginjal

Penyakit ginjal termasuk gagal ginjal akut menyebabkan bahan kimia dalam urin menjadi terkonsentrasi dan menyebabkan bau menyerupai amonia. Disfungsi ginjal juga dapat menyebabkan tingkat bakteri dan protein tinggi dalam urin akan menyebabkan bau busuk dan amonia.

8. Penyakit hati

Organ Hati sama dengan ginjal, yaitu bertanggung jawab untuk membuang racun dari tubuh dan membantu mencerna makanan. Infeksi dan penyakit hati dapat menghasilkan tingkat amonia yang tinggi dalam urin dan bau menyengat yang menyertainya.

Kadar amonia dalam darah dan urin akan meningkat ketika hati tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter

Jika urine berbau busuk atau menyengat seperti amonia dalam waktu sementara, maka sebaiknya Anda tidak perlu khawatir. Namun jika bau air kencing tersebut disertai rasa sakit atau gejala infeksi, termasuk demam, maka pada saat itulah waktu yang tepat untuk memeriksakan diri.

Mengobati urin berbau menyengat

Cara mengobati urin bau menyengat tergantung pada penyebab urin berbau menyengat seperti amonia. Saat pola diet menjadi pemicu, perubahan gaya hidup dasar bisa membuat urine berbau akan terlihat sehat.

BACA:  Sindrom Steven Johnson, Sebab Gejala dan Pengobatan

1. Jaga kebutuhan air

Minum 6 sampai 8 gelas air putih setiap hari bisa mengurangi kemungkinan dehidrasi. Seseorang yang memperhatikan urin mereka berwarna gelap dan memiliki bau amonia harus mulai minum banyak air untuk memastikan mereka tidak mengalami dehidrasi.

Memastikan untuk menghindari penyebab umum dehidrasi seperti panas dan berkeringat juga dapat membantu orang tetap terhidrasi.

2. Kurangi pemicu diet

Siapa pun yang mengonsumsi banyak makanan pemicu dapat menghentikan urine berbau busuk dengan berhenti konsumsi makanan tersebut. Mengurangi asupan vitamin dan obat yang memicul hal tersebut juga dapat mengurangi bau urine.

3. Sering buang air kecil

Kebanyakan orang buang air kecil saat kandung kemihnya penuh. Tapi urin yang ditahan bisa menjadi lebih terkonsentrasi dan berbau busuk. Tidak menahan urin akan meminimalkan bau amonia dan infeksi.

4. Tetap jaga kebersihan

Kebersihan pribadi di area genital sangat penting ketika mengalami urin bau amonia kuat. Hal ini penting untuk memastikan organ genital dibersihkan dengan baik saat mandi dan memastikan benar-benar kering sesudahnya.

Saya adalah bagian dari layanan Apoteker indonesia. Menjadi penulis di Apotekeranda.com adalah satu kebanggaan karena dapat menyebarkan informasi kesehatan kepada seluruh masyarakat indonesia. Jika anda memiliki pertanyaan seputar obat, silahkan cantumkan melalui komentar, atau masuk di halaman Konsultasi obat. kami senantiasa akan melayani anda sepenuh hati. Terhubung bersama saya dengan follow instagram @samerjalali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here