Untan gelar seminar anti narkoba

Universitas Tanjungpura – Organisasi kemahasiswaan Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali memperlihatkan keseriusan dan dukungan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Dinamai Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya atau GMP NAPZA. Organisasi ini menggelar seminar Anti narkoba sekaligus melantik pengurus baru periode 2018-2019 di hari jumat 1/6/2018.

Seminar GMP NAPZA bergerak di bidang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba di Universitas Tanjungpura ini berlangsung dengan lancar di Aula Magister Hukum Universitas Tanjungpura.

Mia Alfhadina yang bertindak sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa pelantikan kali ini disertai dengan seminar anti narkoba. Sambutnya “Selain pelantikan pengurus GMP NAPZA Untan periode 2018-2019, juga diselenggarakan seminar anti narkoba sesuai permintaan dari Ketua Umum terpilih, yaitu Muhammad Said”.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Untan.ac.id, pengurus yang dilantik berjumlah 30 orang, dan masing-masing ditempatkan dalam lima bidang struktur kepengurusan.

Sambutan perwakilan dari rektor UNTAN, Pak Yunus yang bertindak sebagai pelantik mengharap agar pengurus mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab masing-masing dalam kepengurusan organisasi.

Antusias peserta seminar terlihat cukup tinggi. Ini dibuktikan sedikitnya dihadiri 70 peserta seminar yang berasal dari berbagai fakultas di UNTAN. Muhammad Said selaku ketua umum terpilih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan itu sudah suatu keharusan untuk dilakukan oleh pengurus baru.

Mengingat narkoba itu masalah luar biasa, maka jajaran pengurus yang akan dilantik merekomendasikan agar proses pelantikan ini disandingkan dengan seminar.

GMP NAPZA Untan mengusung tema yakni merawat generasi bangsa tanpa narkoba, dan meningkatkan kualitas generasi bangsa anti narkoba.

Narasumber seminar diisi oleh dua pemateri yang handal, Surya Widyananta, S.Si (Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar) dan Mochamad Efendi, S.KM (Badan Narkotika Nasional) Provinsi Kalimantan Barat.

BACA:  Fatwa MUI Vaksin MR Haram, Karena Darurat Syar'iyyah ini Diperbolehkan

Dalam pidatonya, Moh. Efendi menyampaikan bahwa frevalensi penyalahgunaan narkoba yang meninggal sudah menelan korban 40-50 orang. Tentu itu adalah masalah serius, sehingga dibutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak untuk mengurangi dan melepaskan Indonesia dari jeratan narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here