masa subur wanita

Tanda-tanda ovulasi bervariasi dari wanita ke wanita. Selain itu, waktu ovulasi berbeda untuk setiap wanita. Ovulasi adalah proses dalam siklus menstruasi yang menyebabkan sel telur keluar menuju tuba falopi untuk siap dibuahi.

Beberapa wanita berovulasi pada hari yang sama dalam siklus mereka setiap bulan, dan wanita lain mungkin mengalami ovulasi pada hari yang bervariasi setiap bulannya. Kapan masa subur wanita terjadi? Simak jawaban tanda masa subur wanita untuk siap ovulasi atau pembuahan atau hal lain yang ingin diketahui terkait ovulasi.

Tanda Wanita Sedang dalam Masa Subur

Mempersempit jendela saat ovulasi terjadi adalah langkah pertama untuk mengidentifikasi dan melacak gejala ovulasi Anda. Langkah selanjutnya adalah memperhatikan tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan bahwa Anda berovulasi.

Kehamilan sangat dikaitkan dengan ovulasi, oleh karena itu penting untuk memastikan bahwa Anda sudah familiar dengan ovulasi dan cara kerjanya. Luangkan waktu sekarang untuk belajar tentang ovulasi, tanda-tandanya, dan cara melacaknya sehingga Anda bisa hamil lebih cepat dan mudah. (Lihat: Proses Kehamilan secara Lengkap)

Jika Anda sudah memulai program cepat hamil, berikut adalah Panduan Penting yang Anda butuhkan untuk menentukan masa pembuahan yang paling tepat.

Tanda Umum Masa Subur di Sebagian Wanita

Sekali lagi, penting untuk dicatat bahwa gejala ovulasi bervariasi dari wanita ke wanita dengan beberapa wanita yang tidak mengalami gejala sama sekali. Berikut ini tanda sel telur wanita siap dibuahi.

1. Perubahan cairan serviks

bentuk cairan serviks saat masa subur
Perubahan bentuk cairan servis seperti putih telur. Source image: pregnancytips.org

Masa subur wanita dapat diketahui melalui bentuk cairan serviks. Bentuk ini menyerupai putih telur adalah tanda bahwa Anda berada dalam siklus masa subur untuk segera berovulasi. Ovulasi biasanya terjadi pada hari dimana wanita memiliki jumlah cairan yang paling banyak.

2. Perubahan suhu tubuh basal

Bagi kebanyakan wanita, Anda akan melihat bahwa sebelum ovulasi, suhu tubuh basal agak konsisten. Saat Anda mendekati ovulasi, Anda mungkin mengalami sedikit penurunan, namun akan diikuti oleh kenaikan tajam setelah ovulasi.

Kenaikan suhu adalah tanda bahwa ovulasi baru saja terjadi. Melacak suhu tubuh basal Anda secara akurat selama beberapa bulan dapat membantu Anda memprediksi kapan ovulasi akan terjadi.

3. Perubahan serviks

Serviks melewati banyak perubahan saat seorang wanita berovulasi. Selama ovulasi, serviks akan terbuka dan basah. Bagi kebanyakan wanita, dibutuhkan beberapa waktu untuk bisa membedakan antara apa yang biasanya dirasakan oleh serviks dan perubahan yang terjadi selama ovulasi.

Ketiga tanda utama ovulasi diatas dapat dipelajari dan dilacak sehingga Anda dapat memprediksi dengan akurat saat Anda berovulasi. Metode untuk menentukan waktu kesuburan wanita telah membantu banyak wanita melalui tanda-tanda ini untuk mencegah atau mencapai kehamilan.

4. Gejala Ovulasi Sekunder

Ada tanda-tanda ovulasi lain yang mungkin dialami wanita selain 3 gejala utama ovulasi. Ini disebut tanda sekunder dan mungkin tidak terjadi secara konsisten pada setiap wanita.

Gejala ovulasi sekunder bisa meliputi:

  • Adanya bercak ringan pada cairan kelamin atau saat “berhubungan” dengan suami.
  • Sedikit kram atau nyeri di satu sisi pelvis
  • Nyeri tekan payudara
  • Perut kembung
  • Peningkatan libido

Belajar untuk melacak ovulasi Anda dan memperhatikan tanda-tanda diatas dapat menjadi tantangan bagi beberapa wanita pada awalnya, namun seiring waktu banyak wanita mengenali tanda-tanda umum ini dengan mudah dan dapat menggunakannya untuk mengukur di mana mereka berada dalam siklus mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here