gangguan resistensi insulin dan cara mengobati

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel beta yang ditemukan di pankreas. Hormon ini memiliki banyak peran dalam tubuh termasuk terlibat dalam metabolisme karbohidrat , lipid, dan protein. Artikel ini fokus membahas gangguan resistensi insulin pada pasien diabetes melitus serta cara mengobatinya.

Ketika insulin resisten berkembang, jaringan di dalam tubuh terutama otot dan jaringan lemak tidak merespon dengan tepat terhadap [menanisme kerja insulin]. Bahkan, lebih banyak insulin diperlukan untuk mendapatkan respon yang sama dari jaringan-jaringan ini. Akibatnya, tingkat insulin yang lebih tinggi diperlukan agar insulin dapat menjalankan peran fisiologisnya.

Penyebab Resistensi Insulin

Ada banyak penyebab resistensi insulin, dan genetik memiliki hubungan yang kuat. Selain itu, sering dikaitkan dengan kondisi berikut:

  • infeksi atau penyakit kronis
  • sindrom metabolik
  • Obesitas
  • kehamilan
  • penggunaan steroid dan dengan obat lain
  • Kondisi stres

Tanda gejala resistensi insulin

Ada beberapa kondisi medis lain yang terkait dengan penyakit ini secara khusus. Sementara penyebab yang disebutkan diatas sudah jelas. Berikut ini penyakit yang muncul akibat resistensi insulin.

1. Diabetes tipe 2

Sementara penyakit ini biasanya terlihat jauh sebelum diabetes melitus berkembang, resistensi insulin dapat hadir pada pasien diabetes tipe 2.

2. Hati berlemak

Akumulasi lemak di hati adalah manifestasi dari kontrol lipid yang tidak teratur yang terjadi akibat resistensi insulin. Tingkat kerusakan hati dapat berkisar dari ringan hingga berat. Bukti baru menunjukkan bahwa hati berlemak bahkan dapat menyebabkan sirosis hati, dan mungkin kanker hati.

3. Arteriosklerosis

Resistensi insulin adalah salah satu faktor yang terkait dengan arteriosklerosis, yaitu proses penebalan progresif dan pengerasan dinding arteri berukuran sedang dan besar. Arteriosklerosis dapat memicu munculnya penyakit serius seperti:

  • penyakit arteri koroner (angina dan serangan jantung)
  • stroke
  • penyakit vaskular perifer
BACA:  Penyakit Kanker Serviks: Tanda Gejala & Pengobatan

4. Lesi Kulit

Lesi kulit yang disebut acanthosis nigricans, penggelapan dan penebalan kulit, terutama di daerah lipatan seperti leher dan ketiak. Kondisi ini secara langsung berkaitan dengan resistensi insulin, meskipun mekanisme penyebab yang tepat tidak diketahui.

5. Kelainan reproduksi pada wanita

Abnormalitas reproduksi termasuk kesulitan dalam ovulasi dan konsepsi (ketidaksuburan), menstruasi tidak teratur, atau berhentinya menstruasi. Kondisi yang secara signifikan terkait dengan resistensi insulin adalah sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Hal ini terkait dengan menstruasi yang tidak teratur atau tidak ada periode sama sekali, obesitas, dan peningkatan pertumbuhan bulu-bulu tubuh. Berbeda dengan wanita, tidak ada kelainan reproduksi yang diketahui pada pria terkait dengan resistensi insulin.

6. Hiperandrogenisme

Kadar hormon pria yang tinggi pada wanita dapat terlihat pada resistensi insulin dan mungkin memainkan peran dalam PCOS seperti dijelaskan di atas. Tingkat insulin yang tinggi yang terlihat pada insulin resistens menyebabkan produksi hormon testosteron dan hormon lainnya terdeteksi abnormal.

Pengobatan resistensi insulin

Mempertahankan gaya hidup sehat adalah dasar utama untuk mengelola resistesi insulin, dan perubahan gaya hidup. Dengan mengubah pola makan, terutama karbohidrat dalam diet, tubuh dapat menurunkan jumlah insulin yang dikeluarkan oleh pankreas. Karbohidrat diserap ke dalam tubuh setelah dipecah menjadi komponen gula.

Beberapa karbohidrat dipecah dan diserap lebih cepat daripada yang lain dan disebut memiliki indeks glikemik tinggi. Karbohidrat ini meningkatkan kadar glukosa darah lebih cepat, dan membutuhkan sekresi lebih banyak insulin untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan berat badan dan latihan aerobik meningkatkan laju di mana glukosa dalam darah diambil oleh sel-sel otot sebagai akibat dari peningkatan sensitivitas sel terhadap insulin.

BACA:  Semua Tentang Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Perawatan Medis

Perawatan medis dapat digunakan sebagai tambahan untuk modifikasi gaya hidup dan harus didiskusikan sebagai pilihan dengan dokter pasien.

Penggunaan metformin adalah obat yang digunakan untuk [mengobati diabetes]. Ini memiliki dua mekanisme tindakan yang membantu mengontrol kadar glukosa darah. Ini mencegah hati melepaskan glukosa ke dalam darah, dan meningkatkan sensitivitas sel-sel otot dan lemak ke insulin. Karena tindakan ini, metformin efektif mengurangi tingkat insulin darah. Metformin adalah obat yang cukup aman bila digunakan sesuai indikasi.

Acarbose adalah obat lain yang dapat digunakan untuk pengobatan resistensi insulin. Bekerja di usus untuk memperlambat penyerapan gula, dan efek ini dapat mengurangi kebutuhan insulin setelah makan.

Obat diabetes lain golongan tiazolidinediones, misalnya, pioglitazone, rosiglitazone, juga meningkatkan kepekaan terhadap insulin. Namun, obat-obatan ini tidak secara rutin digunakan, sebagian karena toksisitas hati yang membutuhkan pemantauan tes-tes darah hati. Ini juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke, dan para ahli memperdebatkan keparahan masalah ini sejak risiko pertama kali dilaporkan.

Mencegah Resistensi Insulin

Sementara ada komponen genetik yang signifikan terhadap perkembangannya, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangannya. Perubahan gaya hidup (misalnya, diet dan olahraga) sangat dibutuhkan, dan edukasi tentang perubahan gaya hidup perlu diarahkan ke kelompok yang berisiko terkena diabetes.

Perubahan gaya hidup penting dalam pengobatan resistensi insulin, yaitu, mengurangi gula dan asupan karbohidrat. Perawatan medis termasuk sejumlah obat yang berbeda untuk melengkapi perubahan gaya hidup.

Obat-obatan telah terbukti menunda perkembangan resistensi untuk [diabetes tipe 2] secara signifikan. Hingga saat ini, tidak ada penelitian yang menunjukkan kemampuan untuk mencegah sindrom metabolik pada populasi berisiko tinggi.

BACA:  Pedoman Mengobati Diabetes Mellitus Tipe 2

Hanya dalam beberapa tahun terakhir resistensi insulin telah menjadi bagian dari pemicu penyakit sindrom metabolik. Sekarang tampak bahwa intervensi dapat menunda timbulnya diabetes. Dengan modifikasi gaya hidup dan pengobatan jika diperlukan, pasien yang memiliki resistensi insulin dapat memiliki kontrol atas perkembangan penyakit mereka. Agar tidak memburuk, kenali [cara mencegah komplikasi diabetes], khususnya kaki diabetik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here