minum obat

Minum obat harus benar-benar disertai petunjuk konsultasi dari apoteker atau petugas medis lainnya. Setiap orang dengan penyakit tertentu dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, dan petunjuk minum obat yang benar. Namun tidak sedikit pasien yang salah persepsi dalam memakai obat untu penyakitnya.

Bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat, atau sedang mengalami beberapa keluhan, gejala, yang mengharuskan Anda untuk minum obat, berikut ini petunjuk minum obat untuk pasien agar cepat sembuh, dan hal-hal yang harus Anda ketahui saat memulai pengobatan.

1. Pahami Waktu Minum Obat

Setiap obat punya waktu minum yang berbeda-beda. Ini sudah menjadi informasi umum, namun kritisnya begitu banyak penyimpangan dalam memahami topik ini. Umumnya masyarakat kenal waktu minum obat sebagai berikut:

  • Berdasarkan waktu
    • Pagi
    • Siang
    • Malam
  • Berdasarkan frekuensi
    • 1 x 1 sehari
    • 2 x 1 sehari
    • 3 x 1 sehari

Jika Anda mengacu pada pedoman diatas tanpa menerima penjelasan informasi lebih lanjut terkait waktu minum obat yang tepat, kemungkinan besar Anda akan salah dalam menggunakan obat.

Perlu kami tambahkan diatas agar misunderstanding dalam menggunakan obat bisa diatasi. Berikut informasi yang harus Anda ketahui.

Aturan minum obat yang benar berdasarkan waktu

Istilah waktu minum obat (pagi, siang, malam) sebaiknya Anda hilangkan. 3 kelompok waktu dalam sehari ini mempunyai cakupan luas. Seperti contoh, pagi berlangsung dari jam 5 – 10.

Ketika Anda berpatokan pada waktu diatas, jarak waktu minum obat berikutnya akan sulit untuk diatur, sebab waktu siang atau malam juga punya cakupan luas. Perlu memahami [waktu minum obat yang benar] agar obat yang Anda minum memberikan efek maskimal.

Maka pakailah aturan waktu minum obat berikut ini:

  • Jika obat diminum 3 x 1 sehari
    • Karakteristik waktu kerja obat yang diminum 3×1 yakni, setiap obat hanya mampu mempertahankan kadarnya didalam tubuh selama 8 jam.
    • Maka setelah Anda minum obat pertama, Anda harus menunggu 8 jam untuk minum obat kedua, dan seterusnya sampai obat habis.
    • Sehingga jadwal yang tepat untuk dosis 3×1 adalah (jam 6.00 – 14.00 – 22.00), (Bukan berdasarkan pagi, siang, malam)
  • Jika obat di minum 2×1 sehari
    • Karakteristik waktu kerja obat yang diminum 2×1 adalah setiap obat mampu bekerja dalam tubuh selama 12 jam.
    • Maka setelah Anda minum obat pertama, Anda harus menunggu 12 jam untuk minum obat kedua, dan seterusnya sampai pengobatan selesai.
    • Sehingga jadwal minum obat yang yang tepat untuk dosis 2×1 adalah (Minum pertama: Pagi jam 6,7,8,9,atau 10), kemudian (minum kedua: malam jam 6,7,8,9,atau 10). Ingat bahwa setelah minum obat pertama, tunggu 12 jam untuk minum obat kedua.
  • Jika obat diminum 1×1 sehari
    • Waktu kerja obat jenis ini lebih panjang diripada kedua obat diatas. Obat ini mampu bertahan dalam tubuh selama 24 jam.
    • Maka setelah Anda minum obat pertama, Anda harus menunggu 24 jam untuk minum obat kedua, dan seterusnya sampai pengobatan selesai.
    • Untuk menentukan waktu minum obat ini, sebaiknya tanyakan kepada Apoteker tempat Anda menerima obat. Sebab beberapa jenis obat 1×1 dianjurkan untuk diminum di pagi hari, dan ada juga saat menjelang tidur dimalam hari.
BACA:  Waktu Minum Obat Secara Tepat dan Benar

2. Kenali Pantangan Minum Obat

Obat berkerja dengan cara khusus untuk memberikan efek terapi pada suatu penyakit. Tidak sedikit obat yang dilarang untuk diminum bersamaan dengan makanan, minuman, serta obat lain.

Anda harus pro-aktif saat menerima obat, dengan cara menanyakan kepada Apoteker Anda terkait interaksi obat dengan makanan, minuman, obat atau apa saja [bahaya minum obat bersamaan]. Terlebih jika Anda menerima obat untuk penyakit kronik seperti diabetes, jantung, kolesterol, ginjal, gangguan mental, dan penyakit berat lainnya.

3. Ketahui Sumber Obat

Salah satu penyebab munculnya reaksi obat yang merugikan adalah penggunaan obat palsu. Anda harus benar-benar selektif memilih tempat untuk mendapatkan obat. Sumber obat yang jelas dapat diartikan terdistribusi secara resmi yaitu melalui rantai pasokan berdasarkan aturan distribusi obat.

Hindari: Membeli obat secara online, di kios kaki lima, pinggir jalan, atau dari orang. Pastikan bahwa obat yang Anda minum diperoleh di apotik atau toko obat terdaftar, atau langsung dari rumah sakit, maupun puskesmas.

4. Kenali Cara Menggunakan Obat

Ini mengambil peran penting dalam pengobatan efektif. Anda harus memahami cara menggunakan obat dengan benar, agar tujuan minum obat dapat tercapai. Jika Anda sedang menggunakan obat tablet, pastikan diminum hanya dengan air mineral.

Jangan sesekali meminumnya bersama dengan susu ataupun jus buah. Air minum adalah senyawa netral dan tidak menimbulkan perubahan efek terhadap obat yang Anda minum. Berbeda dengan susu ataupun jus yang didalamnya sudah bercampur dengan banyak zat yang dimungkinkan bisa mengubah efek obat.

Jika Anda memakai obat dengan alat khusus seperti obat asma, obat diabetes suntik, dan obat yang membutuhkan peralatan pendukung, pastikan Anda mendapatkan petunjuk dari Apoteker saat menerima obat tersebut.

BACA:  Interaksi Obat - Waspada Bahaya Minum Obat Bersamaan

5. Pahami Cara Menyimpan Obat

Menyimpan obat di tempat yang benar sangat penting agar sifat fisik dan kimia obat tetap utuh. Umumnya obat tablet disimpan dalam suhu kamar terhindar sinar matahari (bukan dalam lemari es), dan beberapa obat harus disimpan dalam lemari pendingin.

Mintalah petunjuk cara menyimpan obat yang benar kepada apoteker, atau baca brosur obat yang Anda gunakan.

6. Bagaimana Membuang Obat

Setelah obat tidak lagi Anda gunakan, maka sangat disarankan untuk membuangnya. Kaidah membuang obat tidak serta-merta membuang layaknya sampah tidak terpakai.

Secara umum, obat dibuang dengan cara membuat galian dan menutup rapat dengan tanah (dikubur), atau dengan cara lain yaitu dibakar.

Jangan sesekali membuang obat di area yang banyak ditumbuhi tanaman, aliran air, atau tempat peternakan. Ini bisa bepotensi merusak ekosistem yang ada.

7. Perhatikan Efek Samping

Minum obat tidak terlepas dari efek samping. Anda yang bersifat umum, dan ada yang berbahaya. Umumnya gejala efek samping saat minum obat seperti mual, sakit kepala ringan, dan mengantuk. Beberapa obat juga menyebabkan batuk dan perubahan warna urin.

Namun ketika seuatu gejala lain yang muncul seperti ruam, kulit melepuh, penurunan tekanan darah drastis, pucat, kulit, gula darah terlalu rendah, sesak nafas, dan reaksi kritis lainnya. Maka segera hentikan pengobatan dan dapatkan penanganan medis.

8. Efek Samping Yang Berbahaya

Semua obat mempunyai efek samping, dan setiap individu bisa mendapatkan efek samping obat yang berbahaya, meskipun obat tersebut berlabel obat bebas (lingkaran biru dan hijau)

Reaksi alergi berat seperti pembengkakan wajah, kulit melepuh, gatal-gatal, dan juga penglihatan kabur, kelelahan yang berlebihan, pingsan adalah reaksi obat yang berbahaya.

Anda harus berhenti minum obat jika mendapatkan gejala tersebut, dan segera hubungi petugas medis.

9. Kapan Berhenti Minum Obat

Aturan kapan harus berhenti minum obat berbeda-beda pada masing-masing jenis obat. Jika Anda menggunakan obat pereda nyeri ringan, Anda bisa menghentikan pengobatan begitu gejala sudah hilang.

Namun lain halnya dengan antibiotik, obat gangguan mental, obat penyakit kronik. Anda harus benar-benar mengikuti petunjuk yang diberikan oleh apoteker Anda. Ada banyak [bahaya resistensi antibiotik], maka pastikan Anda konsumsi sampai obat tersebut habis, meskipun Anda sudah sembuh.

10. Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Pada Obat

Pasien harus benar-benar teliti dan hati-hati dalam menggunakan obat. Beberapa kesalahan dalam penggunaan obat secara umum, dan ini sebaiknya tidak dilakukan jika tanpa instruksi medis, ini diantaranya:

  • Menggerus obat
  • Mematahkan obat
  • Menambah dosis obat
  • Melarutkan obat
  • Mencampur dengan makanan atau minuman tertentu
BACA:  Konsultasi Penggunaan Obat Ibu Hamil (Tanya-Jawab)

Karakteristik dan desain obat telah dilakukan sedemikian rupa oleh perancang obat (formulator), sehingga menghasilkan obat yang dapat dikategorikan aman untuk pasien.

Dengan mengubah bentuk tanpa instruksi medis, maka efek lain akan mungkin timbul selama pengobatan.

11. Kepada Siapa Saya Harus Bertanya Tentang Obat

Apoteker adalah tempat terbaik Anda untuk menanyakan obat yang Anda gunakan saat ini. Jika memang di sekitar Anda tidak ada Apoteker, maka cobalah untuk berkonsultasi ke dokter, atau tenaga kesehatan terdekat.

Sebaiknya jangan sekali-kali bertanya tentang obat kepada orang lain, sekalipun sudah berpengalaman dalam menggunakan obat. Jangan mengikuti obat yang digunakan orang lain saat Anda sedang mengalami suatu penyakit.

Pastikan Anda bertanya hanya pada Apoteker atau petugas medis lainnya.

12. Kelompok Orang yang Membutuhkan Perhatian Khusus

Secara umum, obat didesain menggunakan dosis orang dewasa sampai umur 60 tahun. Kelompok diluar itu kecuali dinyatakan lain akan membutuhkan perhatian khusus saat menggunakan obat. Kelompok yang dimaksud antara lain:

  • Ibu hamil: Ketika Anda sedang hamil, Anda harus benar hati-hati menggunakan obat. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan obat selama trimester pertama kehamilan. Dan pastikan Anda dalam pengawasan medis jika menggunakan obat selama kehamilan
  • Ibu menyusui: Beberapa obat bisa masuk ke air susu, sehingga berpotensi memberikan efek pada bayi. Untuk memastikan obat aman untuk bayi dan Anda, Maka selalu tanyakan obat sebelum Anda minum.
  • Bayi dan balita: Kelompok ini memiliki organ yang masih¬†prematur sehingga sangat rentan terhadap risiko efek samping obat. Maka dibutuhkan penyesuaian dosis yang tepat
  • Orang lanjut usia: Lansia masuk dalam kelompok orang yang mengalami penurunan fungsi organ. Dan ini juga dibutuhkan penyesuaian dosis.

13. Bisakah Berbagi Obat dengan Orang Lain

Jawabannya tidak bisa. Berbagi obat dengan orang lain sangat tidak dianjurkan meskipun Anda mempunyai gejala yang sama, namun belum tentu punya penyakit dan pengobatan yang sama.

Setiap orang memiliki mekanisme pertahanan tubuh yang berbeda. Anda mungkin tidak alergi dengan obat A, tapi orang lain punya riwayat alergi. Serta faktor lain yang mengharuskan Anda benar-benar tidak diperbolehkan berbagi obat.

Suksesnya suatu pengobatan bukan didasarkan dari mahalnya obat yang Anda gunakan. Namun cara penggunaan obat yang benar dan tepat mengambil peran penting dalam menyembukan penyakit.

Bijaklah menggunakan obat dan selalu bertanya kepada Apoteker jika ada yang kurang jelas terkait obat yang Anda gunakan.

Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here