pertolongan pertama orang tenggelam

Bencana orang tenggelam bisa menghampiri siapa saja, dan kejadian ini membutuhkan penanganan yang tepat dan segera. Bila lambat ditangani, kematian bisa saja terjadi. Setiap orang perlu dibekali ilmu pertolongan pertama pada orang tenggelam.

Orang tenggelam disebabkan oleh berbagai alasan. Penyebab utamanya adalah kurang pengalaman, atau tidak tahu berenang dan persiapan yang tidak memadai.

Tenggelam dapat didefinisikan sebagai gangguan pernafasan yang diakibatkan oleh air yang menggenang seluruh tubuh. Kematian bisa terjadi ketika korban lambat ditangani, atau tidak mendapatkan pertolongan.

Tahapan terjadinya tenggelam

  • Korban berjuang untuk menjaga kepalanya tetap di atas permukaan air
  • Kepala terendam atau turun di bawah permukaan air, dan mulai menahan nafas
  • Air memasuki saluran nafas atas, menyebabkan laring menjadi kejang
  • Air masuk melalui laring ke jaringan bronkial dan paru-paru
  • Otak berhenti berfungsi saat beberapa menit tanpa oksigen
  • Kerusakan permanen terjadi jika tidak ada oksigen selama lebih dari enam menit

Jenis tenggelam

Dalam urutan tenggelam, kejang laring terjadi karena air memasuki saluran udara bagian atas. Pada sebagian besar kasus, kejang melemas dan air masuk ke paru-paru. Secara historis, ini dikenal sebagai tenggelam basah.

Dalam 10% hingga 20% kasus tenggelam, spasme laring tidak melemas dan tidak ada air yang masuk ke paru-paru. Ini dikenal sebagai tenggelam kering. Tidak ada perbedaan klinis antara tenggelam basah dan kering dan perbedaan tidak mempengaruhi penanganan dan perawatan korban.

Pertolongan pertama pada orang tenggelam

Dalam keadaan darurat, semakin cepat korban dikeluarkan dari air dan pertolongan pertama diberikan, semakin besar kesempatan korban untuk bertahan hidup.

BACA:  6 Langkah Tepat Pertolongan Pertama Sesak Nafas

Fokus dari pertolongan pertama untuk korban yang tenggelam di dalam air adalah untuk mendapatkan oksigen segera.

Tergantung pada keadaan, jika ada kekhawatiran cedera leher akibat kecelakaan, perawatan harus dilakukan untuk meminimalkan pergerakan leher.

Yang harus dilakukan segera saat menemukan orang tenggelam adalah:

  • Berteriak meminta pertolongan
  • Berenang mengambil korban tenggelam
  • Angkat segera keluar dari air
  • Lepaskan pakaian yang dianggap mengganggu jika korban masih bernafas, dan tutupi selimut hangat
  • Jika korban bernafas, baringkan kesisi kiri atau kanan untuk mencegah aspirasi ulang jika muntah terjadi (menghirup muntahan ke paru-paru)
  • Jika korban tidak bernafas dan tidak memiliki denyut nadi, Berikan cardiopulmonary resuscitation (CPR).
  • Jika memungkinkan, pemberian nafas buatan harus dimulai bersama dengan CPR

Penting untuk diingat bahwa korban yang tenggelam yang tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi, dan setiap upaya bantuan yang dilakukan diatas adalah tepat.

Sebab tujuan utama penanganan orang tenggelam adalah memberikan suplai oksigen segera mungkin setelah diangkat.

Untuk korban tenggelam yang diberikan CPR, dan denyut nadi telah kembali, tetapi masih belum bangun, menenangkan pasien dan menempatkan di area udara segar adalah langkah tepat.

Cara melakukan CPR

Kompresi dada CPR korban tenggelam
Cara melakukan CPR, via lifevesthub.com

Untuk melakukan CPR pada korban yang tenggelam, Anda harus memastikan bahwa korban berbaring telentang; jika tidak, korban akan menghadapi risiko serius seperti patah tulang rusuk.

Caranya adalah:

  • Letakkan bagian bawah tangan di tengah dada korban dan mulai menekan 1-2 inci
  • Lakukan sekitar 20 sampai 40 kompresi dada, kemudian periksa untuk melihat apakah orang tersebut bernapas.
  • Jika napas belum kembali, Berikan napas penyelamatan (nafas buatan)

Cara memberikan CPR pada anak-anak:

  • Posisikan tangan ke dada korban seperti pada gambar
  • Lakukan kompresi/penekanan sedalam 1-2 cm
  • Ulangi sebanyak 30 kali selama 1 menit, dan biarkan dada mengembang sendiri
  • Periksa pernafasan anak.
BACA:  Pertolongan Pertama Luka Tusukan dan Cara Mengobati

Pernapasan penyelamatan dilakukan dengan menempatkan mulut di atas korban dan tutup hidung korban dengan jari-jari Anda.

Kemudian berikan napas dua kali selama satu detik. Setelah Anda melihat dada korban naik karena adanya udara dari nafas Anda, terus lakukan kompresi dada.

Jangan ragu untuk meletakkan satu tangan di atas tangan yang lain jika memerlukan lebih banyak tekanan untuk melakukan kompresi

Tetapi berhati-hatilah agar tidak mematahkan atau memecahkan tulang rusuk korban. Terus ulangi siklus kompresi dada dan atur napas sampai korban bisa bernafas atau bantuan medis datang.

Penanganan medis

Semua korban yang tenggelam membutuhkan penanganan segera yang bersifat darurat. Sekalipun korban bisa hidup melalui pertolongan pertama, namun perawatan lanjutan sangat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi.

Perawatan medis lanjutan dilakukan sebagai berikut:

  • Perawatan awal diarahkan untuk menstabilkan pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah korban.
  • Mencari komplikasi umum, termasuk penurunan fungsi mental karena kurangnya suplai oksigen ke otak.

Kekurangan oksigen juga dapat merusak otot jantung. Iritasi dan infeksi paru-paru dapat terjadi dari air yang masuk ke paru-paru.

Kerusakan ginjal adalah komplikasi umum saat tenggelam, dan dapat menyebabkan kelainan elektrolit dan gangguan asam basa dalam tubuh.

Jika ada trauma yang terkait, misalnya cedera dari proses menyelam atau kecelakaan kapal, evaluasi kepala dan leher serta bagian lain dari tubuh mungkin diperlukan.

Referensi
  • Drowning | Emedicine Health, “https://www.emedicinehealth.com/drowning/article_em.htm”
  • How To Provide First Aid For A Drowning Victim | Livevest Hub, “https://lifevesthub.com/first-aid-drowning/”
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here