Pertolongan pertama gigitan ular berbisa

Gigitan ular berbisa harus ditangani segera untuk memberikan peluang orang yang digigit ular tetap hidup. Untuk memberikan pertolongan pertama, dibutuhkan tindakan yang tepat, sebab pemahaman yang salah bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian pada korban.

Gigitan ular bisa berakibat reaksi alergi akut yang sifatnya berbahaya. Disisi lain, sulit mendeteksi gigitan ular apakah berbahaya atau tidak jika dilihat dari bentuk gigitan.

Sebagai pedoman pertolongan pertama digigit ular berbisa, Kami akan membahas secara rinci berdasarkan kebutuhan untuk menyelamatkan korban agar tetap hidup.

Jenis ular berbisa di Indonesia

Data ular berbisa di Indonesia yang memiliki racun mematikan bisa dikatakan banyak. Berdasarkan data yang dirangkum kompas.com, sebanyak 76 jenis ular berbisa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kabar buruknya, Kita hanya punya 1 anti-bisa. Kondisi ini berpotensi besar jadi ancaman bagi siapa saja yang tergigit ular berbisa. Diantara banyak ular berbisa tersebut, tercatat 4 yang paling berbahaya.

1. Ular Welang

ular weling
Ular welang, via Wikipedia.com

Habitat ular Welang di ketinggian >2000 meter diatas permukaan laut, dan dapat tumbuh sampai 1,5 meter.

Biasanya tempat persembunyian paling disukai yaitu ditumpukan kayu serta bebatuan. Ular ini banyak istirahat di siang hari, dan agresif di malam hari.

2. Ular Weling

Corak ular Weling sama dengan Welang, namun ular ini memiliki cincin warna putih. Banyak tersebar di pulau jawa, khususnya jawa barat.

Semak belukar, area perkebunan, lepas pantai, dan hutang kering adalah habitat utamanya. Ular Weling bisa tumbuh sampai 1 meter.

BACA:  6 Langkah Tepat Pertolongan Pertama Sesak Nafas

3. Ular Cobra Jawa

Sudah dikenal luas ular Cobra mempunyai racun mematikan. Ular ini tumbuh sampai 1,8 meter, dan banyak ditemukan di area persawahan, sungai, padang, khususnya di pulau jawa.

Korban yang digigit ular kobra bisa berakibat amputasi sampai kematian. Racun Postsynaptic neurotoxins dalam tubuhnya menjadi penyebab ular ini sangat ditakuti.

4. Ular King Cobra

King Cobra, via kidsbiology.com

Ular yang paling berbahaya di seluruh dunia ini juga ditemukan di Indonesia. King Kobra bisa tumbuh sampai 5 meter saat dewasa.

Mudah beradaptasi di dataran rendah, sampai dataran tinggi. Penyebaran ular ini banyak ditemukan di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, termasuk Sulawesi.

Tanda Gejala

Orang yang digigit ular berbisa akan mengalami perubahan tubuh yang sangat cepat. Sesaat setelah racun bereaksi, korban mulai merasakan:

  • Nyeri hebat di area gigitan
  • Memar, bengkak dan pendarahan
  • Sistem kelenjar dan nyeri di ketiak atau selangkangan
  • Kesemutan, menyengat, terbakar atau perubahan struktur kulit
  • Kecemasan, mual, muntah, dan pusing
  • Penglihatan kabur serta Sakit kepala
  • kesulitan bernapas dan sulit menelan
  • Detak jantung tak teratur, kelemahan otot, dan kebingungan
  • Keluar darah
  • Pingsan, kelumpuhan, koma sampai kematian

Syok anafilaksis
Gigitan ular bisa menyakitkan. Kadang-kadang beberapa orang mengalami reaksi alergi yang parah hingga digigit. Dalam kasus reaksi alergi yang parah, seluruh tubuh dapat bereaksi dalam beberapa menit ke gigitan yang dapat menyebabkan syok anafilaktik. Syok anafilaktik sangat serius dan bisa berakibat fatal.

Syok anafilaktik

  • Sulit bernafas, berbicara, dan suara serak
  • Lidah bengkak dan pucat
  • pusing atau kolaps terus-menerus
  • Bengkak atau sesak di tenggorokan
  • Mengi atau batuk terus-menerus

Pedoman pertolongan pertama

Sesaat setelah Anda menemukan korban gigitan ular, sebaiknya tenangkan diri, dan segera ambil tindakan berikut.

Identifikasi ular

Identifikasi ular berbisa jika memungkinan. Ini dapat dilakukan dari racun yang menempel pada pakaian atau kulit menggunakan ‘kit deteksi racun’. Jangan membilas atau atau membuang pakaian korban yang tergigit ular.

BACA:  Pahami Ini Cara memberikan Pertolongan Pertama Orang Tenggelam

Tindakan pertolongan

Berlaku untuk semua gigitan ular, berikan pertolongan darurat yaitu Cardio pulmonary resuscitation (CPR) bila korban dalam kondisi koma. Segera bawa ke rumah sakit terdekat. Jika pertolongan medis dianggap sulit, segera lakukan:

membalut area gigitan ular berbisa
membalut area gigitan ular berbisa, via paradisefirstaid.com.au
  • Baringkan korban
  • Balut area gigigitan sepanjang lengan atau kaki, dan biarkan ujung jari terbuka. Lalu tandai area gigitan pada balutan tersebut.
  • Mulailah dari jari-jari kaki (atau tangan jika digigit di lengan) dan lingkarkan perban dengan kuat.
  • Perban kompresi harus cukup kuat untuk mengurangi gerakan limfatik tetapi tidak menyempitkan aliran darah.
mengikat badan untuk mengurangi gerakan korban
Mengikat badan untuk mengurangi gerakan korban, via paradisefirstaid.com.au

Ikat anggota badan, termasuk kaki dan sendi untuk mencegah gerakan. Gigitan ke lengan dapat didukung dengan memberikan selempang. Buat korban merasa nyaman dan terus berikan semangat sampai layanan medis datang.

Cara melakukan CPR

Jika Anda belum terlatih dalam CPR atau khawatir tentang memberikan nafas mulut ke mulut, Anda dapat melakukan CPR hanya kompresi dada (atau tangan saja), bila korban dalam kondisi koma. Caranya:

Cara memberikan tekanan dada (CPR)
Cara memberikan tekanan dada (CPR), via consumerreports.org
  • Letakkan tangan di tengah tulang dada korban, dan tangan lainnya diatas tangan pertama
  • Tekan lurus ke bawah sekitar sepertiga dari kedalaman dada
  • Ulangi ini sampai bantuan tiba atau orang itu pulih
  • Cobalah memberikan 100 hingga 120 kompresi dada per menit.

Jika Anda sendiri, maka lakukan 30 kompresi dada (dua kompresi per detik) diikuti oleh dua napas buatan dan ulangi. Untuk memberikan nafas buatan, berikut panduannya:

  • Buka jalan napas dengan memiringkan kepala dan mengangkat dagu.
  • Jepit bagian hidung dengan jari telunjuk dan ibu jari Anda
  • Buka mulut korban
  • Ambil napas dan letakkan bibir Anda di atas mulut pasien
  • tiup terus-menerus selama sekitar 1 detik, amati agar dadanya naik
  • Kemudian dengarkan dan rasakan tanda-tanda bahwa udara sedang dikeluarkan
  • Ambil napas lagi dan ulangi
BACA:  Pertolongan Pertama Luka Tusukan dan Cara Mengobati

Hal yang tidak boleh dilakukan pada korban

Banyak yang tidak menyadari bahwa pertolongan pertama pada orang yang digigit ular tidak boleh dilakukan dengan cara berikut:

  • Memberikan obat pereda nyeri, sebab memicu pendarahan
  • Mengikat area gigitan. Ini dapat mematikan saraf area gigitan hingga amputasi dapat terjadi
  • Menghisap racun keluar dari luka. Cara ini belum terbukti bermanfaat dan dapat menyebabkan cedera lebih lanjut
  • Kompres dingin atau es pada gigitan
  • Mengangkat area gigitan lebih tinggi dari jantung, ini akan mempermudah racun menyebar ke seluruh tubuh.
  • Mencuci area gigitan ular. Sebaiknya bersihkan saja luka gigitan.
  • Mencoba dan menangkap ular. Jika aman Anda dapat mencoba mengambil fotonya saja. Ini adalah cara terbaik dalam membantu identifikasi ular

Pastikan Anda TIDAK melakukan hal diatas saat menangani korban gigitan ular berbisa.

Perbedaan Ular berbisa dan Tidak

Ular berbisa

  • Kepala berbentuk segitiga
  • Warna kulit terang dan mencolok
  • Mata lonjong dan pupil elips
  • Memiliki lubang sensitif dekat hidung
  • Ekor terdapat satu baris sisik
  • Berenang dengan badan mengapung di permukaan air

Ular tidak berbisa

  • Kepala tidak berbentuk segitiga
  • Warna dengan pola sederhana
  • Pupil mata bulat
  • Tidak memiliki lubang sensitif dekat hidung
  • Sisik dua baris pada ekor
  • Badan tenggelam saat berenang

Demikian informasi tentang pertolongan pertama korban gigitan ular berbisa. Bagikan artikel ini ke kerabat Anda agar mereka mengatahui cara menangani orang yang terkena gigitan ular.

referensi
  • Snake Bite First Aid | First Aid Anywhere,”https://www.firstaidanywhere.com/snake-bite-first-aid.html”
  • Snake Bite | Health Direct, “https://www.healthdirect.gov.au/snake-bites”
    How to perform CPR | Health Direct, “https://www.healthdirect.gov.au/how-to-perform-cpr”
  • Snake Bite First Aid | Paradise First Aid, “https://www.paradisefirstaid.com.au/snake-bite-first-aid/”
  • Bagaimana Membedakan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa? | Liputan 6, “https://www.liputan6.com/health/read/2475886/bagaimana-membedakan-ular-berbisa-dan-tidak-berbisa
  • Ada 76 Ular Berbisa di Indonesia, tetapi Kita Hanya Punya 1 Anti-bisa | Kompas, “https://sains.kompas.com/read/2017/09/12/214500923/ada-76-ular-berbisa-di-indonesia-tetapi-kita-hanya-punya-1-anti-bisa”
  • Ini Empat Jenis Ular Berbahaya dan Mematikan di Indonesia | Tribun News, “http://jateng.tribunnews.com/2015/11/06/ini-empat-jenis-ular-berbahaya-dan-mematikan-di-indonesia”
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here