diabetes gestasional

Satu penyakit yang sering terjadi pada ibu hamil yaitu penyakit diabetes gestasional. Apa itu diabetes pada ibu hamil, siapa saja yang berisiko terkena diabetes selama kehamilan, bagaimana diagnosa dan pengobatannya? Artikel berikut ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

Gestational diabetes hanya terjadi selama kehamilan. Jika Anda memilikinya, anda masih bisa memiliki bayi yang sehat, dengan bantuan dokter dan Apoteker Anda atau petugas kesehatan lainnya dan dengan melakukan hal-hal sederhana setiap hari untuk mengelola kadar gula darah anda.

Setelah bayi lahir, seorang ibu mungkin tidak menderita diabetes lagi. Gestational diabetes membuat perempuan lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2, tapi tidak pasti akan terjadi.

Penyebab diabetes gestasional

Penyebab diabetes gestasional belum sepenuhnya dipahami dan sulit untuk dicegah sepenuhnya. Tetapi Anda dapat menurunkan risiko dengan menerapkan pola hidup sehat.

Selama kehamilan, plasenta membuat hormon yang bisa menyebabkan penumpukan gula dalam darah. Biasanya, pankreas bisa membuat cukup insulin untuk mengatasinya. Jika tidak, kadar gula darah akan naik dan bisa menyebabkan gestational diabetes.

Orang yang berisiko terkena diabetes gestasional

Wanita dengan kondisi berikut ini dapat dikaitkan risiko terkena diabetes gestasional. Ini diantaranya: berusia di atas 25 tahun, kelebihan berat badan, riwayat keturunan DM tipe 2, sindrom ovarium polikistik serta tekanan darah tinggi. Kondisi lainnya adalah:

  • mengalami gestational diabetes selama kehamilan sebelumnya
  • Berat badan meningkat selama kehamilan
  • Hamil kembar.

Orang dengan ras tententu juga lebih berpotensi terkena serperti orang Afrika-Amerika, Asia, Hispanik, atau penduduk asli Amerika.

BACA:  Semua Tentang Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan 2

Diagnosa diabetes gestasional

Dokter atau apoteker anda akan memeriksa apakah anda menderita diabetes gestasional saat memasuki kisaran usia kandungan 6 bulan. Untuk tes diabetes selama kehamilan, sesorang akan segera minum minuman manis. Ini akan menaikkan kadar gula darah. Satu jam kemudian, akan menjalani tes darah untuk melihat bagaimana tubuh menangani semua gula itu.

Jika hasilnya menunjukkan bahwa gula darah lebih tinggi dari batas tertentu (dari 130 miligram per desiliter [mg / dL] atau lebih tinggi), maka seseorang memerlukan pengujian tambahan.

Ini akan membutuhkan pengujian gula darah puasa dan tes glukosa sewaktu yang akan dilakukan selama periode tiga jam. Jika hasilnya normal tetapi memiliki risiko tinggi terkena diabetes gestasional, maka mungkin memerlukan tes lanjutan di akhir kehamilan untuk memastikan tetap tidak memilikinya.

Pengobatan diabetes gestasional

Banyak wanita mampu mengontrol diabetes gestasional melalui diet dan olahraga, sebab cara tersebut bisa sangat efektif dalam mengontrol kadar gula darah. Diet dapat memusatkan kontrol karbohidrat dan menghindari minuman bersoda, dan makanan siap saji.

Namun pengelolaan diet belum membuahkan hasil maksimal, Dokter akan merekomendasikan rencana makan dan jadwal latihan. Latihan yang aman untuk dilakukan selama kehamilan meliputi:

  • yoga
  • berjalan
  • renang
  • lari ringan
  • Latihan beban ringan

Selama pelaksanaan diet dan olahraga, Anda juga harus memantau kadar gula darah Anda untuk memastikan kadar glukosa Anda tidak terlalu tinggi. Jika diet dan olahraga saja tidak efektif, Anda mungkin perlu tambahan obat diabetes seperti insulin.

Pencegahan diabetes gestasional

Mengenali faktor risiko diabetes selama hamil, kemudian menerapkan hal tersebut adalah langkah terbaik untuk mencegah diabetes gestasional. Menurut pusat penanganan diabetes inggris, berikut adalah beberapa cara paling efektif yang ditemukan.

BACA:  Penyakit Disfungsi Ereksi, Sebab Gejala dan Pengobatan

1. Pertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil

Jika Anda telah membuat keputusan untuk melaksanakan program cepat hamil, cobalah untuk menjaga berat badan yang sehat sebelum hamil (baca: cara cepat hamil). Jika Anda kelebihan berat badan, itu tidak berarti Anda langsung mengembangkan diabetes ini, tetapi Anda akan memiliki risiko lebih tinggi. Indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30 membuat Anda tiga kali lebih mungkin menderita diabetes pada ibu hamil daripada memiliki BMI 25 atau kurang.

2. Terapkan pola diet sehat

Ada beberapa alasan penting untuk mengikuti diet sehat selama kehamilan, salah satunya adalah menurunkan risiko diabetes gestasional. Ikutilah diet yang tidak menaikkan kadar glukosa darah Anda terlalu banyak.

Yang paling penting adalah menghindari makanan siap saji, minuman bersoda, dan tingkatkan konsumsi sayuran dan makanan “alami”. Jika Anda kurang yakin tentang [makanan untuk penderita diabetes], cobalah untuk diskusikan dengan petugas kesehatan Anda.

3. Tetap aktif bergerak

Ibu hamil sangat direkomendasikan untuk aktif bergerak. Ini bisa dilakukan dengan cara bersepeda, jalan cepat, latihan ringan, termasuk renang. Banyak orang percaya bahwa olahraga berat selama kehamilan membahayakan bayi, tetapi bukti terbaru yang disebutkan diabetes.co.uk menunjukkan bahwa ini bukanlah masalahnya.

Namun, karena wanita hamil memiliki lebih banyak darah di dalam tubuh mereka, olahraga yang berat dapat memberi lebih banyak tekanan pada jantung. Untuk memastikan olahraga Anda aman, lakukanlah latihan ringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here