Pasien diabetes Ditemukan Banyak Obat Interaksi Dengan Insulin

0
118
views
Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis

Pengobatan penyakit sering mengalami medication error dan salah satunya adalah polifarmasi. Ini diartikan sebagai penggunaan obat pada pasien dalam jumlah yang banyak, dan sebenarnya perlu ditekan jumlah obatnya.

Seperti pada jurnal farmasi yang diterbitkan fakultas farmasi Universitas Tanjungpura, pontianak tentang potensi interaksi obat antidiabetes injeksi insulin. Mengingat angka kejadian polifarmasi pasien diabetes sering ditemukan pada pasien komplikasi diabetes, maka potensi interaksi obat potensial terjadi.

Universitas Tanjungpura saat ini sedang mengkampanyekan icon dukungan peningkatan mutu pendidikan bangsa dengan topik [bersama UNTAN membangun negeri], dan telah dibuktikan melalui banyaknya publikasi ilmiah yang diterbitkan.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan ada atau tidaknya potensi interaksi antidiabetik injeksi insulin dalam peresepan pada pasien, menetapkan jumlah potensi interaksi yang terjadi, menetapkan jenis mekanisme dan yang paling banyak interaksi, serta obat yang berpotensi mengalami interaksi dengan insulin.

Penelitian dilakukan oleh mahasiswa farmasi Untan, Erlisa Mayasari dengan judul “Analisis Potensi Interaksi Antidiabetik Injeksi Insulin pada Peresepan Pasien Rawat Jalan
Peserta Askes Rumah Sakit Dokter Soedarso Pontianak Periode April – Juni 2013”, menggunakan sampel penelitian lembar resep pasien yang mendapat antidiabetik injeksi insulin.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menemukan potensi interaksi obat terjadi sebanyak 20% pada pada resep yang menerima <5 jenis obat, dan 46% pada resep yang menerima ≥5 jenis obat. Total resep yang diteliti sebanyak 240 lembar. Penelitian ini menemukan 107 kejadian interaksi obat dengan mekanisme interaksi farmakokinetik 3,74%; farmakodinamik  59,81%; dan tidak diketahui 36,45%.

persentase mekanisme interaksi yang terjadi dengan insulin

Mekanisme interaksi farmakodinamik merupakan jenis interaksi yang paling sering terjadi, dan obat yang paling sering berinteraksi dengan insulin adalah aspirin.

Pembahasan penelitian

Sekilas tentang mekanisme interaksi obat terbagi menjadi tiga jenis, yaitu interaksi farmasetik, interaksi farmakokinetik, dan interaksi farmakodinamik. Interaksi farmasetik terjadi diluar tubuh yakni saat sebelum obat diminum oleh pasien, ini umumnya terjadi saat penyiapan obat sebelum diminum.

Interaksi farmakokinetik terjadi ketika suatu obat mempengaruhi absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi (ADME) dari obat lainnya. Sedangkan interaksi farmakodinamik terjadi antara obat yang memiliki efek farmakologis, antagonis atau efek samping yang hampir sama.

Interaksi antara insulin dengan aspirin yang merupakan golongan salisilat merupakan interaksi farmakodinamik yang bersifat aditif, yaitu meningkatkan efek dari insulin sehingga memungkinkan terjadinya efek hipoglikemia (gula darah terlalu rendah). Aspirin banyak digunakan sebagai penurun demam, dan penghilang nyeri maupun antiplatelet.

Umumnya aspirin diberikan sebagai antiplatelet pada pasien [diabetes melitus] yang mengalami kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan memicu penumpukan lemak di pembuluh darah yang membentuk plak dan dikenal sebagai aterosklerosis.

Interaksi farmakokinetik yang ditemukan dalam penelitian ini adalah interaksi antara insulin dengan nifedipin. Ini merupakan salah satu golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang sering kali diresepkan untuk mengatasi gangguan kardiovaskular, baik penyakit jantung koroner maupun hipertensi.

hasil interaksi menyebabkan peningkatan absorpsi insulin subkutan sebanyak 50% mengakibatkan peningkatan efek insulin dan berpotensi hipoglikemia.

Adapun obat-obatan lain yang ditemukan berinteraksi dengan insulin kategori Interaksi farmakodinamik antara lain ACE inhibitor (ramipril, lisinopril, imidapril), klonidin, dan kortikosteroid (deksametason, metil prednisolon).

Interaksi farmakodinamik yang bersifat sinergis yakni nsulin dengan aspirin dan ACE inhibitor. Interaksi bersifat antagonis. insulin dengan klonidin dan kortikosteroid (deksametason dan metil prednisolon). Selengkapnya seperti pada gambar dibawah ini.

obat obat yang berinteraksi dengan insulin
Temuan hasil penelitian deretan obat yang berinteraksi dengan insulin

Penggunaan obat-obatan yang berpotensi mengalami interaksi harus diperhatikan beberapa hal yakni dosis, waktu pemberian, bentuk sediaan, dan pemantauan hasil terapi agar kejadian interaksi obat bisa dihindari.

Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here