obat antibiotik infeksi saluran kemih

Indeks nama obat antibiotik infeksi saluran kemih (ISK) serta indikasi dan efek samping yang mungkin timbul setelah pengobatan. Infeksi kandung kencing dimulai ketika bakteri masuk ke dalam kandung kemih, ginjal, atau bagian lain dari saluran kemih. Cara mengobati infeksi saluran kemih dan meredakan gejala adalah dengan antibiotik.

Obat infeksi saluran kemih bekerja dengan cara membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi. Menggunakan obat ISK harus dengan resep dokter, tanpa perintah tersebut tidak dianjurkan oleh siapapun yang berencana mengobati ISK.

Pengobatan ISK harus didasarkan hasil pemeriksaan urin. Jenis bakteri yang ditemukan didalam urin menentukan antibiotik untuk infeksi saluran kemih Anda. Berbagai cara menyembuhkan infeksi saluran kemih, dan berikut ini nama-nama obat antibiotik untuk ISK.

1. Ampisilin

Antibiotik untuk infeksi saluran kemih ini masuk dalam [golongan penisilin]. Indikasi Ampisilin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi telinga, infeksi kandung kemih, pneumonia, gonore, dan E. coli atau infeksi salmonella.

Efek samping ampisilin

Kemungkinan reaksi efek samping yang terjadi ketika menggunakan ampisilin dapat bersifat serius maupun ringan. Ketika menemukan hal berikut ini, hentikan pemakaian dan segera berikan pertolongan medis.

  • demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan ruam kulit yang parah, mengelupas, dan merah, diare yang berair atau berdarah, demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu
  • memar atau berdarah, lemah yang tidak biasa, kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali, kebingungan, pikiran atau perilaku yang tidak biasa; atau kejang.

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk mual, muntah, sakit perut, gatal atau keputihan, sakit kepala, lidah bengkak, atau sariawan

2. Ceftriaxone

Ceftriaxone adalah antibiotik infeksi saluran kemih yang masuk golongan antibiotik cephalosporin. Obat ini bekerja melawan bakteri penyebab ISK. Indikasi Ceftriaxone digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk bentuk yang berat atau mengancam jiwa seperti meningitis.

BACA:  Farmakologi Antibiotik Betalaktam Golongan Penicillin

Ceftriaxone juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Efek samping ceftriaxone

Dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki tanda – tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal, sulit bernafas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda. Efek samping serius lainnya adalah:

  • diare berdarah, demam, menggigil, ruam atau gatal, nyeri sendi, atau bercak atau luka putih di dalam mulut, pendarahan yang tidak biasa, bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit, ruam kulit, memar, kesemutan yang parah.
  • mati rasa, nyeri, kelemahan otot, kulit pucat atau kuning, urin berwarna gelap, kebingungan, kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali dan kejang, reaksi kulit bersifat parah

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk benjolan keras di mana suntikan diberikan, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, sakit atau bengkak di lidah Anda; berkeringat; atau gatal atau keputihan

3. Cephalexin

Cephalexin berada dalam kelompok obat yang disebut antibiotik cephalosporin. Cephalexin melawan bakteri di dalam tubuh. Indikasi Cephalexin digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, termasuk infeksi saluran pernapasan bagian atas, infeksi telinga, infeksi kulit, dan infeksi saluran kencing.

Cephalexin juga dapat digunakan untuk tujuan lain yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Efek samping cephalexin

Reaksi serius berupa tanda reaksi alergi: gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, diare yang berair atau berdarah. masalah lain seperti:

  • kejang, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan ruam kulit yang parah, mengelupas, kulit pucat atau kuning
  • urin berwarna gelap, demam, mudah memar, kebingungan, agitasi, halusinasi, kencing sedikit atau tidak ada.

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk: mual ringan, muntah, diare, pusing , perasaan lelah, nyeri sendi dan keputihan

4. Ciprofloxacin

Ciprofloxacin adalah antibiotik dalam kelompok obat yang disebut fluoroquinolones. Siprofloksasin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri.

Efek samping ciprofloxacin

Hentikan pemakaian dan hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami tanda reaksi alergi bisa meliputi: gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, tenggorokan.

BACA:  Indeks Nama Obat Diabetes, Indikasi dan Efek Samping

Berhenti menggunakan ciprofloxacin dan hubungi apoteker atau dokter segera jika Anda memiliki efek samping yang serius seperti:

  • pingsan, detak jantung cepat atau berdebar, rasa sakit mendadak, memar, bengkak, nyeri tekan, kekakuan, atau kehilangan gerakan di salah satu sendi, diare berdarah, kebingungan, halusinasi, depresi, pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • kejang, telinga berdenging, pusing, mual, masalah penglihatan, nyeri di belakang mata, kulit pucat atau kuning, urin berwarna gelap, demam, lemah. Masalah kencing dan reaksi kulit yang parah

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk mual, muntah, pusing atau mengantuk, penglihatan kabur, merasa gugup, cemas, atau gelisah; atau masalah tidur (insomnia atau mimpi buruk).

5. Fosfomisin

Indikasi fosfomisin sebagai infeksi akut saluran kemih bagian bawah yang tidak terkomplikasi, profilaksis infeksi saluran kencing pada prosedur transurethral.

Efek samping fosfomisin

Sangat umum terjadi berupa: diare, sakit kepala. Umum: vaginitis, mual, rinitis, nyeri pungung, dismenorea, faringitis, pusing, nyeri abdomen, dispepsia, astenia, ruam

  • Jarang terjadi : gangguan abdominal stools, anoreksia, konstipasi, mulut kering, disuria, gangguan telinga, demam, flatulens, flu, hematuria, infeksi
  • insomnia, limfadenopati, gangguan menstruasi, migren, mialgia, ketegangan, parestesia, pruritus, peningkatan SGPT, gangguan kulit, somnolen, dan muntah.

6. Levofloxacin

Levofloxacin berada dalam kelompok antibiotik yang disebut fluoroquinolon. Levofloxacin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit, sinus, ginjal, kandung kemih, atau prostat.

Levofloxacin juga digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan bronkitis atau radang paru-paru, dan untuk mengobati orang yang terkena Anthrax atau wabah.

Efek samping levofloxacin

Dapatkan bantuan medis jika muncul tanda reaksi alergi: gatal-gatal sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, serta kondisi lain seperti:

  • nyeri dada, pingsan , detak jantung cepat, rasa sakit mendadak, memar, bengkak, nyeri tekan, kekakuan, atau kehilangan gerakan di salah satu sendi Anda.
  • diare berdarah, kebingungan, halusinasi, depresi, tremor, pikiran atau perilaku yang tidak biasa, insomnia, mimpi buruk, dan kejang

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk, diare ringan, konstipasi , muntah; masalah tidur (insomnia), sakit kepala ringan atau pusing dan keputihan

7. Nitrofurantoin

Nitrofurantoin adalah antibiotik infeksi saluran kemih yang melawan bakteri di dalam tubuh. Nitrofurantoin digunakan untuk mengobati [ISK]. Nitrofurantoin juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini.

BACA:  Informasi Obat Tizanidine

Efek samping nitrofurantoin

Segera hubungi dokter jika mengalami reaksi berikut ini: diare berdarah, sesak nafas, nyeri dada batuk kering, menggigil, kehilangan berat badan yang tak bisa dijelaskan, neuropati perifer. Masalah serius lainnya adalah:

  • mati rasa, kesemutan, atau nyeri di tangan atau kaki Anda, sakit perut bagian atas, kehilangan nafsu makan, air kencing berwarna gelap, kotoran berwarna ungu, penyakit kuning (menguning kulit atau mata)
  • kulit pucat, mudah memar, kebingungan, bintik-bintik merah, atau ruam kulit yang parah, mengelupas, dan merah, telinga Anda berdenging, pusing , gangguan penglihatan, sakit di belakang mata Anda.

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk: sakit perut, muntah, diare ringan, urin berwarna kuning atau kecoklatan dan keputihan.

8. Trimethoprim/sulfamethoxazole

Sulfamethoxazole dan trimethoprim keduanya adalah antibiotik infeksi saluran kemih serta berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Kombinasi sulfamethoxazole dan trimethoprim digunakan untuk mengobati infeksi telinga, infeksi saluran kencing, bronkitis , diare, shigellosis, dan pneumonia Pneumocystis jiroveci.

Efek samping Trimethoprim/sulfamethoxazole

Dapatkan bantuan medis darurat jika muncul tanda reaksi alergi seperti: gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, kulit pucat, merasa pusing, denyut jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi. Masalah serius lainnya adalah:

  • memar, perdarahan yang tidak biasa, bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit, detak jantung lambat, denyut nadi lemah, kelemahan otot
  • kehilangan nafsu makan, urin bau busuk atau berwarna gelap, penyakit kuning (menguning kulit atau mata), kejang, gula darah rendah, reaksi kulit yang parah.

Efek samping yang kurang serius mungkin termasuk: muntah; lidah sakit atau bengkak, pusing, perasaan lelah, masalah tidur.

Untuk mengobati infeksi saluran kemih, dokter akan meresepkan antibiotik dosis lebih tinggi apabila gejala bersifat parah, dosis akan diturunkan ketika itu bersifat ringan.

Catatan penting: Ketika menggunakan obat antibiotik infeksi saluran kemih, jangan berhenti sebelum obat yang diresepkan dokter habis meskipun Anda sudah terlihat sembuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here