Mana lebih Baik Melahirkan Normal atau Operasi Caesar? Jawaban!

0
792
views
mana lebih baik melahirkan normal atau operasi caesar
Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis

Saat ibu hamil sudah mendekati proses persalinan, pertanyaan tentang mana lebih baik melahirkan normal atau operasi caesar? Kelahiran seorang bayi ke dunia ini dapat terjadi dengan dua cara: Wanita hamil dapat melahirkan normal atau operasi caesar.namun tujuan utamanya adalah untuk melahirkan bayi yang sehat secara aman, serta ibu sehat dan selamat.

Dalam beberapa kasus, Operasi Caesar direncanakan karena alasan medis yang membuat kelahiran normal berisiko. Seorang wanita mungkin tahu sebelumnya bahwa dia memerlukan Operasi Caesar dan menjadwalkannya karena mengharapkan bayi kembar atau lainnya.

Atau karena ibu memiliki kondisi medis, seperti [diabetes selama kehamilan] atau tekanan darah tinggi, infeksi yang menyulitkan kehamilan, seperti HIV atau herpes, serta mengalami masalah dengan plasenta selama kehamilannya.

Ketika Ibu Hamil memilih melahirkan normal

Terlepas dari bagaimana seorang calon ibu memutuskan untuk melahirkan, wanita harus diberi tahu sebanyak mungkin tentang pilihan persalinan mereka, sehingga dapat membuat pilihan paling tepat. Berikut adalah informasi lebih lanjut tentang pro dan kontra dari dua metode melahirkan.

Persalinan normal adalah proses panjang yang melelahkan dan memerlukan kerja keras secara fisik bagi ibu. Tapi salah satu manfaat melahirkan normal adalah waktu rawat dan waktu pemulihan di rumah sakit yang lebih pendek dibandingkan dengan operasi caesar.

Kelebihan persalinan normal

Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk rawat inap di rumah sakit bagi wanita yang mengikuti persalinan adalah antara 24-48 jam. Wanita yang menjalani persalinan normal dapat terhindar dari operasi besar dan risiko serius.

Risiko tersebut pendarahan hebat, jaringan parut, infeksi, reaksi terhadap anestesi dan rasa sakit yang lebih lama. Dan dia bisa berinteraksi dengan bayinya dan mulai menyusui lebih cepat setelah dia melahirkan.

Kekurangan persalinan normal

Selama [tahap proses persalinan normal], ada risiko bahwa kulit dan jaringan di sekitar serviks dapat meregang dan robek saat janin bergerak melalui jalan lahir. Jika peregangan dan robek parah, wanita mungkin memerlukan jahitan dan ini bisa menyebabkan kelemahan atau cedera pada otot pelvis yang mengendalikan fungsi kencing dan ususnya.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa wanita yang melahirkan secara normal lebih cenderung mengalami masalah dengan inkontinensia usus atau saluran kencing daripada wanita yang melahirkan secara caesar. Mereka mungkin juga lebih mudah buang air kecil saat mereka batuk, bersin atau tertawa.

Pro dan kontra persalinan normal

Satu keuntungan bagi bayi yang dilahirkan normal adalah bahwa seorang ibu akan memiliki kontak lebih awal dengan bayinya daripada wanita yang menjalani operasi, dan dia bisa segera melakukan proses menyusui lebih awal.

Selama persalinan normal, otot yang terlibat dalam proses ini lebih cenderung memeras cairan yang ditemukan di paru-paru bayi yang baru lahir, yang merupakan keuntungan karena membuat bayi cenderung tidak mengalami masalah pernapasan saat lahir.

Bayi yang lahir secara normal juga menerima dosis awal bakteri baik saat mereka melakukan perjalanan melalui jalan lahir ibu mereka, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka dan melindungi saluran usus mereka.

Namun jika seorang wanita memiliki persalinan yang panjang atau jika bayinya besar dan melahirkan secara normal, bayi tersebut mungkin mengalami cedera selama proses persalinan itu sendiri, seperti memiliki kulit kepala yang memar atau tulang yang patah.

Ketika ibu hamil memilih operasi caesar

Operasi Caesar atau biasa disebut C-Section juga diperlukan dalam situasi tertentu, seperti bayi yang sangat besar dikandung oleh seorang ibu dengan panggul kecil, atau jika bayi tidak berada dalam posisi kepala dibawah saat waktu kelahiran atau sungsang dan upaya untuk mengubah posisi bayi sebelum wanita melahirkan tidak berhasil.

Terkadang keputusan dokter kandungan untuk melakukan bedah caesar tidak terencana, dan ini dilakukan karena alasan darurat karena kesehatan ibu, bayi, atau keduanya dalam bahaya.

Hal ini mungkin terjadi karena adanya masalah selama kehamilan atau setelah seorang wanita mengalami persalinan, seperti jika persalinan terjadi terlalu lambat atau jika bayi tidak mendapatkan cukup oksigen.

Sisi positif operasi caesar

Tidak banyak keuntungan memiliki C-Section jika seorang wanita memenuhi syarat untuk menjalani persalinan normal. Namun, jika seorang wanita hamil tahu bahwa dia memerlukan operasi, kelahiran bedah dapat dijadwalkan terlebih dahulu, membuatnya lebih mudah dan dapat diprediksi daripada kelahiran normal dan menjalani persalinan yang panjang.

Sisi negatif operasi caesar

Seorang wanita yang melahirkan caesar biasanya tinggal di rumah sakit lebih lama, rata-rata dua sampai empat hari, dibandingkan dengan wanita yang melahirkan normal. Melahirkan caesar juga meningkatkan risiko wanita untuk lebih banyak keluhan fisik setelah melahirkan. Seperti rasa sakit di tempat sayatan dan rasa sakit yang lebih lama.

Karena seorang wanita menjalani operasi, operasi sesar melibatkan peningkatan risiko kehilangan darah dan risiko infeksi yang lebih besar. Usus atau kandung kemih bisa terluka selama operasi atau bekuan darah bisa terbentuk.

Sebuah studi tinjauan menemukan bahwa wanita yang menjalani operasi caesar cenderung tidak mulai menyusui dini daripada wanita yang melahirkan secara normal. Masa pemulihan setelah melahirkan juga lebih lama karena seorang wanita mungkin memiliki lebih banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan di perutnya.

Ini karena kulit dan saraf di sekitar bekas luka bedahnya memerlukan waktu untuk sembuh, seringkali setidaknya dua bulan. Wanita tiga kali lebih mungkin meninggal selama persalinan sesar daripada kelahiran normal, sebagian besar disebabkan oleh penggumpalan darah, infeksi dan komplikasi dari anestesi.

Pro dan kontra operasi caesar

Bayi yang lahir dengan operasi caesar kemungkinan besar memiliki masalah pernapasan saat lahir dan bahkan selama masa kanak-kanak, seperti asma. Mereka mungkin juga berisiko lebih besar untuk kelahiran mati.

Beberapa penelitian juga menyarankan adanya hubungan antara bayi yang dilahirkan secara caesar dan risiko yang lebih besar untuk menjadi gemuk saat anak-anak dan bahkan saat dewasa dengan alasan yang tetap tidak jelas.

Salah satu kemungkinannya adalah wanita yang mengalami obesitas atau diabetes yang berhubungan dengan kehamilan mungkin lebih cenderung harus melahirkan secara caesar.

Setiap kondisi kehamilan yang sedang Anda jalani telah Anda ketahui. Apapun cara melahirkan yang Anda pilih, melahirkan normal atau operasi caesar, itu akan menjadi yang terbaik.

Sebab melahirkan bukan untuk alasan lain, melainkan hanya ingin mendapatkan bayi sehat, dan ibu selamat. Kami mendoakan ibu dan bayinya semua dalam keadaan sehat setelah melahirkan. Cari tau tentang [tips melahirkan normal tanpa sakit] untuk memudahkan bunda menghadapi persalinan.

Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis
SUMBERCari Nierenberg, LiveScience.com: Vaginal Birth vs. C-Section: Pros & Cons
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here