konsultasi penggunaan obat ibu hamil

Kehamilan dan obat-obatan adalah dua bagian penting harus mendapat perhatian ketika ibu hamil mengalami gangguan kesehatan. Mengambil keputusan apakah menggunakan obat atau tidak, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter atau apoteker tentang pilihan ini.

Sejumlah manfaat diperoleh, namun tidak sedikit bahaya terjadi jika menggunakan obat selama kehamilan. Simak sesi tanya jawab konsultasi penggunaan obat ibu hamil berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Apakah aman menggunakan obat saat hamil?

Tidak ada jaminan satupun obat aman bagi ibu hamil. Obat dibagi 5 kategori keamanan yaitu A, B, C, D, X. Obat Kategori A sering digunakan pada ibu hamil, Kategori B lebih jarang, dan C, D, X terbukti membahayakan janin.

Sebelum Anda memulai pengobatan, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau apoteker tentang obat mana paling tepat untuk ibu hamil. Jangan mengambil keputusan sendiri atau hanya sekedar coba-coba.

Kapan ibu hamil harus menggunakan obat?

Manfaat dan risiko obat pada ibu hamil harus dipertimbangkan. Dokter dan apoteker menimbang hal ini dalam menentukan obat paling sesuai untuk ibu hamil.

Misalnya, jika terkena pilek, Anda mungkin memutuskan menggunakan obat hidung tersumbat. Sementara ada risiko setelah obat digunakan, dan ada pilihan selain minum obat untuk sembuhkan flu.

Contoh lain kadang-kadang wanita membutuhkan obat selama beberapa hari untuk mengobati masalah seperti infeksi saluran kemih, radang tenggorokan, atau batuk. Wanita lain perlu menggunakan obat setiap hari untuk mengontrol masalah kesehatan jangka panjang seperti asma, diabetes, depresi, atau kejang.

BACA:  Petunjuk Minum Obat untuk Pasien Agar Cepat Sembuh

Juga, beberapa wanita memiliki masalah kehamilan yang membutuhkan perawatan dengan obat-obatan, seperti kondisi mual dan muntah yang parah, riwayat keguguran, atau persalinan prematur.

Pada kondisi tersebut, dokter dan apoteker akan menimbang secara seksama terkait manfaat bagi Ibu dan janin jika menggunakan obat, dan risiko bagi Ibu dan janin jika tidak diberikan obat.

Apakah aman minum obat sebelum hamil?

Perlu ditentukan jadwal program hamil untuk memastikan kapan Anda hamil. Setelah Anda hamil, umumnya wanita tidak tahu bahwa mereka sedang hamil sejak 10 hingga 14 hari atau lebih lama setelah pembuahan.

Sebelum mulai program hamil, Sangat bijak bijaksana menjadwalkan pertemuan dengan dokter atau apoteker untuk mendiskusikan obat-obatan yang Anda gunakan setiap hari. Terkadang, obat-obatan yang Anda gunakan sekarang harus diganti, dan kadang-kadang dihentikan sebelum program hamil dijalankan.

Setiap wanita berbeda. Jadi Anda harus mendiskusikan obat-obatan dengan dokter daripada membuat perubahan obat sendiri. Untuk memastikan program kehamilan Anda, perhatikan pedoman berikut:

  • Jangan hentikan obat yang diresepkan sebelum berbicara dengan dokter.
  • Bicaralah dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat yang dijual bebas.

Bagaimana jika saya sakit selama kehamilan berlangsung?

Menggunakan obat saat ibu hamil mengalami kondisi penyakit harus bersifat selektif. Ada kalanya penyakit yang diderita tidak membutuhkan pengobatan, melainkan nutrisi harus ditingkatkan. Di lain hal memang harus diberikan obat, sebab jika tidak, penyakit memberi risiko pada Ibu dan janin.

Misalnya, Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih (ISK), dan tidak mendapatkan pengobatan, ISK bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal, persalinan permatur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Kondisi dan jenis penyakit yang diderita menentukan apakah Ibu hamil harus minum obat atau tidak. Diskusikan kepada dokter terkait hal ini, dan jangan pernah mengambil keputusan sendiri.

BACA:  Solusi Menebus Obat Resep Dokter yang Habis di Apotik

Saya punya riwayat penyakit dan berencana hamil, haruskah saya berhenti minum obat?

Anda harus berbicara dengan dokter tentang obat-obatan yang Anda gunakan saat ini, serta jenis penyakit Anda derita. Sebaiknya jangan menghentikan sendiri pengobatan tersebut.

Penyakit diabetes, asma, gangguan mental, epilepsi, tekanan darah tinggi, HIV maupun penyakit kronis lainnya bersifat bahaya jika tidak mendapat terapi obat. Dibutuhkan petugas medis untuk membantu memilih obat yang tepat mengenai kondisi tersebut.

Apakah minum vitamin aman bagi Ibu hamil?

Sejumlah vitamin sangat dibutuhkan bagi ibu hamil, dan tidak sedikit suplemen berbahaya untuk Ibu dan janin. Wanita yang sedang hamil seharusnya tidak mengonsumsi vitamin jika itu tidak terkait kehamilan.

Asam folat sangat baik bagi ibu hamil, sebab mengurangi kemungkinan bayi cacat tabung saraf, seperti spina bifida. Penyakit ini ditandai tulang belakang atau otak tidak terbentuk secara normal

Suplemen Zat besi dapat membantu mencegah jumlah sel darah merah rendah (anemia). Namun vitamin A telah dikaitkan risiko cacat lahir. Agar memastikan penggunaan vitamin tetap pada jalur aman, selalu gunakan suplemen-vitamin hanya berdasar resep dokter kandungan atau bidan.

Apakah obat tradisional (herbal) aman untuk Ibu hamil?

Tidak ada yang menjamin jika obat tradisional (herbal) aman untuk wanita hamil, jadi sebaiknya jangan gunakan. Selalu bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan produk herbal atau suplemen makanan. Produk-produk ini mungkin mengandung zat membahayakan Ibu atau janin.

Di Indonesia, Hukum mempunyai regulasi sendiri untuk obat-obatan dan suplemen makanan, dalam hal ini adalah Badan POM. Tugas dan wewenangnya memastikan keamanan obat dan makanan serta kosmetik layak digunakan masyarakat.

Apakah Vaksin aman untuk ibu hamil?

Vaksin melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya. Tidak semua vaksin aman bagi wanita hamil. Keputusan menggunakan vaksin selama kehamilan tergantung pada kondisi wanita itu sendiri.

BACA:  FDA: Update Keamanan Klaritromisin Beresiko Penyakit Jantung

Sebelum menggunakan vaksin, dokter akan memastikan kondisi ibu hamil melalui beberapa pertanyaan, yaitu:

  • Apakah ada kemungkinan individu mengalami infeksi terkait vaksin yang akan digunakan?
  • Apakah infeksi menimbulkan risiko serius pada Ibu atau janin?
  • Apakah penggunaan vaksin tidak menyebabkan bahaya pada Ibu dan janin?

Vaksinasi Hepatitis B harus dipertimbangkan ketika wanita berisiko mengembangkan Hepatitis B selama kehamilan. Vaksin influenza tidak aktif harus dipertimbangkan pada wanita hamil selama musim flu.

Di sisi lain, seorang wanita hamil yang tidak kebal terhadap rubella (campak) tidak diberikan vaksin rubella sampai setelah kehamilan. Bicaralah dengan dokter dan apoteker agar memastikan Anda dan janin sepenuhnya dilindungi.

Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar penggunaan obat pada ibu hamil, silahkan cantumkan di kolom komentar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here