Ketoasidosis Diabetik, Cara Mengobati dan Mengatasi

0
66
views
Ketoasidosis Diabetik penyebab dan cara mengobati
Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis

Diabetes ketoasidosis dikaitkan dengan gangguan signifikan dari kimia tubuh, dan bisa sembuh dengan terapi yang tepat. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika seseorang dengan diabetes mengalami dehidrasi.

Ketoasidosis diabetik biasanya terjadi pada orang yang menderita diabetes mellitus tipe 1, tetapi ini juga dapat terjadi pada semua penderita jenis diabetes apapun. Karena tipe 1 biasanya dimulai sebelum usia 25 tahun, ketoasidosis diabetes paling sering terjadi pada kelompok usia ini, pria dan wanita sama-sama terpengaruh.

Penyebab Ketoasidosis Diabetes

Pada diabetes ketoasidosis, tubuh bergeser dari metabolisme makan normal (menggunakan karbohidrat) ke keadaan puasa (menggunakan lemak). Peningkatan gula darah terjadi, karena insulin tidak tersedia untuk mengangkut gula ke dalam sel untuk digunakan saat beraktivitas.

Ketika tubuh menghasilkan respons stres, hormon mulai memecah sel-sel otot, lemak, dan hati menjadi glukosa dan asam lemak untuk digunakan sebagai bahan bakar. Hormon-hormon ini termasuk glukagon, hormon pertumbuhan, dan adrenalin.

Hormon akan diubah menjadi keton oleh suatu proses yang disebut oksidasi. Tubuh mengambil sel otot, lemak, dan hati untuk proses metabolisme. Lihat bagaimana cara kerja hormon insulin dan glukagon dalam mengatur gula darah.

Ketika kadar gula darah meningkat, ginjal tidak dapat mempertahankan gula tambahan, yang dibuang ke dalam urin, sehingga meningkatkan buang air kecil dan menyebabkan dehidrasi. Umumnya, sekitar 10% dari total cairan tubuh hilang ketika pasien menderita ketoasidosis diabetik.

Kondisi penyakit paling umum yang menyebabkan seseorang dengan diabetes berpotensi menderita ketoasidosis sebagai berikut:

  • infeksi seperti diare, muntah, dan demam tinggi
  • insulin tidak merespon
  • diabetes berkepanjangan namun baru terdiagnosa.

Penyebab lain mungkin termasuk serangan jantung, stroke, trauma, stres, penyalahgunaan alkohol dan obat, dan tindakan operasi.

Gejala dan Tanda Diabetes Ketoasidosis

Seseorang yang mengembangkan ketoasidosis diabetik mungkin memiliki satu atau lebih dari gejala-gejala ini:

  • haus berlebihan atau minum banyak cairan
  • sering buang air kecil
  • Lelah berlebihan
  • Muntah
  • kehilangan selera makan
  • kebingungan
  • sakit perut
  • sesak napas
  • kulit kering
  • mulut kering
  • peningkatan denyut jantung
  • tekanan darah rendah
  • aroma buah yang khas pada nafas.

Perawatan Diri di Rumah

Perawatan di rumah umumnya diarahkan untuk mencegah ketoasidosis diabetik dan mengobati kadar gula darah sedang hingga tinggi.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, Anda harus memantau gula darah Anda seperti yang diperintahkan oleh praktisi perawatan kesehatan Anda. Periksa kadar gula Anda lebih sering jika Anda merasa sakit, punya luka infeksi, atau jika Anda baru saja mengalami sakit atau cedera.

Jika Anda menggunakan insulin suntik, selalu ikuti saran dan dosis penggunaan, dan jangan lewatkan dosisnya Waspadai tanda-tanda infeksi dan tetap penuhi kebutuhan cairan Anda.

Cara Mengobati Ketoasidosis Diabetic

Penggantian cairan intravena (IV) dan insulin adalah perawatan awal paling kritis untuk ketoasidosis diabetik. Terapi ini bertujuan mengembalikan cairan, menurunkan kadar asam darah, dan memulihkan keseimbangan gula serta kadar elektrolit menjadi normal.

Obat diabetes Insulin tidak boleh ditunda dan harus diberikan segera. Setelah kadar glukosa darah turun di mendekati keadaan normal, glukosa dapat diberikan bersamaan dengan pemberian insulin yang berkelanjutan untuk menghindari terjadinya hipoglikemia.

Pasien yang terdiagnosis penyakit ini biasanya dirawat di rumah sakit unit perawatan intensif. Beberapa orang dengan asidosis ringan seperti kekurangan cairan dapat minum air untuk mengembalikan kondisi hidrasi, namun ini tetap membutuhkan pendampingan medis.

Cara Mencegah Ketoasidosis Diabetes

Tindakan yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes untuk mencegah ketoasidosis diabetik adalah antara lain pemantauan ketat dan kontrol gula darah, terutama selama masa infeksi, stres, trauma, atau penyakit serius lainnya. Selain itu perlu mengambil insulin tambahan atau obat diabetes lainnya tepat waktu.

Dengan pengobatan agresif, kebanyakan orang yang mengembangkan ketoasidosis diabetik dapat mengharapkan pemulihan sempurna. Kematian jarang terjadi, tetapi bisa terjadi ketika kondisi tidak diobati.

Komplikasi juga dimungkinkan dari penyakit terkait seperti infeksi, stroke, dan serangan jantung. Komplikasi dari pengobatan ketoasidosis diabetik termasuk gula darah rendah, kalium rendah, akumulasi cairan di paru-paru, kejang, atau pembengkakan otak.

Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis
SUMBERMelissa Conrad Stöppler, emedicinehealth.com: Diabetic Ketoacidosis
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here