infeksi virus hpv - sebab gejala dan pengobatan

Penyakit Human Papilloma Virus atau Virus HPV adalah penyakit infeksi menular yang menyerang organ kelamin yang paling umum. Sebagian besar laki-laki dan perempuan dapat terpapar virus penyakit HPV apabila memiliki perikaku sering berganti pasangan.

Data berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa infeksi virus HPV di Amerika Serikat merupakan salah satu ancaman terbesar setiap tahunnya.

Ada berbagai jenis HPV. Beberapa bisa menyebabkan kutil kelamin dan lainnya bisa menyebabkan beberapa jenis kanker. Pemberian vaksin dapat melindungi seseorang dari infeksi.

Pada artikel ini akan menjelaskan segala informasi tentang Virus HPV diantaranya:

  • Apa itu virus HPV
  • Gejala infeksi virus HPV
  • Informasi tentang pengobatan
  • vaksin HPV
  • Pencegahan.

Fakta Virus HPV

Beberapa poin penting tentang fakta dari virus Human PapillomaVirus adalah sebagai berikut:

  • Kebanyakan pria dan wanita yang aktif secara seksual akan terinfeksi virus HPV
  • Virus HPV dapat menyebar melalui mulut, kelamin wanita, atau dubur.
  • Virus ini dapat mengakibatkan kutil kelamin dan beberapa jenis kanker.
  • Terkadang HPV dapat menular ke bayi yang menyebabkan infeksi sistem kelamin atau saluran pernafasan.
  • Tidak ada obat untuk HPV tapi vaksinasi yang aman dan efektif dianjurkan pada usia 11 sampai 12 tahun.

Mengobati Infeksi Virus HPV

Berbagai jenis virus HPV akan memiliki gejala yang berbeda. Seperti apa yang disebutkan dari awal, virus ini dapat menyebabkan kutil dan kanker. dan Faktanya adalah belum ada pengobatan untuk virus tersebut, namun gejalanya bisa diobati serta dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Mengobati gejala infeksi virus HPV dapat dilihat sebagai berikut.

BACA:  Jenis Vitamin dan Nutrisi Anjuran Saat Hamil

Kutil akibat inveksi HPV

Kutil yang diakibatkan HPV akan bisa sembuh tanpa pengobatan. Namun, ada obat yang dapat dioleskan pada kulit untuk menghilangkan kutil itu sendiri. Ini termasuk asam salisilat. Sedangkan obat resep meliputi:

  • Podophyllin
  • Imiquimod (Aldara, Zyclara)
  • Podofilox (Condylox)
  • Asam trikloroasetat

Dalam kondisi tertentu, intervensi bedah mungkin diperlukan dan meliputi:

  • Cryotherapy: Metode ini menggunakan nitrogen cair untuk membekukan daerah abnormal.
  • Elektrokauter: Arus listrik digunakan untuk membakar daerah yang tidak normal.
  • Terapi laser: Sinar cahaya menghilangkan jaringan yang tidak diinginkan.
  • Injeksi interferon: Ini jarang digunakan karena tingginya risiko efek samping dan biaya.
  • Pembedahan: Penting untuk berbicara dengan dokter tentang perawatan mana yang terbaik, tergantung pada jenis dan lokasi kutil yang sedang dirawat.

Penting juga untuk dicatat bahwa meskipun kutil dapat diangkat, virus dapat tetap berada di dalam tubuh dan dapat menular ke orang lain. Tidak ada perawatan untuk mengeluarkan virus ini dari tubuh.

Kanker

Tes Pap Smear rutin dan jenis skrining lainnya dapat memberikan diagnosis dini, jika kondisi kanker ditemukan berkembang. Tindakan dapat dilakukan untuk mengobati kanker dan mencegahnya berkembang.

Proses Infeksi HPV

Sementara kebanyakan infeksi HPV bersifat jinak, menyebabkan kutil pada area tubuh termasuk tangan, kaki,serta organ kelamin. Strain virus tertentu yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena jenis kanker. HPV dapat menginfeksi siapa saja yang aktif secara seksual. Sering kali individu yang terinfeksi secara asimtomatik yaitu mereka tidak menunjukkan gejala infeksi.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi virus HPV?

Seseorang yang termasuk dalam beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tertular virus HPV berikut ini:

  • Sering berganti pasangan
  • memiliki sistem kekebalan yang lemah, misalnya karena HIV atau setelah melakukan transplantasi organ
  • memiliki area kulit yang rusak.
  • pernah kontak dengan permukaan tempat terpapar HPV
BACA:  10+ Tanda Peringatan Kanker Serviks yang Harus Diketahui

Sebagian besar informasi tentang penyakit HPV berfokus pada wanita, namun juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada pria.

Mendiagnosa infeksi virus HPV

Jika kutil atau lesi sudah mulai terlihat, dokter umumnya dapat melakukan diagnosis HPV selama pemeriksaan visual. Namun tes tambahan mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi adanya infeksi HPV.

Tes untuk mengevaluasi perubahan seluler serviks HPV atau HPV mencakup pemeriksaan Pap smear, tes DNA, dan penggunaan asam asetat (cuka).

  • Pap smear adalah tes yang mengumpulkan sel dari permukaan serviks dan akan mengungkapkan kelainan sel yang dapat menyebabkan kanker.
  • Penggunaan tes DNA akan mengevaluasi jenis HPV berisiko tinggi dan direkomendasikan untuk wanita berusia 30 dan lebih dalam hubungannya dengan Pap smear.
  • Ada juga tes DNA untuk HPV tanpa memerlukan tes Pap bersamaan mulai usia 25 tahun.
  • Kadang, biopsi dari setiap area abnormal mungkin diperlukan.

Sampai saat ini belum ada tes yang tersedia bagi pria untuk memeriksa infeksi virus HPV

Cara mencegah infeksi HPV

Tindakan yang bisa mengurangi risiko tertular HPV dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Melakukan vaksin HPV
  • Setia pada satu pasangan
  • Tidak “berhubungan” sementara ada kutil kelamin yang terlihat
  • Jika ada kutil, sebaiknya hindari untuk memengangnya
  • Lakukan perilaku hidup bersih dan selalu menggunakan pelindung saat bepergian.

Vaksinasi

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksinasi pada usia 11 sampai 12 tahun, untuk mengurangi risiko kanker serviks dan kanker lainnya yang berkembang di masa depan.

Vaksin diberikan dalam dua dosis, 6 sampai 12 bulan terpisah. Vaksin penangkis direkomendasikan untuk pria sampai usia 21 tahun dan wanita hingga 26 tahun yang tidak menerima vaksinasi pada usia lebih muda. Saat ini, ada tiga vaksin HPV yang beredar di pasaran yaiut Gardasil, Cervarix, dan Gardasil.

BACA:  10 Pertanyaan Umum Tentang Kanker Serviks dan Pap Smear

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here