donor darah saat hamil dan menyusui

Menyumbangkan darah kepada orang yang membutuhkan merupakan pekerjaan yang sangat mulia, dan ini adalah tindakan menyelamatkan jiwa seseorang. Namun bagaimana dengan melakukan donor darah saat hamil dan menyusui. Apakah Aman?

Darah sangat penting untuk perawatan medis sehari-hari; Ini digunakan untuk operasi besar, perawatan kanker, penanganan penyakit dan prosedur medis lainnya. Menurut Palang Merah Amerika, setiap dua detik, seseorang di AS membutuhkan darah. Dan kira-kira 36.000 unit sel darah merah dibutuhkan setiap hari.

Amankah donor darah saat hamil?

Namun dalam kondisi tertentu seseorang yang berniat mendonorkan darah harus mengurungkan niatnya. Dan bagaimana jika mendonorkan darah saat hamil? Apakah itu tergolong aman, atau malah sebaliknya?

Melakukan donor darah saat hamil sangat tidak direkomendasikan dan risikonya jauh lebih besar dibandingkan manfaat donor darah. Berikut ini alasan mengapa orang hamil tidak bisa mendonorkan darah.

Wanita hamil membutuhkan pasokan darah

Saat hamil jumlah darah di tubuh Anda meningkat sekitar 50%, namun Anda memerlukan semua itu untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi Anda. Tubuh Anda melakukan banyak pekerjaan ekstra, dan itu membutuhkan banyak darah ekstra pula.

Amankah donor darah saat menyusui?

Anda bisa menyumbangkan darah saat menyusui, tapi hanya setelah beberapa waktu setelah melahirkan. Panjang waktu tergantung di mana Anda berada.

Di beberapa negara seperti Kanada, Anda harus menunggu enam bulan setelah melahirkan sebelum Anda berhak menyumbangkan darah, tidak peduli Anda sedang menyusui atau tidak.

Bagi orang Amerika, Anda hanya perlu menunggu enam minggu setelah kelahiran untuk memenuhi syarat.

BACA:  Hamil 9 Bulan Perkembangan Janin Menghadapi Persalinan

Informasi yang harus diketahui saat melakukan donor darah

Berikut adalah beberapa hal lain yang mungkin perlu Anda ketahui tentang donor darah:

  • Jika Anda menerima transfusi darah saat hamil, atau pada waktu lain, Anda harus menunggu 12 bulan sebelum Anda memenuhi syarat untuk disumbangkan.
  • Di Amerika dan Kanada, jika Anda mengalami keguguran atau mengakhiri kehamilan Anda, Anda harus menunggu 6 minggu sebelum Anda berhak untuk menyumbang.

Kesimpulan

Mendonorkan darah merupakan aktivitas yang sehat yang mampu meregenerasi sel darah merah menjadi baru. Namun tidak semua kondisi dapat diterima untuk melakukan donor darah. Saat hamil, Anda tidak diperbolehkan untuk donor darah, sekalipun Anda memiliki niat baik ini.

Namun pada kondisi menyusui, ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu pertimbangan waktu setelah melahirkan untuk dapat mendonorkan darah kepada orang yang membutuhkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here