mengatasi demam pada bayi dan cara mengobati

Demam pada payi menjadi perhatian paling umum yang mendorong ibu untuk membawa si kecil ke tempat pelayanan medis. Demam didefinisikan sebagai suhu rektal lebih dari 38 celcius. Artikel ini fokus membahas penanganan demam pada bayi dan cara mengatasi serta mengobatinya.

Demam pada bayi sendiri tidak mengancam jiwa, kecuali demam berkelanjutan dan disertai gejala penyerta. Risiko demam yang mengkhawatirkan termasuk usia di bawah 2 tahun (bayi dan balita) atau demam berulang yang berlangsung lebih dari satu minggu.

Demam dapat mengindikasikan adanya penyakit serius, tetapi biasanya demam disebabkan oleh infeksi umum, yang sebagian besar tidak bersifat serius. Bagian otak yang disebut hipotalamus berperan mengontrol suhu tubuh.

Hipotalamus meningkatkan suhu tubuh sebagai cara untuk melawan infeksi. Namun, banyak kondisi selain infeksi dapat menyebabkan demam.

Penyebab demam pada bayi dan anak

Demam pada bayi biasanya disebabkan karena banyak faktor. Penyebab tersebut diantaranya sebagai berikut:

  • infeksi bakteri, seperti demam berdarah, atau radang tenggorokan
  • infeksi virus, seperti influenza
  • obat-obatan
  • penyakit yang berhubungan dengan paparan panas
  • alergi

Tanda gejala demam pada bayi

Tanda dan gejala demam secara umum dapat diketahui. Bayi biasanya rewel, menjadi lesu, sering berdiam, suhu badan panas, penurunan frekuensi makan dan sering menangis, serta bernafas cepat.

Anda dapat mencoba mengobati demam bayi di rumah sebagai alternatif pengganti, ketika gejala yang timbul tidak begitu parah.

  • Berikan sandaran bantal di untuk memudahkan sikecil bernafas. Namun perhatikan posisi bantal, jangan sampai hanya menyulitkan mereka bernafas.
  • Kontrol suhu kamar, jangan biarkan suhu terlalu panas atau dingin
  • Kenakan pakaian tipis, dan jangan menggunakan kaos tangan serta kaos kaki.
  • Biarkan kaki dan tangan sikecil terbuka.
  • Tingkatkan frekuensi menyusui [Manfaat ASI untuk ibu dan bayi].
BACA:  Panduan Cara Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Kapan demam dianggap berbahaya?

Meskipun Anda mungkin telah melakukan yang terbaik untuk merawat anak Anda, kadang-kadang perlakuan medis dibutuhkan ketika sesuatu hal berbahaya muncul. Ketika Anda menemukan tanda-tanda demam yang berbaya pada anak berikut ini, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

  • Bayi mengalami kejang
  • Dehidrasi.
  • Kulit muncul ruam berwarna ungu atau merah
  • Penurunan kesadaran
  • Sulit bernafas
  • Frekuensi muntah tinggi

Mengobati demam pada bayi dan anak

Umumnya demam disebabkan oleh virus seperti influenza (flu). Maka perlu diketahui bahwa antibiotik tidak akan menyembuhkan, tetapi malah memunculkan reaksi obat dan kemungkinan masalah lainnya. Memberikan obat-obatan pada bayi dan anak-anak tanpa pengawasan medis sangat tidak diperbolehkan.

Bayi dan anak-anak memiliki sistem fisiologi tubuh yang berbeda. Jangan pernah menyamakan obat yang Anda minum dengan sikecil. Mintalah petunjuk dokter, atau konsultasikan obat dengan apoteker anda.

Mencegah demam pada bayi

Pencegahan banyak penyakit yang menyebabkan demam berkisar pada kebersihan tubuh sikecil serta area sekitarnya. Anda dapat melakukan tips mengatasi demam pada bayi berikut ini, agar mereka bisa terhindar dari panas demam.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air setiap kali ingin kontak dengannya
  • Tutup mulut dan hidung saat bersin dan batuk
  • Berikan makanan higienis
  • Jangan memberikan makanan instan atau jajan
  • Ikuti imunisasi terjadwal
  • Atur waktu tidur yang tepat.

Demam adalah penyakit paling sering diderita oleh bayi dan anak-anak. Meskipun ini jarang membahayakan, namun beberapa kondisi demam jika disertai kejang dan sesak nafas serta muntah berkelanjutan bisa membahayakan.

Sebagian besar penyakit yang menyebabkan demam berlangsung tiga hingga tujuh hari. Kadang-kadang, pengobatan alami menjadi gagal sehingga perlu penanganan medis di klinik atau rumah sakit. Jika bunda mencurigai adanya penyakit penyerta seperti alergi, kenali cara mengobati alergi pada bayi dan anak-anak.

BACA:  Kenali Dampak Negatif Penggunaan Baby Walker Pada bayi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here