Peneliti Temukan Banyak Dampak Membentak Anak Balita

0
112
views
dampak membentak anak balita
Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis

Dampak membentak anak balita telah banyak ditemukan melalui penelitian. Terkadang ibu-bapak tidak menyadari secara tiba-tiba orang tua berteriak pada anaknya. Nanti setelah melakukan perilaku tersebut baru merasakan penyesalan berat. Dan memang benar bahwa ada banyak dampak bahaya membentak anak balita.

Kami menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kami. Itu sebabnya begitu banyak orangtua bergumul dengan berbai macam pilihan pengasuhan. Adalah normal untuk frustrasi dengan anak-anak Anda, terutama jika mereka nakal.

Tetapi cara Anda mengungkapkan rasa frustrasi dan menghadapi situasi ini dapat memiliki implikasi besar pada perkembangan kepribadian mereka, termasuk kesehatan jangka panjang mer

Bahkan, langkah-langkah pendisiplinan orangtua yang keras, seperti membentak anak, dapat memiliki dampak yang lebih besar pada anak-anak daripada yang diyakini sebelumnya. Baca terus untuk mengetahui apa yang telah ditemukan oleh studi klinis tentang efek jangka panjang dampak membentak anak balita.

1. Membentak anak membuat masalah perilaku mereka memburuk

Anda mungkin berpikir bahwa berteriak pada anak-anak Anda dapat memecahkan masalah saat ini, atau dapat mencegah mereka berperilaku buruk di masa depan. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa itu sebenarnya bisa menciptakan lebih banyak masalah dalam jangka panjang.

Membentak anak-anak justru dapat membuat perilaku anak Anda lebih buruk. Yang berarti Anda harus berteriak lebih untuk mencoba memperbaikinya. Dan siklusnya berlanjut.

Sebuah penelitian tentang hubungan orangtua ke anak menunjukkan bahwa ini hanya terjadi pada banyak keluarga. Dalam studi tersebut, anak-anak berusia 13 tahun yang diteriaki oleh orang tua mereka, bereaksi dengan meningkatkan tingkat perilaku buruk mereka selama tahun berikutnya.

Dan jika Anda pikir itu penting orang tua melakukan pendisiplinan, maka Anda salah besar. Studi lain menemukan bahwa tidak ada perbedaan jika disiplin keras berasal dari ayah atau ibu. Hasilnya sama: masalah perilaku semakin buruk.

2. Berteriak pada anak mengubah cara otak mereka berkembang

Berteriak pada anak-anak dan teknik mengasuh anak yang lain dengan suara yang keras, dapat benar-benar mengubah cara otak anak Anda berkembang. Itu karena manusia memproses informasi dan kejadian negatif lebih cepat dan menyeluruh daripada yang informasi positif.

Satu penelitian membandingkan scan MRI otak orang-orang yang memiliki riwayat sering dibentak atau dimarahi oleh orang tua mereka di masa kecil, dengan scan dari mereka yang tidak memiliki riwayat pelecehan tersebut. Studi menemukan perbedaan fisik yang nyata di bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses bunyi dan bahasa.

3. Berteriak pada anak menyebabkan depresi

Selain anak-anak merasa sakit hati, takut, atau sedih ketika orang tua berteriak kepadanya, pelecehan verbal memiliki kemampuan untuk menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam yang membawa ke masa dewasa.

Dalam studi yang melacak peningkatan masalah perilaku oleh anak usia 13 tahun yang memiliki riwayat orang tua membentak anak-nya, para peneliti juga menemukan gejala depresi yang meningkat. Banyak penelitian lain juga menunjukkan hubungan antara pelecehan emosional dan depresi atau kecemasan.

Gejala-gejala semacam ini dapat menyebabkan perilaku yang memburuk dan bahkan dapat berkembang menjadi tindakan merusak diri, seperti penggunaan obat terlarang atau peningkatan aktivitas seksual berisiko.

4. Berteriak pada anak balita memiliki efek pada kesehatan fisik

Stres pada masa kanak-kanak dari orangtua yang kasar secara verbal dapat meningkatkan risiko seorang anak untuk masalah kesehatan tertentu. Penelitian memberi tahu kita bahwa mengalami stres sebagai seorang anak dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik.

5. Membentak anak balita menyebabkan sakit kronis

Sebuah penelitian baru menemukan hubungan antara pengalaman masa kecil yang negatif, termasuk anak sering dibentak oleh orang tuanya, dan perkembangan selanjutnya dari kondisi kronis yang menyakitkan. Kondisi termasuk arthritis, sakit kepala yang buruk, masalah punggung dan leher, dan nyeri kronis lainnya.

Seorang terapis atau bahkan orang tua lain dapat membantu Anda memilah-milah beberapa perasaan itu, dan mengembangkan rencana untuk menghadapinya dengan cara yang lebih sehat.

Bahaya dampak membentak anak balita sungguh besar, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubah perilaku cara mendidik anak yang baik dan benar. Anda dapat mempelajari beberapa teknik baru dalam mengasuh anak dengan benar. Jika Anda menyadari diri Anda banyak berteriak kepada anak Anda atau kehilangan kesabaran, mintalah bantuan.

Subscribe & Dapatkan Video Tips Kesehatan Gratis
SUMBERHealthline.com: 5 Serious Long-Term Effects of Yelling At Your Kids
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here