3 Cara menilai kualitas sperma

Kesehatan sperma sangat penting dan ini menentukan kondisi kesuburan laki-laki ataukah sebaliknya (infertil). Tahukah Anda jika ada cara menilai sperma apakah sehat atau tidak? Mari kita lihat bersama-sama.

Bagi pasangan keluarga, mempunyai momongan adalah hal yang sangat penting, dan Ini ditentukan salah satunya dari tingkat kesuburan pasangan pria. Pada zaman kuno, banyak orang merasa bahwa masalah tidak bisa punya anak karena wanita tidak subur.

Faktanya, ada banyak alasan mengapa sperma pria dapat menyebabkan masalah. Jadi, apakah Anda tahu cara menilai kualitas sperma pria? Mari simak bersama tiga aspek penilaian kualitas sperma.

1. Lihat konsentrasi semen

Ketika seorang pria menemukan bahwa air mani-nya relatif jernih, itu mungkin karena jumlah sperma tidak cukup. Dan ketika ini terjai dalam kasus untuk waktu yang lama, mungkin ada masalah dengan kualitas sperma. Jadi Anda harus pergi ke klinik fertilitas untuk memastikan kondisi ini.

2. Warna semen

Kebanyakan orang, warna sperma mereka termasuk jenis putih keabu-abuan, yang merupakan ciri-ciri warna sperma yang sehat. Jika tampak kekuningan, itu mungkin disebabkan karena masalah kesehatan jangka panjang, dan kemungkinan lain ada terinfeksi. Ketika warna sperma merah darah, mungkin ada darah, atau terdapat penyakit prostat.

3. Kekentalan sperma

Untuk menilai kualitas sperma, juga dapat dilihat dari kekentalan air mani. Jika tidak ada viksositas (tidak kental), mungkin terlalu banyak cairan prostat. Jika disebabkan karena terlalu sedikit sperma, prostat cenderung menjadi masalah, dan sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini.

Bagaimana meningkatkan kualitas sperma?

1. Berhenti merokok

BACA:  10 Suplemen dan Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Jika Anda merokok, perlu berhenti merokok segera karena nikotin yang terkandung dalam rokok itu beracun. Pria yang merokok lebih dari satu bungkus sehari memiliki motilitas sperma yang jauh lebih rendah daripada yang tidak merokok.

2. Jangan over-seks

Seks berlebihan akan menyebabkan over-produksi sperma, dan ini menyebabkan sperma lebih sedikit dan penurunan volume air mani. Maka perlu mengontrol frekuensi seks supaya kualitas sperma Anda bisa meningkat. Pada dasarnya satu minggu 2 hingga 3 kali berhubungan badan akan baik-baik saja.

3. Tingkatkan asupan protein

Protein berkualitas tinggi adalah bahan utama untuk pembentukan sperma. Protein yang tinggi banyak ditemukan pada daging, unggas, telur, ikan, dab produk kedelai. Senyawa arginin dalam protein menghasilkan sperma yang diperlukan. Makanan yang mengandung arginine termasuk salmon, teripang, kedelai, dan daging tanpa lemak.

Untuk mengetahui lebih banyak lagi, baca artikel kami sebelumnya, 10 makanan untuk meningkatkan kesuburan pria.

Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here