metode cara mengukur laju endap darah

Laju endap darah yang biasa disingkat LED atau dalam bahasa inggris Erythrocyte sedimentation rate (ESR) adalah kecepatan sel – sel darah merah mengendap di dalam tabung uji dengan satuan mm/jam. Pengujian LED sering dilakukan menggunakan metode westergren yang bertujuan untuk melihat proses peradangan atau infeksi di dalam tubuh. Pemeriksaan laboratorium ini sangat sering dilakukan.

Prinsip Pengukuran Laju Endap Darah

Darah ditampung di dalam tabung-panjang berskala (dengan antikoagulan), yang diposisikan tegak. Eritrosit akan mengendap di dasar tabung, terpisah dengan lapisan plasma di atasnya.

Tinggi kolom plasma, yang diukur 1 jam sesudahnya, menunjukkan laju pengendapan eritrosit atau erythrocyte sedimentation rate (ESR) yang lebih dikenal sebagai laju endap darah (LED)

Alat dan Bahan yang digunakan

  • Tabung-LED Westergren: diameter dalam 2,5 mm; skala dan 0 sampai 200 mm (seringnya diberi tanda 1 sampai 20, 1 mewakili 10 mm, 2 mewakili 20 mm, dan seterusnya)
  • Penyangga tabung Westergren
  • Tabung reaksi
  • Spuit berskala, 5 ml
  • Pipet berskala; 5 ml
  • Timer
  • Antikoagulan: larutan trinatrium sitrat 3,2% (yang disimpan di kulikas) atau larutan garam dika!ium EDTA 10%.

Metode Pengukuran Laju Endap Darah

  1. Dengan pipet, teteskan 0,4 ml larutan trinatrium sitrat ke dalam tabung reaksi atau botol.
  2. Lakukan pengambilan spesimen darah vena. Pasang tourniquet selonggar mungkin; lakukan fungsi vena sambil melepas tourniquet tersebut. Tarik 2 ml darah ke dalam spuit.
  3. Lepas bevel dari spuitnya dan masukkan darah pada spuit tersebut sebanyak 1,6 ml ke dalam tabung reaksi yang mengandung antikoagulan (isi tabung sampai tanda bat as 2,0 ml) Goyang tabung perlahan-lahan. Pengukuran LED harus dilakukan paling lama 2 jam setelah pengambilan spesimen.
  4. Pipetkan darah sitrat ke dalam tabung Westergren (memakai karet pengisap) sampai tanda batas 0 mm.
  5. Letakkan tabung Westergren pada penyangganya dan pastikan bahwa posisi tabung benar-benar tegak. Pastikan bahwa tidak ada gelembung udara di dalam tabung. Pastikan juga bahwa penyangga tabung dalam posisi stabil di atas permukaan meja yang datar.
  6. Diamkan tabung beserta penyangganya di atas meja yang jauh dari getaran, bebas angin, tidak berdekatan dengan radiator pemanas, dan tidak terpajan cahaya
    matahari secara langsung.
  7. Tunggu selama 1 jam (atur timer). Selanjutnya, ukur tinggi kolom plasma (dalam mm); baca skala mulai dari tanda batas 0 mm, pada puncak tabung ke bawah.
BACA:  Pengujian Serum 5'-Nucleotidase

Hasil pengukuran akan peroleh dengan menggunakan satuan mm/jam

Parameter penilaian laju endap darah

Nilai kisaran normal LED yaitu pada dewasa <50 tahun: pria <15 mm/jam, wanita <20 mm/jam. Pada dewasa >50 tahun: pria > 20 mm/jam, wanita >30 mm/jam

Peningkatan LED terjadi pada penyakit-penyakit yang disertai dengan perubahan komposisi protein plasma, antara lain pada infeksi akut dan kronis, infark miokardium, serta artritis reumatoid. Pada pasien dengan anemia, LED juga dapat meningkat. Nilai LED yang sangat tinggi ditemukan pada tuberkulosis, tripanosomiasis, dan keganasan. Peningkatan LED juga terjadi pada kehamilan.

Demikian penjelasan tentang pedoman cara mengukur laju endap darah untuk mengetahui proses peradangan atau infeksi yang terjadi dalam tubuh manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here