cara mengatasi sering kencing saat hamil

Sering kencing saat hamil adalah satu gejala paling umum yang sering dialami sepanjang kehamilan. Frekuensinya beragam dan ini bisa terjadi lebih sering malam hari. Gejala ini umumnya dimulai pada awal trimester pertama yakni usia hamil 5 minggu dan belanjut sampai usia kehamilan 9 bulan.

Sekalipun gangguan buang air kecil pada ibu hamil mengganggu aktivitas, khususnya waktu tidur mereka, namun ini tidak membahayakan janin Anda. Sehingga, selama Moms tidak merasakan gejala lain, maka sering kencing saat hamil masih bersifat normal.

Tentunya Anda bertanya apa sebab ibu hamil sering kencing, khususnya dimalam hari? dan bagaimana mengatasinya? Jawaban panduan ibu hamil ini akan Apoteker Anda bahas secara lengkap di artikel ini.

Penyebab Sering Kencing Saat Hamil

Ketika perkembangan janin Anda memasuki akhir trimester pertama, Anda mungkin mulai merasakan dorongan untuk buang air kecil. Ibu hamil sering kencing dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti berikut ini.

1. Perubahan Hormon

Hormon human chorionic gonadotropin (HCG) akan aktif selama kehamilan berlangsung. Ini mengakibatkan peningkatan aliran darah ke area panggul dan ginjal Anda. Efeknya, tubuh akan mengeluarkan urine lebih sering sebagai bentuk pembersihan tubuh dari zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

2. Tekanan pada Kandung Kemih

Tempat penyimpanan urin ada pada kandung kemih. Pada ibu hamil, kandung kemih akan terus tertekan oleh janin, dan ini semakin membesar seiring perkembangan janin Anda. Akibat kandung kemih yang menyempit, maka urin tidak dapat ditampung dalam jumlah banyak. Sehingga respon yang diberikan adalah dorongan untuk sering kencing saat hamil.

BACA:  10 Penyebab Keguguran, Nomor 7 Paling Sering Terjadi

3. Minum Air Terlalu Banyak

Suplai darah akan meningkat pada ibu hamil sekitar 50% dibandingkan saat mereka tidak hamil. Ketika Anda minum air terlalu sering, Ginjal akan mengeluarkannya untuk mempertahankan keseimbangan cairan didalam tubuh Anda.

4. Menderita Infeksi Saluran Kemih

Wanita lebih sering menderita [infeksi saluran kemih] dibandingkan pria. Dan ini lebih potensial terjadi saat mereka sedang hamil. ISK atau infeksi kandung kemih jika tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah serius. Gejala ISK salah satunya adalah sering buang air kecil.

Anda dapat membedakan gejala ini dengan memperhatikan gejala lainnya. Jika Anda merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri pada akhir buang air kecil, dan bercak darah di urin, mungkin Anda harus konsultasikan ke dokter. Ini bisa dicurigai sebagai infeksi saluran kemih.

Frekuensi Buang Air Kecil berdasarkan Usia Kehamilan

Setiap usia kehamilan akan berbeda frekuensi buang air kecil. Anda mungkin tidak merasa terganggu saat masih awal kehamilan. Namun, ini berbeda ketika Anda memasuki usia trimester kedua dan ketiga.

  • Pada trimester pertama, sering kencing lebih umum diakibatkan karena perubahan hormon serta respon dari membesarnya ukuran rahim
  • Pada trimester kedua, rahim berada di posisi lebih atas sehingga frekuensi kencing akan menurun.
  • Pada trimester ketiga, Anda sudah mulai merasa terganggu akan gejala ini. Janin semakin membesar dan turun ke area panggul untuk persiapan melahirkan. Tekanan lebih besar pada kandung kemih, sehingga frekuensi kencing Anda akan lebih sering.

Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Ibu Hamil

Agar anda tidak benar-benar merasa terganggu akibat frekuensi sering kencing saat hamil, maka tips mengatasi sering kencing ibu hamil berikut ini dapat Anda lakukan.

  • Jangan minum teh. Disamping teh, termasuk kopi dan minuman berkafein lainnya mempunyai efek buruk pada janin, jenis minuman ini juga bisa meningkatkan frekuensi buang kecil.
  • Batasi minum saat ingin tidur. Seperti yang disampaikan lebih awal bahwa banyak minum air bisa meningkatkan frekuensi kencing. Maka Anda perlu kurangi cairan sebelum tidur, tetapi pastikan Anda minum lebih banyak air di siang hari, setidaknya delapan gelas air.
  • Latihan kegel. Ini membantu Anda mengendalikan saluran kemih. Anda dapat melakukan [senam untuk ibu hamil] ini sekitar tiga kali sehari dengan 10-20 kontraksi setiap 10 detik.
  • Gunakan pembalut. Meskipun Anda tidak sedang menstruasi, namun urine akan sering keluar tanpa disengaja, khususnya saat Anda bersin atau batuk.
BACA:  Hamil 7 Minggu Ditandai Lengan dan Kaki Siap Tumbuh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here