Penyebaran penyakit bersumber bakteri dan virus banyak ditularkan melalui kontak langsung dengan tangan. Kebersihan tangan menjadi hal yang harus ditingkatkan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit.

Dalam upaya tersebut, masyarakat secara umum menggunakan 2 jenis produk pembersih yakni menggunakan sabun dan cairan pembersih berbasis alkohol (hand sanitizer).

Meskipun keduanya memiliki kemampuan dalam membunuh kuman, akan tetapi tidak memiliki efek yang sama. Disamping itu, jika ditinjau dari sisi keamanan, salah satunya mempunyai efek yang merugikan, sementara lainnya bersifat aman dalam penggunaan jangka panjang.

Dalam artikel ini akan menguraikan sejumlah fakta berdasarkan penelitian dan informasi dari pakar kesehatan mengenai perbandingan efektivitas antara Hand Sanitizer dan Sabun.

Penelitian Membandingan cuci tangan pakai sabun dan sanitizer.

Berikut ini beberapa penelitian yang telah menguji kemampuan masing-masing produk dalam membunuh kuman pada tangan.

Studi 1.

Sebuah studi 2011 berjudul The Right Balance Between Hand Sanitizers and Handwashing yang dilakukan oleh David Carter yang dilansir dalam American Journal of Nursing (AJN) menyebutkan bahwa di fasilitas perawatan jangka panjang ketika wabah norovirus tahun 2006 menunjukkan bahwa fasilitas yang stafnya lebih sering menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol daripada sabun dan air memungkinkan enam kali terkena wabah.

Sehingga Centers for Disease Control and Prevention CDC memodifikasi pedomannya untuk kebersihan tangan dan merekomendasikan petugas kesehatan mencuci tangan dengan sabun ketika kontak dengan pasien.

Studi 2.

Penelitian lain dilakukan oleh Pengbo Liu dan rekannya diterbitkan American Society for Microbiology (ASM Journals) tahun 2009 dengan judul Effectiveness of Liquid Soap and Hand Sanitizer against Norwalk Virus on Contaminated Hands.

Penelitian ini mengevaluasi kemanjuran sabun cair antibakteri dan pembersih tangan berbasis alkohol (hand sanitizer) untuk mematikan Virus Norwalk (NV) pada jari manusia. NV atau NoroVirus merupakan penyebab paling umum dari gastroenteritis.

BACA:  7 Makanan Sumber Vitamin D Alami Selain Sinar Matahari

Dari studi mereka menemukan bahwa pembilasan air sederhana atau penggunaan sabun cair antibakteri lebih efektif daripada agen berbasis alkohol untuk mengurangi kontaminasi NV di tangan manusia.

Eksperimen Sederhana

Beberapa bulan lalu kita dikejutkan dengan sebuah ekperimen sederhana tentang higienitas makanan yang telah disentuh berdasarkan pembersih tangan yang dipakai.

Seorang Guru pendidikan khusus Dayna Robertson dan spesialis perilaku Jaralee Metcalf, yang bekerja di Discovery Elementary di Idaho Falls, ID, berangkat untuk mengajar siswa mereka pelajaran tentang pentingnya mencuci tangan – dipersenjatai hanya dengan sepotong roti .

“Kami mengambil roti segar dan menyentuhnya. Kami melakukan satu irisan tak tersentuh. Satu dengan tangan yang tidak dicuci. Satu dengan hand sanitizer. Satu dengan tangan yang dicuci dengan air hangat dan sabun. Kemudian kami memutuskan untuk menggosok sepotong di semua Chromebook kelas kami, ”kata Metcalf dalam posting Facebook 5 Desember 2019.

Mereka memasukkan roti ke dalam kantong plastik yang bisa ditutup kembali dan menunggu 3 hingga 4 minggu. Hasilnya tidak cantik. Sementara irisan yang disentuh oleh tangan yang bersih setelah cuci tangan berada dalam kondisi yang hampir sempurna (nomor 4), yang digosokkan oleh para guru di komputer hampir tertutup jamur (nomor 1), bersama dengan potongan yang disentuh oleh tangan yang kotor (Nomor 3). Tetapi irisan yang ditangani oleh siswa yang hanya menggunakan pembersih tangan juga memiliki jumlah cetakan yang baik (nomor 5).

Hasil eksperimen Dayna Robertson pada roti untuk membandingkan kebersihan mencuci tangan dengan hand sanitiser. 1. digosokkan di komputer berjamur, 2. tanpa disentuh, 3. disentuh tangan kotor, 4. disentuh setelah cuci tangan, 5. disentuh setelah pakai hand sanitizer. sumber: webMD

Direktur Medis Senior dan dokter anak WebMD, Hansa Bhargava, MD, mengatakan Hand Sanitizer tidak berfungsi sebaik yang diperkirakan orang, tentu saja tidak lebih baik daripada mencuci tangan.

” Cuci tangan mungkin adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi … [itu] dapat menghilangkan kotoran, spora, dan pestisida, sedangkan sanitizer mungkin tidak,” kata Bhargava.

Dalam sebuah penelitian, pencucian tangan selama 30 detik membunuh virus flu. Tapi sanitiser tidak, bahkan setelah menggunakannya selama 2 menit, kata Bhargava seperti yang dilansir WebMD.

Rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) USA pada penggunaan Hand Sanitizer dan Sabun.

Mengutip dari halaman resmi CDC merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebab langkah ini mampu mengurangi jumlah semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan.

BACA:  Obat Ibuprofen Bisa Cegah Alzheimer, Ini Kata Ilmuwan!

Namun ketika sabun dan air tidak tersedia, menggunakan pembersih tangan (Hand Sanitizer) mengandung minimal 60% alkohol dapat mencegah penyebaran virus dan kuman.

Mencuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer?

Berikut sederet fakta yang direkomendasikan oleh CDC sebagai bahan pertimbangan untuk Anda dalam menentukan pilihan antara sabun dan cairan pembersih berbasis alkohol.

Pembersih tangan berbasis alkohol (Hand Sanitizer) dapat mengurangi jumlah mikroba di tangan dalam beberapa situasi, tetapi tidak mampu menghilangkan semua jenis kuman.

Mencuci tangan dengan sabun lebih efektif daripada pembersih tangan termasuk untuk menghilangkan beberapa jenis kuman, seperti Cryptosporidium, norovirus, dan Clostridium difficile.

Hand sanitizer memungkinkan kurang efektif ketika tangan tampak kotor atau berminyak sehingga mencuci tangan dengan sabun dianjurkan dalam keadaan seperti itu.

Hand sanitizer mungkin tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya, seperti pestisida dan logam berat, dari tangan. Jika tangan menyentuh bahan kimia seperti yang disebutkan, menggunakan air mengalir dengan pembersih sabun sangat direkomendasikan.

Ketika sabun dan air tidak tersedia di tempat Anda, Hand Sanitizer bisa digunakan sebagai alternatif. Olehnya itu, utamakan cuci tangan dengan sabun daripada gel aseptik ketika Anda berada di rumah ataupun fasilitas yang memiliki sumber air.

Menelan pembersih tangan berbasis alkohol dapat menyebabkan keracunan alkohol. Pembersih tangan berbasis etil alkohol (etanol) aman bila digunakan sesuai petunjuk, tetapi dapat menyebabkan keracunan alkohol jika tertelan.

Dari 2011 – 2015, pusat-pusat pengendalian racun AS menerima hampir 85.000 panggilan emergensi akibat paparan pembersih tangan pada anak-anak. Maka simpan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak jika anda memiliki produk ini.

Apa kata para pakar?

Dilansir dari majalah online Glamour yang berbasis di Inggris, Athanasios Melisiotis seorang praktisi medis di University of Pennsylvania, menunjukkan beberapa potensi kerugian lain dari sanitiser.

“Sanitizer dapat membunuh virus dan bakteri tertentu, tetapi itu tidak ‘membersihkan’ tangan Anda seperti halnya sabun dan air,” kata Melisiotis. “Sanitiser tidak menghilangkan kotoran dan puing-puing yang sebenarnya. Sementara Sabun membunuh kuman, mengikat, dan membantu menghilangkannya secara fisik di kulit dengan air”.

BACA:  Penelitian Terbaru Obat Hipertensi Tertentu bisa Tingkatkan Kematian

“Beberapa sanitiser tangan dapat meninggalkan residu yang terasa licin atau tidak nyaman bagi beberapa pengguna,”. Ungkapnya. Hand sanitiser terkadang juga bisa lebih mahal daripada sabun. “Pembersih tangan sangat bagus dan lebih nyaman, tetapi sabun dan air pada akhirnya lebih baik”, kata Athanasios.

Sementara Konsensus antara CDC dan profesional medis Sonpal menyebut bahwa standar emas untuk menjaga kebersihan tangan adalah mencuci tangan yang benar dan konsisten. “Kebanyakan sabun sudah cukup. Jika Anda ingin bekerja lebih keras dengan sabun antibakteri, Anda dapat melakukannya, tetapi menurut penelitian CDC telah menunjukkan bahwa menggunakan sabun antibakteri maupun sabun biasa sama-sama efektif,” kata Sonpal seperti yang dilansir Glamour.co.uk.

Bagaimana Mencuci Tangan dengan Benar?

Prinsip mencuci tangan dengan baik dan benar mengacu pada standar WHO terdiri dari 6 langkah cuci tangan antara lain:

  1. Tuangkan sabun cair pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
  3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

Untuk mengetahui lebih jelas dapat dilihat gambar dibawah ini.

Gambar 6 langkah mencuci tangan dengan benar

Sumber:

  1. CDC.gov: Show Me the Science – When & How to Use Hand Sanitizer in Community Settings. Link https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-hand-sanitizer.html
  2. Pengbo Liu, et al, 2009. “Effectiveness of Liquid Soap and Hand Sanitizer against Norwalk Virus on Contaminated Hands”. American Society for Microbiology Journals. Link https://aem.asm.org/content/76/2/394
  3. Carter David, 2013. The Right Balance Between Hand Sanitizers and Handwashing. American Journal of Nursing. Link https://journals.lww.com/ajnonline/Fulltext/2013/07000/The_Right_Balance_Between_Hand_Sanitizers_and.7.aspx
  4. Marci Robin, 2020. Hand sanitiser vs. handwashing: Which is best for preventing the spread of germs?. https://www.glamourmagazine.co.uk/article/hand-sanitiser-vs-washing-soap-water
  5.  Nicole Hollimon, 2019. ‘Holy Moldy’: Teachers Use Bread to Show Why Handwashing Matters. https://www.webmd.com/cold-and-flu/features/teachers-use-bread-to-show-why-handwashing-matters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here