Informasi Obat Alprazolam

0
454

Obat Alprazolam adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan akibat ketakukan maupun kecemasan yang berkaitan dengan gangguan jiwa atau depresi. Alprazolam masuk dalam golongan benzodiazepin yang bekerja di otak dan saraf untuk memberikan respon menenangkan akibat adanya aktivitas Asam Gamma-Aminobutirat atau GABA.

Informasi Obat Alprazolam


Golongan Benzodiazepine


Kategori Obat Resep


Indikasi Alprazolam digunakan pada pasien dengan kondisi penyakit gangguan kecemasan, panik dengan atau tanpa agorafobia (ketakutan di ruang terbuka), serta kecemasan yang berkaitan dengan depresi.


Bentuk Sediaan Tablet dosis 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg


Dosis

  • Penggunaan pada pasien dewasa dengan gejala ansietas dosis efektif 0,5-4 mg/hari dibagi dalam 2 dosis. Dosis rekomendasikan mulai dengan 0,25-0,5 mg 3 kali sehari, naikkan dosis bertahap maksimum 4 mg/hari.
  • Pasien ansietas berkaitan dengan depresi; dosis rata-rata yang dibutuhkan 2,5-3 mg/hari dibagi dalam 2 dosis.
  • Putus penggunaan alkohol : dosis lazim : 2-2,5 mg/hari dibagi dalam 2 dosis.
  • Gangguan panik : dosis awal 0,5 mg sehari tiga kali, dosis dapat ditingkatkan 1 mg/hari setiap 3-4 hari.
  • Pada pasien anak-anak dengan kondisi ansietas, dosis awal 0,005 mg/kg/dosis atau 0,125 mg/dosis 3 kali sehari. Tingkatkan sebanyak 0,125-0,25 mg, maksimum 0,02 mg/kg/dosis atau 0,06 mg/kg/hari (0,375-3 mg/hari)
  • Pasien Geriatri umumnya lebih sensitif terhadap alprazolam maka sebaiknya digunakan dosis efektif yang lebih kecil, dosis awal 0,25 mg 2-3 kali sehari.
  • Penyesuaian dosis pada gangguan hati diturunkan 50%-60%, hindari penggunaan pada sirosis hati.

Kontraindikasi

Pasien yang hipersensitif terhadap alprazolam atau komponen-komponen lain dalam sediaan, atau kemungkinan sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain, glaukoma sudut sempit, penggunaan bersama ketokenazol dan itrakenazol, kehamilan, sebaiknya tidak diberikan.

BACA:  Informasi Obat Atorvastatin

Reaksi Obat yang tidak diinginkan

  • Kejadian > 10% berkaitan dengan SSP : depresi, mengantuk, disartria (gangguan berbicara), lelah, sakit kepala, hiperresponsif, kepala terasa ringan, gangguan ingatan, sedasi.
  • Metabolisme-endokrin : penurunan libido, gangguan menstruasi.
  • Saluran cerna: peningkatan/penurunan selera makan, penurunan salivasi, penurunan/peningkatan berat badan, mulut kering (xerostomia).
  • Kejadian 1-10% berkaitan dengan kardiovaskuler : hipotensi;
  • SSP : gangguan koordinasi, akatisia (tidak bisa duduk tenang), gangguan konsentrasi, bingung, kehilangan perasaan terhadap realitas, disorientasi, disinhibisi, pusing, hipersomnia (tidur terus), mimpi buruk, vertigo belum ada data lengkap.

Efek samping Alprazolam

Sebelum meminum obat alprazolam, Apoteker sebaiknya menyampaikan kemungkinan efek samping alprazolam yang dapat muncul. Perlu diketahui efek samping yang dapat timbul, dan beberapa diantaranya dapat bersifat serius. Apabila menemukan efek samping berikut, disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • Gangguan ingatan
  • Produksi air liur meningkat
  • kesulitan bernafas
  • Kejang
  • Reaksi alergi
  • Kesulitan berbicara
  • Penurunan libido
  • Perubahan mood

Perhatian Khusus

  • Gejala putus obat (kejang) dapat terjadi 18 jam – 3 hari setelah dihentikan tiba-tiba.
  • Gunakan hati-hati pada pasien debil, orang tua, dengan penyakit hati, gagal ginjal atau obesitas.
  • Hati-hati dengan kegagalan kemampuan fisik/mental (pengemudi dan operator mesin).
  • Benzodiazepin berkaitan dengan jatuh, luka trauma, hati-hati pada orang tua.
  • Hati-hati pada pasien depresi kemungkinan terjadinya episode mania atau hipomania.
  • Hati-hati pada pasien remaja/anak dan pasien psikiatri karena reaksi paradoks.
  • Benzodiazepin berkaitan dengan amnesia retrograde.

Interaksi Obat Alprazolam

Apabila Alprazolam digunakan bersamaan dengan obat lain maka perlu perhatian khusus pada obat dibawah ini sebab dapat memicu terjadinya interaksi obat.

  •  Antifungi golongan azol, siprofloksasin, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, isoniasid, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kuinidin, verapamil meningkatkan efek alprazolam.
  • Aprazolam dikontraindikasi dengan itrakenazol dan ketokenazol.
  • Menguatkan efek depresi SSP analgetik narkotik, etanol, barbiturat, antidepresan siklik, antihistamin, hipnotik-sedatif.
  • Alprazolam dapat meningkatkan efek amfetamin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, fluoksetin, lidokain, paroksetin, risperidon, ritonavir, antidepresan trisiklik dan substrat CYP2D6 lainnya.
  • Alprazolam meningkatkan konsentrasi plasma imipramin dan desipiramin.
  • Aminoglutetimid, karbamasepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin menurunkan efek alprazolam
BACA:  Indeks Nama Obat Diabetes, Indikasi dan Efek Samping

Selain interaksi dengan obat, alprazolam juga berpotensi mengalami interaksi apabila dikonsumsi bersama makanan tertentu. Berikut jenis makanan yang perlu dihindari ketika menkonsumsi alprazolam.

  • Merokok menurunkan konsentrasi alprazolam sampai 50%.
  • Jus grapefruit meningkatkan konsentrasi alprazolam.
  • Makanan tinggi lemak, 2 jam sebelum pemberian bentuk lepas terkendali dapat memperpanjang C maks sampai 25 %. Sedangkan pemberian segera sesudah makan akan menurunkan T maks, bila makanan diberikan 1 jam sesudah pemberian obat T maks akan meningkat 30 %.
  • Valerian St John’s wort, kava-kava, gotu kola dapat meningkatkan depresi SSP.
  • Pada pasien yang memiliki pH lambung meningkat atau mulut kering, absorpsi tablet oral berkurang.

Penyimpanan

Sebaiknya alprazolam disimpan dalam suhu kamar 20-25°C, hindari lembab, tutup rapat botol dan buang kapas yang ada di dalam botol.


Merek dagang

Dipasaran, alprazolam tersedia dalam beberapa merek dagang seperti Xanax, Alganax,, Atarax, Calmiet, Feprax, Frixitas, Alviz, dan Zypraz.

Baca juga: Sindrom Steven Johnson: Gejala dan Pengobatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here