Informasi Obat Tizanidine

0
182
views
Layanan konsultasi dan Informasi obat lengkap oleh apoteker anda

Tizanidine adalah obat diindikasikan dalam pengobatan kejang, kram, dan otot tegang akibat penyakit yang berhubungan multiple sclerosis, nyeri punggung, diplegia spastik, serta kondisi yang menyebabkan cedera pada sistem saraf pusat dan tulang belakang. Dalam penggunaannya, tizanidine masuk dalam kategori obat off-label pada pasien dengan gangguan sakit kepala migrain, sebagai bantuan tidur, serta antikonvulsan. Mekanisme kerja obat tizanidine menenangkat otot yang sakit melalui relaksasi dan mengurangi risiko munculnya rasa sakit pada penderita.

Informasi Obat Tizanidine


Golongan Relaksan Otot


Kategori Obat Resep


Indikasi Manfaat obat tizanidine berperan dalam meredakan kondisi spasme/kejang pada otot. Obat ini juga digunakan pada terapi tambahan untuk kekakuan otot akibat gangguan neurologi.


Penggunaan hanya untuk orang dewasa diatas 18 tahun. Pasien anak-anak dan lansia tidak diperbolehkan tanpa melakukan konsultasi ke dokter


Merek obat yang tersedia antara lain Zanaflex (Acorda Therapeutics), Sirdalud (Novartis), Relentus (Beximco Pharma),Tizanidine.


Dosis

  • Pasien dengan kondisi kejang/spasme otot 2-4 mg sebanyak 3 kali sehari. Dosis ekstra sebesar 2-4 mg dapat diberikan pada malam hari.
  • Penggunaan pada terapi tambahan untuk kekakuan otot akibat gangguan neurologi tidak melebihi 6 mg dalam 3 dosis yang terbagi-bagi. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 2-4 mg dengan dosis maksimum adalah 36 mg per hari.

Efek Samping Tizanidine

Menggunakan obat tizanidine dapat menyebabkan pusing, kantuk, kelelahan. Masalah gastrointestinal, mual, dan kering pada mulut merupakan efek samping umum yang dapat dialami. Untuk meminimalkan efek ini, anda dapat mengonsumsi permen bebas gula atau makanan ringan. Kondisi sulit tidur pernah dialami oleh beberapa orang.

Efek samping yang bersifat serius yang dapat terjadi ketika meminum obat tizanidine antara lain reaksi alergi, gatal-gatal, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Selain itu efek samping berikut ini sebaiknya perlu diwaspadai antara lain:

  • Merasa pusing, pingsan, detak jantung lambat.
  • Halusinasi, bingung, pikiran atau tingkah laku yang berbeda dari biasanya.
  • Mual, perut sakit, demam, hilang nafsu makan, air seni berwarna gelap, feses berwarna seperti tanah liat, sakit kuning .
  • Terasa terbakar atau sakit saat buang air kecil.

Informasi Penting Sebelum Menggunakan Tizanidine

Sebelum menggunakan obat tizanidine, sebaiknya perhatikan kondisi berikut ini:

  • Riwayat Alergi yang pernah dialami. Dokter sebagai penulis resep wajib mengetahui hal ini. Pastikan anda menyampaikan riwayat alergi sebelum anda mengonsumi tizanidine.
  • Penggunaan pada anak-anak belum dibuktikan terkait keselamatan dan keberhasilan pengobatan.
  • Pasien lansia dengan riwayat penyakit ginjal sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan obat ini
  • Jangan mengkonsumsi obat tizanidine tanpa resep dokter.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan obat ini apabila berencana untuk menjalankan kendaraan/bepergian, sebab tizanidine dapat menyebabkan kantuk.
  • Pada anak dibawah umur 18 tahun dan usia lanjut tidak diperbolehkan tanpa sepengetahuan dokter.
  • Jangan sekali-kali menggunakan alkohol ketika mengkonsumsi obat ini

Cara Menggunakan Tizanidine

Ketika meminum tizanidine, maka gunakanlah bersama air putih pada saat 30 menit – 1,5 jam sebelum atau sesudah makan. Hindari menghentikan obat ini secara tiba-tiba dan selalu perhatikan petunjuk yang terdapat pada kemasan. Perlu pemeriksaan rutin/kontrol sesuai perintah dokter selama menggunakan tizanidine

Baca lebih lanjut: Mengenal apa itu obat off-label dan penggunaannya


Interaksi Obat Tizanidine

Pada penggunaan obat lain bersamaan dengan tizanidine dapat menyebabkan reaksi yang merugikan hingga yang bersifat mengancam jiwa. Oleh karena itu sampaikan kepada apoteker anda mengenai obat yang sedang anda minum sebelum menggunakan tizanidine. Obat berikut ini sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan tizanidine.

  1. Amifampridine
  2. Bepridil
  3. Ciprofloxacin
  4. Cisapride
  5. Dronedarone
  6. Fluvoxamine
  7. Mesoridazine
  8. Pimozide
  9. Saquinavir
  10. Sparfloxacin
  11. Terfenadine
  12. Thioridazine
  13. Ziprasidone

Pada beberapa kasus mungkin obat berikut ini meskipun tidak dianjurkan, namun dokter akan mengubah dosis dan frekuensi penggunaannya ketika diminum bersama tizanidine.

Acyclovir, Alfentanil, Alfuzosin, Amiodarone, Anagrelide, Anileridine, Aripiprazole, Arsenic Trioxide, Asenapine, Astemizole, Bedaquiline, Buprenorphine, Buserelin, Cimetidine, Citalopram, Clarithromycin, Codeine, Crizotinib, Cyclobenzaprine, Dabrafenib, Degarelix, Delamanid, Deslorelin, Desogestrel, Dienogest, Disopyramide, Dofetilide, Domperidon, Droperidol, Drospirenone, Erythromycin, Escitalopram, Estradiol Valerate, Ethinyl Estradiol, Ethynodiol Diacetate, Famotidine, Fentanyl, Flecainide, Fluconazole, Fluoxetine, Gatifloxacin, Gestodene, Gonadorelin, Goserelin, Halofantrine, Haloperidol, Histrelin, Hydrocodone, Hydromorphone, Hydroquinidine, Hydroxychloroquine, Ibutilide, Iloperidone, Ivabradine, Ketoconazole, Lapatinib, Leuprolide, Levofloxacin, Levonorgestrel, Levorphanol, Lumefantrine
Mefloquine, Meperidine, Mestranol, Methadone, Metronidazole, Mexiletine, Mizolastine, Morphine, Morphine Sulfate Liposome, Moxifloxacin, Nafarelin, Nilotinib, Norethindrone, Norfloxacin, Norgestimate, Norgestrel, Ofloxacin, Ondansetron, Oxycodone, Oxymorphone, Paliperidone, Panobinostat, Pasireotide, Pazopanib, Peginterferon Alfa-2b, Pentamidine, Pixantrone, Posaconazole, Procainamide, Propafenone, Propoxyphene, Quetiapine, Quinidine, Quinine, Ranolazine, Remifentanil, Rofecoxib, Sertindole, Sevoflurane, Sodium Phosphate, Dibasic, Sodium Phosphate, Monobasic, Sotalol, Sufentanil, Sunitinib, Suvorexant, Tacrolimus, Tapentadol, Telithromycin, Tetrabenazine, Ticlopidine, Triptorelin, Umeclidinium, Vandetanib, Vemurafenib, Verapamil, Vinflunine, Voriconazole, Zileuton


Overdosis

Pada keadaan over dosis setelah menggunakan tizanidine dapat ditandai dengan gejala mengantuk, lelah yang berlebih, merasa bingung, perlambatan detak jantung, pingsan, sesak nafas, pusing, dan hilang kesadaran.


Keamanan pada wanita hamil dan menyusui

Wanita yang merencanakan kehamilan atau dalam kondisi yang sedang hamil, dan ibu menyusui tidak dianjurkan menggunakan tizanidine sebelum berkonsultasi pada dokter.


Lupa Minum Obat

Ketika anda lupa meminum obat ini, segeralah meminumnya saat anda mengingatnya. Jangan menggandakan dosis obat meskipun anda sudah melewati waktu minum berikutnya.

 

Saya adalah bagian dari layanan Apoteker indonesia. Menjadi penulis di Apotekeranda.com adalah satu kebanggaan karena dapat menyebarkan informasi kesehatan kepada seluruh masyarakat indonesia. Jika anda memiliki pertanyaan seputar obat, silahkan cantumkan melalui komentar, atau masuk di halaman Konsultasi obat. kami senantiasa akan melayani anda sepenuh hati. Terhubung bersama saya dengan follow instagram @samerjalali
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here