7  Jenis Antioksidan Alami Kuat Berasal dari Tanaman

7 Jenis Antioksidan Alami Kuat Berasal dari Tanaman

Sumber antioksidan alami yang kuat, anti oksidan yang berasal dari makanan dan tanaman serta buah-buahan. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Antioksidan alami umumnya mempunyai gugus hidroksi dalam struktur molekulnya. Antioksidan alami yang berasal dari tumbuhan adalah senyawa fenolik berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol, dan asam organik polifungsional

Senyawa fenolik tersebar diseluruh bagian tumbuhan baik pada kayu, biji, daun, buah, akar, bunga maupun serbuk sari. Kemampuan flavonoid sebagai antioksidan belakangan ini banyak diteliti, karena flavonoid memiliki kemampuan untuk merubah atau mereduksi radikal bebas dan juga sebagai anti radikal bebas. Senyawa kimia yang tergolong antioksidan dan dapat ditemukan secara alami diantaranya adalah asam ellagic, proantosianidin, polifenol, karotenoid, astaxanthin, tokoferol, dan glutation.

Berikut ini adalah sumber antioksidan alami kuat yang dapat ditemukan pada berbagai tanaman.

1. Asam ellagic

Sumber antioksidan alami yang pertama adalah Ellagic Acid. Senyawa ini bersifat antimutagenik dan banyak ditemukan pada buah stroberry, blueberry, delima, dan kenari.

2. Proantosianidin

Antioksidan ini termasuk keluarga flavonoid dan merupakan senyawa yang memberikan warna merah dan biru pada buah, proantosianidin. Antioksidan alami ini telah terbukti bermanfaat dan memperkuat kapiler, memperbaiki penglihatan dalam gelap, mendukung integritas dinding pembuluh darah dan mencegah pembekuan darah. Proantosianidin dapat ditemukan pada tanaman kismis, biji anggur, kulit buah anggur, teh hijau, teh hitam, kulit kayu manis, dan kakao.

3. Polifenol

Mikronutrien ini mewakili kelompok besar antioksidan yang termasuk flavonoid dan antosianidin, menurut sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, senyawa antioksidan alami ini telah terbukti mencegah kondisi degeneratif, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskuler dan neurodegeneratif, polifenol dapat ditemukan pada apel, bawang, brokoli, stroberry, kakao, teh dan sayuran hijau.

4. Karotenoid

Karotenoid adalah mikronutrien larut dalam lemak, yang dikenal dengan sebutan beta-karoten (yang dapat dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh), karotenoid dapat ditemukan pada spirulina, wortel, jeruk, melon, labu, lobak, dan tomat.

5. Astaxanthin

Astaxanthin tergolong karoten yang merupakan sumber antioksidan kuat. Menurut para ahli, astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan daripada vitamin E. Udang, ikan salmon, dan kerang merupakan sumber potensial astaxanthin. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak ada pada sejenis mikroalga, yaitu Haematococos pluvalis.

6. Tokoferol (vitamin E)

Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang kerjanya mencegah lipid peroksidasi dari asam lemak tak jenuh dalam membran sel dan membantu oksidasi vitamin A serta mempertahankan kesuburan. Sebuah studi dalam Journal of National Cancer Institute menemukan bahwa risiko kanker prostat turun secara signifikan dengan tingkat tinggi tokoferol. Antioksidan alami ini berasal dari tanaman kacang-kacangan, minyak sayur, minyak gandum, dan sayuran hijau.

7. Glutation

Glutation adalah molekul yang sangat kecil dan merupakan antioksidan yang paling penting karena berada di dalam sel, molekul ini mampu menetralisir radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu hati mengeluarkan racun dalam tubuh, glutation sering disebut “master antioksidan” karena berfungsi sebagai regulator dan regenerator dari kekebalan sel dan agen detoksifikasi yang paling berharga dalam tubuh manusia, rendahnya tingkat glutation dalam tubuh erat kaitannya dengan disfungsi hati, disfungsi kekebalan tubuh, penyakit jantung, penuaan dini, dan kematian. Glutation dapat ditemukan pada susu kambing, alpukat, asparagus, peterseli, dan brokoli.

Lihat Lebih Lanjut: Fungsi Antioksidan vs Bahaya Radikal Bebas

Tinggalkan komentar