Informasi Obat Simvastatin

Informasi Obat Simvastatin

Simvastatin adalah kelompok obat yang disebut inhibitor HMG CoA reductase, atau “statin.” yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol “jahat” (low-density lipoprotein, atau LDL) dan trigliserida dalam darah, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol “baik” (high-density lipoprotein, atau HDL). Simvastatin juga digunakan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, dan komplikasi jantung lainnya pada orang dengan diabetes, penyakit jantung koroner, atau faktor risiko lainnya. Simvastatin digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 10 tahun.

Informasi obat Simvastatin


Golongan Statin


Kategori Obat resep


Manfaat menurunkan kolesterol dalam darah, serta mengurangi risiko serangan jantung dan stroke


Penggunaan hanya untuk dewasa dan anak-anak di atas 10 tahun


Sediaan dalam tablet dan suspensi (cairan)


Keamanan pada kehamilan dan menyusui Kategori X sehingga berisiko tinggi menyebabkan cacat permanen pada janin. Oleh karena itu tidak boleh digunakan pada saat hamil dan menyusui


Dosis

  • Pasien risiko kardiovaskular dewasa dengan risiko tinggi 20-40 mg satu  kali sehari. Dewasa dengan risiko menengah: 10 mg satu  kali sehari.
  • Pasien dengan hiperlipidemia dewasa: 10-20 mg satu kali sehari (dosis awal).
  • Pasien yang berisiko tinggi  menderita  penyakit kardiovasakular: 40 mg satu kali  sehari (dosis awal).
  • Pasien dengan keturunan  hiperkolesterolemia: 40 mg untuk digunakan  setiap malam hari atau 80 mg setiap hari yang  dibagi ke dalam 3 dosis.
  • Anak-anak 10-17 tahun dengan keturunan  hiperkolesterolemia: 10 mg untuk digunakan  setiap malam hari.
    Dosis penggunaan maksimal: 40 mg dengan interval  waktu 4 minggu.
  • Pasien dengan kerusakan ginjal parah 5 mg satu kali sehari (dosis awal).

Baca lebih lanjut: Penyakit kadar kolesterol tinggi

Efek Samping simvastatin

Sejumlah kecil orang yang menggunakan simvastatin mungkin memiliki masalah ingatan yang bersifat ringan atau kebingungan.  Obat ini jarang dapat menyebabkan masalah otot seperti nyeri otot, lemah, kelelahan, dan sejenisnya. Simvastatin jarang menyebabkan masalah hati. Namun kondisi pasien yang mempunyai riwayat penyakit hati dapat diberikan perhatian khusus. Terkadang reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi.

Informasi penting Sebelum menggunakan simvastatin

Sebelum menggunakan obat simvastatin, sebaiknya perlu memperhatikan kondisi berikut ini:

  • Sebelum mengkonsumsi simvastatin, beritahu dokter atau apoteker jika alergi terhadapnya; atau memiliki alergi lainnya. Bicaralah dengan apoteker Anda untuk lebih jelasnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan anda, terutama: penyakit hati, penyakit ginjal, penggunaan alkohol.
  • Batasi minuman beralkohol. Penggunaan alkohol setiap hari dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, terutama bila dikombinasikan dengan simvastatin.
  • Obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan. Simvastatin dapat membahayakan bayi yang belum lahir.
  • Tidak diketahui apakah obat ini masuk ke dalam ASI. Karena risiko yang mungkin terjadi pada bayi, menyusui saat menggunakan obat ini tidak dianjurkan.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, simvastatin dapat menyebabkan kondisi yang menyebabkan hancurnya jaringan otot rangka, yang menyebabkan gagal ginjal.
  • berhenti minum obat ini dan segera beritahu dokter jika anda hamil.

Cara menggunakan Simvastatin

  • Obat diminum dengan atau tanpa makanan. Biasanya dosis 1x sehari dan diminum dimalam hari
  • Jangan meningkatkan dosis obat tanpa ada pemberitahuan
  • Hindari makan jeruk bali atau jus grapefruit saat menggunakan obat ini. Grapefruit dapat meningkatkan jumlah obat ini dalam aliran darah.
  • Lakukan olahraga rutin ketika sedang minum obat ini untuk membantu memaksimalkan pengobatan.

Interaksi Obat Simvastatin

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko untuk efek samping yang serius. Beberapa produk yang mungkin berinteraksi dengan obat simvastatin antara lain: pengencer darah (seperti warfarin), siklosporin, danazol, gemfibrozil, antijamur azol tertentu (seperti itrakonazol, ketokonazol, posasonazol, vorikonazol), boceprevir, cobicistat, colchicine, delavirdine, antibiotik macrolide (seperti klaritromisin, eritromisin), nefazodon, penghambat protease HIV (seperti nelfinavir, ritonavir), telaprevir, telithromycin. Sebaiknya jangan menggunakan secara bersamaan dengan obat tersebut.

Overdosis

Jika seseorang mengalami overdosis dan memiliki gejala serius seperti pingsan atau sulit bernapas, segera rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Lupa minum obat

Jika Anda melewatkan dosis, ambillah segera setelah anda mengingatnya. Jika sudah dekat waktu dosis berikutnya, lewati dosis tersebut dan lanjutkan jadwal pemberian dosis biasa. Jangan menggandakan dosis ketika anda lupa meminum obat ini.

Penyimpanan

Simpan pada suhu kamar jauh dari cahaya dan kelembaban, jadi konsultasikan apoteker anda untuk informasi lebih lanjut. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan semua obat dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Tinggalkan komentar