Rute Pemberian Obat yang Lebih Baik dan Cepat

Rute Pemberian Obat yang Lebih Baik dan Cepat

Proses pengobatan untuk mencapai tujuan kesembuhan mempunyai cara pemberian obat yang beragam. Pemilihan rute pemberian obat tentu didasakan beberapa alasan yang berkaitan dengan tujuan pengobatan tersebut. Terkadang pertanyaan tentang Rute pemberian obat mana yang lebih cepat memberikan kesembuhan, bagaimana jalur obat masuk kedalam tubuh sering didengar oleh petugas kesehatan. Tentu maksud mereka bertanya untuk mengetahui cara pengobatan yang paling bagus ketika mereka sedang menggunakan obat.

Memang benar bahwa obat masuk kedalam tubuh mempunyai banyak rute/jalur, namun tujuannya sama yaitu untuk pencegahan, meredakan, atau menyembuhkan penyakit. Pemilihan rute obat tidak boleh ditentukan oleh pasien meskipun mereka menginginkan rute pemberian obat tertentu. Sebab menentukannya harus didasarkan oleh banyak pertimbangan. Pertimbangan pemilihan rute pemberian obat antara lain:

  • Kemudahan dalam menggunakan obat
  • Lama obat memberikan efek setelah masuk kedalam tubuh
  • Keamanan tubuh terhadap obat
  • Lokasi kerja obat yang diinginkan
  • Bentuk sediaan obat

Seseorang yang memakai obat yang sama belum tentu bisa diberikan dengan rute yang sama karena pertimbangan diatas. Oleh karena itu, perlu mengenal rute pengobatan agar tujuan pengobatan dapat tercapai.

Jenis-jenis rute pemberian obat

Rute pemberian obat secara oral

pemberian obat oral adalah cara pemakaian obat melalui mulut (per oral). Cara ini paling lazim digunakan karena sifat praktis, mudah dan aman. Namun tidak semua obat dapat diberikan dengan cara oral. Sebab ada obat yang bisa dirusak oleh cairan lambung. Alasan lainnya yaitu beberapa sediaan obat tidak tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul, Sehingga perlu cara pemberian lain. Termasuk durasi obat memberikan efek yang apabila mengalami keterlambatan bisa mengancam nyawa seseorang.

Rute pemberian obat secara injeksi

Rute injeksi atau melalui suntikan adalah pemberian obat dengan melalui kulit dengan cara merobek/merusak jaringan kulit. Biasanya jenis obat injeksi diberikan untuk memperoleh efek obat yang cepat serta obat-obatan yang tidak bisa melalui rute oral karena dirusak oleh cairan lambung dan sulit diserap oleh usus. Kondisi pasien tidak sadar, dalam keadaan gawat darurat, tidak ingin bekerja sama, mempunyai masalah pada organ pencernaan, atau kesulitan menelan merupakan pertimbangan pemilihan rute pemberian obat jenis injeksi.

Rute pemberian obat secara sublingual

Sublingual adalah cara pemberian obat yang dilekakkan dibawah lidah. Tujuan pengobatan melalui rute ini yaitu efek yang cepat dan pesat sebab obat langsung masuk ke peredaran darah. Namun perlu diingat bahwa “hanya sedikit jenis obat yang bisa digunakan melalui jalur sublingual”. Sangat tidak diperbolehkan menggunakan obat dengan cara ini tanpa perintah dari petugas Farmasi. Kerusakan pada jaringan mukosa mulut merupakan salahsatu bahaya dari menggunakan obat bukan sublingual melalui rute ini.

Rute pemberian obat secara implantasi

Implantasi atau implan subcutan adalah cara pemberian obat dibawah lapisan kulit menggunakan cara khusus. Biasanya bentuk obat implan seperti pellet memanjang atau silindris kecil. Obat ini terutama digunakan untuk efek yang bisa berlangsung lama, bisa dalam hitungan tahun.

Pemberian obat secara rektal

Rektal adalah pemberian obat melalui anus atau dubur. Obat ini diberikan untuk pasien yang kesulitan menelan atau pertimbangan lain sehingga tidak dapat diberikan melalui oral, serta kurang tepat juga apabila diberikan secara suntik. Alasan lain karena efek lokal yang diinginkan seperti pada pasien yang sulit buang air besar.

Pemberian obat secara inhalasi

Cara pemberian obat inhalasi yaitu sediaan dalam bentuk gas, zat terbang disemprotkan atau dihirup kedalam mulut hingga masuk ke saluran pernafasan. Reaksi obat ini sangat cepat sehingga banyak digunakan untuk proses operasi. Meskipun terdapat sediaan yang bersifat bekerja secara lokal saja seperti obat asma.

Pemberian obat intravaginal

Pemberian Intravaginal digunakan dengan cara obat dimasukkan kedalam vagina dan melarut didalamnya. Obat ini bekerja secara lokal hanya di area vagina untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan kelamin.

Pemberian obat secara topikal

Rute obat topikal yaitu cara pemberian obat yang dioleskan pada kulit. Sediaan ini dapat berupa salep, krim, lotion, atau bedak tabur dengan maksud pengobatan untuk area lokal.

Cara pemberian obat ada banyak rute dan semua rute tersebut adalah efektif jika didasarkan pada tujuan penggunaan serta pertimbangan kondisi pasien. Oleh karena itu, setiap pasien yang menginginkan untuk berobat agar Jangan menentukan cara pemberian obat tanpa anjuran dari tenaga medis. Apapun rute obat yang anda gunakan jika itu adalah petunjuk dari tenaga medis, maka itulah cara terbaik untuk memperoleh kesembuhan terhadap penyakit anda.

Lihat Lebih Lanjut: waktu minum obat paling tepat

Tinggalkan komentar