Proses Metabolisme Obat Melintasi Membran

0
219
views

Apoteker Anda – Proses metabolisme obat melintasi membran didalam tubuh. Sesaat setelah obat masuk kedalam tubuh melalui berbagai rute pemberian obat, nasib obat akan mengalami perubahan dengan tujuan agar senyawa dalam obat bisa diterima tubuh.

Tujuan ini tidak lain agar efek obat bisa mencapai reseptor sel target pengobatan agar memperoleh efek terapi. Istilah ini banyak dikenal dengan nama absorpsi, distribusi dan bersihan tubuh. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut ini tentang efek metabolisme obat lintas pertama, proses obat melintasi membran, ketersediaan hayati obat, dan bersihan tubuh.

Efek Obat Lintas Pertama

Hati merupakan suatu mesin metabolik dan sering menginaktifkan obat-obatan yang melintasi saluran gastrointestinal (GI) menuju tubuh. Peristiwa ini dikenal dengan nama efek metabolisme lintas pertama.

Obat yang diberikan per-oral diabsorpsi  dari saluran GI. Selanjutnya darah dari saluran GI masuk melalui hati. Pada tahap ini banyak obat yang akan mengalami metabolisme hati dan ini dilakukan secara luas saat melintasi saluran pencernaan ke seluruh tubuh.

Baca juga: Kecepatan Rute pemberian obat

Proses obat melintasi membran

Terdapat beberapa rute pemberian obat yang bermanfaat, tetapi hampir semua rute mengharuskan obat melintasi membaran biologis untuk mencapai tempat kerja obat.

Obat melintasi membran dengan cara difusi pasif atau melalui transpor aktif. Difusi pasif memerlukan suatu gradien konsentrasi ketika melintasi membran. Sebagian besar obat mendapatkan akses ke tempat kerjanya dengan metode ini.

Obat yang larut dalam air dapat menembus membran sel melalui saluran akuosa. Obat-obat yang umumnya larut dalam lemak bergerak begitu saja melalui membran.

Obat cenderung akan melintasi membran jika tidak bermuatan. Obat-obat yang tidak bermuatan lebih larut dalam lemak dibandingkan obat-yang bermuatan. Selain itu banyak obat merupakan asam lemah atau basa lemah. Asam lemah adalah donor ion hidrogen dan asam ini relatif melepaskan hidrogen dan menjadi bermuatan.

Ketersediaan hayati obat

Ketersediaan hayati obat adalah jumlah obat yang diabsorpsi setelah pemberian melalui rute X dibandingkan dengan jumlah obat yang diabsorpsi setelah pemberian intravena (IV). Rute X adalah rute pemberian obat selain IV. Untuk lebih memahami penjelasan tentang ketersediaan hayati obat, simak contoh berikut ini.

Sebuah pengujian senyawa obat baru melalui uji klinik diberikan per oral dan kadar plasma menunjukkan bahwa hanya 75% dosis obat oral tersebut yang mencapai sirkulasi. Jika dibandingkan dengan rute IV yaitu 100%. Maka ketersediaan hayati obat baru tersebut hanya 75% atau 0,75.

Bersihan tubuh

Bersihan atau clearens adalah istilah yang menunjukkan laju pembersihan obat dari tubuh. Istrilah tersebut didefinisikan sebagai volume plasma yang semua kandungan obatnya dibersihkan dalam satuan waktu tertentu. Rumus bersihan adalah sebagai berikut:

rumus bersihan obat dalam tubuh

Persamaan ini menggunakan satuan mililiter per menit (ml/menit) atau volume per satuan waktu. Sedangkan bersihan tubuh total adalah jumlah bersihan dari berbagai organ terlibat dalam metabolisme dan eliminasi obat.

Baca juga: Interaksi Obat, Bahaya Minum Obat Bersamaan

Saya adalah bagian dari layanan Apoteker indonesia. Menjadi penulis di Apotekeranda.com adalah satu kebanggaan karena dapat menyebarkan informasi kesehatan kepada seluruh masyarakat indonesia. Jika anda memiliki pertanyaan seputar obat, silahkan cantumkan melalui komentar, atau masuk di halaman Konsultasi obat. kami senantiasa akan melayani anda sepenuh hati. Terhubung bersama saya dengan follow instagram @samerjalali
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here