Jenis Penyakit Stroke: Sebab Gejala dan Cara Mencegah

0
117
views
jenis penyakit stroke sebab gejala dan cara mengobati

Penyakit Stroke terjadi saat suplai darah ke bagian otak terputus atau sangat berkurang, atau suplai oksigen dan nutrisi ke otak yang berkurang sehinga dalam beberapa menit, sel otak mulai mati. Stroke adalah keadaan darurat medis. Pengobatan yang tepat sangat penting. Tindakan dini dapat meminimalkan kerusakan otak dan komplikasi potensial. Kabar baiknya adalah bahwa stroke dapat diobati dan dicegah.

Gejala Penyakit Stroke

Gejala stroke dapat muncul dengan tanda tertentu. Perhatikan tanda dan gejala ini jika dicurigai kemungkinan terkena stroke. Perhatikan saat tanda dan gejala dimulai, karena lamanya waktu sejak munculnya gejala dapat membantu pengobatan dengan tepat dan cepat.

  • Kesulitan berbicara
  • Kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan atau tungkai
  • Kesulitan dengan melihat satu atau kedua mata
  • Sakit kepala
  • Kesulitan berjalan

Penyebab Munculnya Stroke

Penyebab stroke terjadi saat suplai darah ke otak terputus atau berkurang. Stroke dapat disebabkan oleh arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau bocor atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Beberapa orang mungkin hanya mengalami gangguan sementara aliran darah ke otak mereka (transient ischemic attack, atau TIA).

Stroke iskemik

Sekitar 85 persen stroke adalah stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika arteri ke otak menyempit atau tersumbat, menyebabkan aliran darah sangat berkurang (iskemia). Stroke iskemik yang paling umum meliputi:

  • Stroke trombotik. Stroke trombotik terjadi saat bekuan darah (trombus) terbentuk di salah satu arteri yang memasok darah ke otak. Bekuan darah bisa disebabkan oleh deposit lemak (plak) yang terbentuk di arteri dan menyebabkan berkurangnya aliran darah (aterosklerosis) atau kondisi arteri lainnya.
  • Stroke embolik Stroke embolik terjadi saat bekuan darah atau kotoran lainnya terbentuk dan tersapu aliran darah untuk masuk ke arteri otak yang lebih sempit. Jenis bekuan darah ini disebut embolus.

Stroke Hemorrhagic

Hemorrhagic stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak bocor atau pecah. Perdarahan otak bisa berakibat dari banyak kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah, termasuk penyakit hipertensi yang tidak terkontrol, overtreatment dengan antikoagulan dan titik lemah di dinding pembuluh darah (aneurisma). Jenis stroke hemoragik meliputi:

  • Perdarahan intracerebral. Dalam perdarahan intraserebral, pembuluh darah di otak meledak dan tumpah ke jaringan otak di sekitarnya, dan merusak sel otak. Tekanan darah tinggi, trauma, malformasi vaskular, penggunaan obat pengencer darah dan kondisi lainnya dapat menyebabkan pendarahan intraserebral.
  • Perdarahan subarachnoid. Dalam perdarahan subarachnoid, arteri di atau dekat permukaan otak robek dan tumpah ke ruang antara permukaan otak dan tengkorak. Pendarahan ini sering ditandai oleh sakit kepala yang tiba-tiba dan parah. Perdarahan subarachnoid biasanya disebabkan oleh pecahnya kantong yang menonjol di arteri yang dikenal sebagai aneurisma. Setelah pendarahan, pembuluh darah di otak bisa melebar dan menyempit tak menentu (vasospasme), menyebabkan kerusakan sel otak dengan semakin membatasi aliran darah.

Serangan iskemik transien (TIA)

Serangan iskemik transien (TIA) juga dikenal sebagai ministroke adalah periode singkat gejala yang serupa dengan yang dialami saat terkena stroke. Penurunan sementara suplai darah ke bagian otak menyebabkan TIAs, yang seringkali berlangsung kurang dari lima menit. Seperti stroke iskemik, TIA terjadi saat gumpalan atau puing-puing menghalangi aliran darah ke bagian otak. TIA tidak meninggalkan gejala yang lama karena penyumbatan bersifat sementara.

Faktor risiko

Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena stroke. Beberapa faktor juga dapat meningkatkan peluang terkena serangan jantung. Faktor risiko stroke yang berpotensi dapat diobati meliputi:

Faktor risiko gaya hidup

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak aktif secara fisik
  • Berat atau pesta mabuk-mabukan
  • Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan methamphetamine

Faktor risiko medis

  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok atau terpapar asap rokok
  • Kolesterol Tinggi
  • Diabetes
  • Obstructive sleep apnea atau gangguan tidur dimana kadar oksigen turun sebentar pada malam hari
  • Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung atau irama jantung abnormal

Lihat lebih lanjut: Penyakit Kolesterol

Faktor lain yang terkait dengan risiko stroke yang lebih tinggi meliputi:

  • Riwayat stroke pribadi atau keluarga, serangan jantung atau serangan iskemik transien.
  • usia 55 tahun atau lebih tua
  • Ras Afrika-Amerika memiliki risiko stroke lebih tinggi daripada orang-orang dari ras lain.
  • Jenis Kelamin. Pria memiliki risiko stroke lebih tinggi daripada wanita.

Komplikasi

Stroke kadang-kadang dapat menyebabkan cacat sementara atau permanen, tergantung pada berapa lama otak kekurangan aliran darah dan bagian mana yang terkena. Komplikasi meliputi:

  • Kelumpuhan atau kehilangan gerakan otot
  • Kesulitan berbicara atau menelan
  • Kehilangan memori atau kesulitan berpikir
  • Masalah emosional
  • Rasa nyeri hebat
  • Perubahan dalam perilaku dan kemampuan perawatan diri

Diagnosis Penyakit Stroke

Untuk menentukan penanganan yang paling tepat untuk stroke, perlu mengevaluasi jenis stroke yang dialami dan area otak mana yang terkena stroke. Perlu juga menyingkirkan kemungkinan penyebab gejala lainnya, seperti tumor otak atau reaksi obat. Cara mengetahui penyakit stroke dapat dilakukan dengan cara:

  • Pemeriksaan fisik. Gejala apa yang dialami, kapan muncul dan apa yang dilakukan saat ini terjadi. Termasuk memeriksa obat yang sedang dikonsumsi serta pengecekan kondisi vital seperti tekanan darah, kadar kolesterol.
  • Tes darah. Pengecekan bekuan darah, kadar gula darah atau permasalahan infeksi mungkin perlu dilakukan untuk mengetahui penyakit stroke.
  • Scan komputer terkomputerisasi (CT). CT scan menggunakan serangkaian sinar-X untuk membuat gambaran rinci tentang otak. CT scan dapat menunjukkan perdarahan, tumor, stroke dan kondisi lainnya.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk membuat tampilan otak secara mendetail.
  • Ultrasound karotid Dalam tes ini, gelombang suara membuat gambar detil dari bagian dalam arteri karotis di leher. Tes ini menunjukkan penumpukan deposit lemak (plak) dan aliran darah di arteri karotid.
  • Angiogram serebral Dalam tes ini, dokter memasukkan tabung tipis dan fleksibel melalui sayatan kecil, biasanya di selangkangan, dan membimbingnya melalui arteri utama dan masuk ke arteri karotis atau arteri vertebralis.
  • Ekokardiogram. Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar detil jantung.

Pencegahan penyakit stroke

Cara mencegah stroke dengan mengetahui faktor risiko stroke, menerapkan gaya hidup sehat adalah langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke. Jika terkena stroke atau serangan iskemik sementara (TIA), tindakan ini dapat membantu menghindari serangan stroke lain.

Banyak strategi pencegahan stroke sama dengan strategi pencegahan penyakit jantung. Secara umum, rekomendasi gaya hidup sehat meliputi:

  • Mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Berolahraga, mengelola stres, menjaga berat badan yang sehat, dan membatasi jumlah sodium dan alkohol
  • Menurunkan jumlah kolesterol dan lemak jenuh dalam makanan Anda
  • Berhenti merokok
  • Mengontrol diabetes
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Mengonsumsi makanan kaya buah dan sayuran
  • Berolahraga secara teratur
  • Hindari minum alkohol
  • Menghindari obat-obatan terlarang

Baca Lebih Lanjut: Penyakit tekanan darah tinggi

Obat pencegahan stroke

Jika mengalami stroke iskemik atau TIA, obat dengan rekomendasi dokter melalui resepnya yang diberikan oleh apoteker dapat mencegah stroke dengan obat-obat antiplatelet dan antikoagulan. Namun mengonsumsi obat ini harus dilakukan berdasarkan resep dokter. Sangat tidak diperbolehkan mengonsumsi obat dengan sekedar coba-coba.

Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi modern untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate. Saya Samir Jalali, mengajak masyarakat indonesia untuk bijak dalam menggunakan obat. Konsultasikan obat yang Anda gunakan bersama Apoteker di daerah Anda, atau hubungi kami.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here