Penyakit Kanker Serviks: Tanda Gejala & Pengobatan

0
82
views
penyakit kanker serviks

Artikel kanker serviks apoteker Anda. Mengenal tanda gejala serta pengobatan dan cara mencegah kanker serviks sejak dini. Penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi salah satu penyebab kematian terbesar didunia pada wanita. Begitu seriusnya ancaman kanker serviks sehingga setiap negara menerapkan program pengendalian kanker.

Tanda Gejala dan Mengobati serta pencegahan kanker serviks

Apa itu Kanker Serviks?

Apa itu Kanker Serviks dan tanda-tandanya? Penyakit Kanker serviks atau nama lain dari kanker leher rahim adalah penyakit yang disebabkan pertumbuhkan sel abnormal di daerah leher rahim. Kanker serviks dapat mempengaruhi wanita dari segala usia namun umumnya terjadi pada wanita pada usia 30 – 45 tahun. Prevalensi kejadian pada wanita usia 25 tahun atau dibawahnya sangat jarang.

Gejala kanker serviks sangat sulit dikenali pada stadium awal, namun seiring berkembangnya sel menyebabkan gejala umum seperti bercak darah yang keluar ketika berhubungan intim bukan pada masa menstruasi. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan pemeriksaan deteksi kanker disebut screening pap smear.

Penyebab Penyakit Kanker Serviks

Hampir semua Penyakit kanker serviks disebabkan oleh infeksi menular seksual yang biasa disebut human papillomavirus (HPV). Virus memiliki sekelompok jenis yang berjumlah lebih dari 100 jenis. Keberadaan HPV banyak ditemukan pada wanita selama kurung waktu tertentu. Namun kemampuan tubuh membersihkan virus tersebut hingga gagal melakukan perkembangan.

Proses terbentuknya kanker serviks melalui infeksi virus Human Papilloma dimulai ketika respon tubuh gagal dalam menangkal serangan virus. Akibatnya terjadi perkembangan sel tak terkontrol pada dinding rahim hingga terbentuk kanker serviks. Penyebaran HPV umumnya terjadi melalui kontak seksual atau kontak lain yang berkaitan dengan organ genital.

Gejala Kanker Serviks

Pada tahap kanker serviks stadium awal terbilang sulit untuk mengetahui gejala yang mengarah ke penyakit ini. Bahkan pada beberapa wanita tidak memiliki sama sekali gejala khas. Screening pap smear adalah langkah tepat untuk melakukan pemeriksaan kanker serviks.

Seiring berkembangnya penyakit ini, terdapat gejala kanker serviks yang dapat menjadi tolak ukur penderita. Gejala tersebut antara lain:

  • Pendarahan yang tidak biasa. Diluar daripada siklus menstruasi, adanya pendarahan hebat atau muncul bercak darah pada saat atau seletah berhubungan badan merupakan gejala kanker seviks awal.
  • Nyeri. Tanda lain dari kanker serviks mungkin termasuk rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan keputihan. Nyeri pada area panggul dapat juga menjadi ciri-ciri kanker serviks.
  • Menstruasi berlebihan dengan keluarnya volume darah lebih besar dibandingkan dengan saat haid normal.

Namun, sebagian besar wanita dengan gejala kanker serviks yang tercantum di atas tidak memiliki kanker serviks, dan kemungkinan besar akan mengalami kondisi lain, seperti infeksi.

Faktor risiko

Fakta bahwa infeksi HPV sangat umum dan sering terjadi pada wanita.Namun kanker serviks relatif jarang menunjukkan dan hanya sebagian kecil wanita yang rentan terhadap efek infeksi HPV. Tampaknya ada faktor risiko tambahan yang mempengaruhi peluang wanita terkena kanker serviks. Faktor risiko kanker serviks antara lain sebagai berikut.

  • Merokok – wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks sebagai wanita yang tidak. Bahan kimia yang terkandung didalam tembakau diduga berperan dalam pemicu kanker serviks.
  • Obat imunosupresi – wanita yang memakai obat imunosupresi berpotensi mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat berisiko tinggi terkena kanker serviks.

Diagnosis Kanker Serviks

Untuk mengetahui adanya kanker serviks dibutuhkan diagnosis melalui tes skrining. Pemeriksaan kanker serviks akan menunjukkan adanya kelainan pada sel leher rahim Anda dapat diketahui berdasarkan hasil tes pap smear. Namun, dalam kebanyakan kasus, kelainan tidak berarti Anda menderita kanker serviks.

Pertimbangan terkait tanda2 dan gejala leher rahim memungkinkan untuk diberikannya rujukan ke ahli ginekologi seperti: mengalami pendarahan yang tidak normal, atau gejala kanker serviks yang mengkhawatirkan lainnya. Prosedur lain sebagai penunjang diagnosis Kanker Serviks adalah sebagai berikut:

  • Kolposkopi adalah pemeriksaan pada leher rahim bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan atau adanya aktivitas sel kanker.
  • Cone Biopsy merupakan tindakan pembedahan kecil pada penanganan kanker serviks
  • Kawat listrik melingkar adalah upaya pengambilan sampel jaringan yang bertujuan untuk pemeriksaan lanjutan.

Stadium Kanker Serviks

Stadium kanker serviks merupakan kategori tingkat penyebaran sel kanker didalam tubuh manusia. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan jenis pemeriksaan yang telah dilewati. Pada umumnya kanker serviks terbagi dalam 5 tingkat stadium sebagai berikut:

  • Kanker Serviks Stadium 0 yaitu sel kanker tidak ditemukan namun terdapat kelainan yang ditemukan dan berpotensi bekembang menjadi sel kanker.
  • Kanker Serviks Stadium 1 yaitu sel kanker sudah ditemukan namun letaknya masih berada di dalam leher rahim dan belum ada penyebaran.
  • Kanker Serviks Stadium 2 yaitu ditemukan aktivitas penyebaran hingga diluar dinding rahim. Ini juga mempengaruhi jaringan sekitarnya.
  • Kanker Serviks Stadium 3 yaitu tingkat keparahan mulai memberikan ancaman dengan penyebaran sel kanker masuk di dinding panggul serta bagian bawah kelamin.
  • Kanker Serviks Stadium 4 yaitu tingkat keparahan tertinggi yang ditandai penyebaran sel kanker hingga ke usus bahkan pada beberapa kasus sudah menjalar ke paru-paru.

Pengobatan Kanker Serviks

Mengobati kanker serviks tergantung pada ukuran tingkat keparahan atau penyebaran sel atau kategori stadium kanker serviks. Jika hasil skrining menunjukkan tidak memiliki kanker serviks, namun ada perubahan biologis yang bisa berubah menjadi kanker di masa depan, sejumlah pilihan pengobatan dapat dilakukan sebagai berikut.

  • Eksisi loop besar dari zona transformasi (LLETZ) – sel abnormal dikeluarkan dengan anestesi lokal.
  • Biopsi kerucut – daerah jaringan abnormal, berbentuk kerucut, dikeluarkan saat operasi
    Tindakan Operasi

Prosedur pembedahan kanker seviks ada 3 jenis. Operasi tersebut antara lain sebagai berikut:

Radikal trachelektomi

leher rahim, jaringan di sekitarnya dan bagian atas V dikeluarkan namun rahim tetap ada didalam tubuh. Pengobatan kanker serviks ini hanya cocok jika diagnosis dibuat pada tahap awal. Selain itu, kelenjar getah bening yang terkait dengan area ini diambil sampelnya untuk memeriksa penyebaran mikroskopik.

Histerektomi

leher rahim dan rahim diangkat, prosedur ini banyak direkomendasikan untuk kanker serviks dini. Dalam beberapa kasus, rangkaian radioterapi dapat diikuti untuk membantu mencegah kanker kembali.

Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah prosedur pembedahan kanker serviks yang banyak diterapkan untuk pasien yang telah mengalami kesembuhan namun kembali mengidap kanker serviks. Prosedur ini melibatkan kelamin wanita direkonstruksi kembali yang diambil dari jaringan tubuh. Hal ini terjadi karena kanker akan diangkat bersama kandung kemih, kelamin, hingga usus bagian bawah.

Radioterapi

Radioterapi juga dianggap sebagai bagian dari perawatan kanker serviks; sebuah alternatif untuk operasi itu memiliki tingkat kesembuhan yang sama dan memiliki keuntungan untuk menghindari operasi saat kanker dekat dengan kandung kemih atau usus besar.

Kemoterapi kanker serviks

Kemoterapi adalah obat yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker didalam tubuh. Mekanisme kerja obat ini secara sistemik sehingga akan berpengaruh ke tubuh secara keseluruhan termasuk efek samping yang mungkin terjadi. Meskipun proses kemoterapi bertujuan membunuh sel kanker, namun dampak negatifnya akan mempengaruhi sel tubuh yang sehat.

Beberapa obat kemoterapi bersifat nefrotoksik yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah termasuk tes fungsi ginjal. Salah satu obat yang digunakan sebagai kemoterapi adalah cisplatin. Pasien kanker serviks dengan pengobatan kemoterapi akan mengalami kemungkin efek samping serius seperti berikut ini:

  • Nafsu makan menurun
  • Gangguan pencernaan seperti mual dan muntah
  • Cepat merasakan lelah
  • Kerontokan rambut.
  • Nafas memendek
  • Kekurangan sel darah merah dan putih

Pencegahan kanker serviks

Cara mencegah kanker serviks sejak dini dapat dilakukan dengan menghindari kemungkinan penyebab tertularnya virus HPV. Skrining atau pap smear merupakan langkah awal pemeriksaan kondisi leher rahim, meskipun bukan alat ukur untuk mendeteksi kanker.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan agar risiko kanker serviks dapat menurun antara lain sebagai berikut:

berhubungan badan dengan aman

Infeksi virus kanker serviks dapat tertular melalui hubungan badan yang tidak aman. Maka menggunakan kontrasepsi adalah cara untuk mencegah tertular penyakit ini

setia pada pasangan

Perempuan yang memiliki pasangan seksual lebih dari 1 akan berpotensi lebih besar terinfeksi HPV dibandingkan dengan mereka yang setia pada pasangannya.

Melakukan screening leher rahim

Ini biasa dikenal dengan nama Pap Smear. Sebuah metode skrining untuk mendeteksi kondisi sel pada leher rahim. Setiap wanita diatas 30 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setidaknya 2-5 tahun sekali.

Melakukan vaksin HPV

Penyuntikan vaksin Human papilomavirus memberikan perlindungan pada wanita dari ancaman inveksi virus penyebab kanker serviks ini. Untuk wanita usia 18 tahun atau sebelum melakukan kontak seksual sebaiknya melakukan screening pap smear.

Berhenti merokok

Telah diketahui bahwa senyawa kimia dalam asap tembakau menyimpan zat penyebab penyakit berbahaya, termasuk kanker serviks.

Baca juga: 10 Pertanyaan umum tentang kanker serviks dan pap smear

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here