Penyakit Disfungsi Ereksi Sebab Gejala dan Pengobatan

Penyakit Disfungsi Ereksi Sebab Gejala dan Pengobatan

Penyebab penyakit gangguan ereksi, gejala impotensi serta pengobatan erectile dysfungtion. Penyakit disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan seorang pria dalam mencapai maupun mempertahankan ereksi yang cukup guna melakukan aktifitas seksual yang memuaskan. Penyakit impotensi dapat ditandai dengan gejala ketidakmampuan pria dalam mempertahankan ereksi selama gairah seksual muncul. Masalah gangguan ereksi dapat terjadi pada semua golongan umur pada pria antara remaja hingga usia lansia.

Sebab Gejala dan Pengobatan Penyakit Disfungsi Ereksi

Penyebab Disfungsi Ereksi

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Faktanya semakin bertambahnya usia, maka impotensi atau gangguan ereksi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Dilansir melalui wikipedia menyebutkan bahwa sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.

Adanya kerusakan pada sistem persarafan yang ke dan dari penis juga dapat menjadi penyebab dari gangguan ereksi. Khususnya yang terjadi akibat penyakit diabetes, stroke, obat, alkohol, serta proses pembedahan. Beberapa obat yang dapat menyebabkan impotensi adalah: obat anti-hipertensi, obat penenang, obat lambung golongan tertentu seperti simetidin, antidepresi, termasuk litium. Namun pada usia lanjut umumnya penyakit disfungsi ereksi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron.

Kondisi psikis yang bermasalah mengambil bagian sebagai penyebab terjadinya gangguan masalah ereksi. Kondisi seperti kecemasan, perasaan takut seputar seks, kebimbangan mengenai jenis kelamin merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan masalah impoten.

Cara mengetahui/diagnosis impotensi

Untuk membantu mengidentifikasi adanya disfungsi ereksi, biasanya digunakan suatu parameter International Index Erectile Function-5 (IIEF-5), terdiri dari 5 pertanyaan,dan diberi skor 1-5. Jika total dari skor jawaban dari pertanyaan tersebut hasilnya ≤ 21 maka menunjukkan adanya disfungsi ereksi.

Cara lain untuk mendeteksi masalah gangguan ereksi dapat dilihat pada aktivitas ereksi saat pagi hari atau disaat tidur. Untuk membedakan penyebab fisik atau psikis, jika saat penderita masih mengalami morning erction, berarti impotensinya disebabkan oleh masalah psikis. Sebaliknya jika penderita tidak mengalami morning erection maka penyebab impotensinya adalah masalah fisik.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat pula dilakukan untuk mendeteksi penyakit disfungsi ereksi. Seperti Kaversonografi/ kavernosometri, Ultrasonografi Doppler, dapat dipakai untuk menilai aliran darah pada penis setelah dilakukan induksi ereksi dan Injeksi Intrakavernosa dengan obat-obat vasoaktif.

Pengobatan disfungsi ereksi

Masalah gangguan ereksi dapat ditangani secara medis dengan memberikan obat orang yang bekerja secara vasodilator arteri atau arteriol pada korpus kavernosum. salahsatu contoh obat yang paling sering digunakan yaitu sildenafil sitrat yang mempunyai maka kerja pendek dalam meningkatkan kemampuan ereksi. Namun beberapa kondisi penyakit penyerta dapat berbahaya dengan menggunakan obat tersebut. oleh karena itu diperlukan informasi dari petugas kesehatan khususnya apoteker. Pasien dapat melakukan konsultasi obat ke apoteker untuk penggunaan obat impotensi yang benar sesuai dengan diagnosis dokter.

Selain pengobatan medis, perilaku hidup sehat seperti tidak mengkonsumsi alkohol dan berhenti merokok serta menkonsumsi banyak asupan nutrisi untuk disfungsi ereksi dapat membantu meningkatkan kemampuan ereksi. Rutin melakukan olahraga dan senam bisa memberikan efek positif dalam menangani masalah gangguan ereksi.

Lihat juga: Mengobati disfungsi ereksi dengan makanan alami

Sumber: SMF Urologi RS Saiful Anwar Malang dan Wikipedia

Tinggalkan komentar