Indeks Nama Obat Aman dan Berbahaya pada Ibu Menyusui

0
940
views
obat yang aman untuk ibu menyusui dan yang berbahaya

Indeks nama obat yang bersifat aman dan berbahaya pada ibu yang sedang menyusui. Penggunaan obat dalam kondisi sakit sudah menjadi kewajiban untuk memperoleh peningkatan kualitas hidup atau kesembuhan. Namun, pada kondisi tertentu perlu sikap hati-hati dalam memilih obat. Kondisi tersebut adalah ketika sedang menyusui. Beberapa obat yang berbahaya untuk ibu menyusui karena dapat masuk dan bercampur dengan air susu ibu ASI sehingga berpotensi untuk mempengaruhi kesehatan bayi. Tidak sedikit obat yang berbahaya untuk ibu menyusui karena berpengaruh kesehatan bayi meskipun obat tersebut hanya dikonsumsi oleh sang ibu. Namun ada banyak juga obat aman untuk ibu menyusui.

Penggunaan obat aman untuk ibu menyusui

Daftar nama obat yang relatif aman serta yang berbahaya pada ibu menyusui. Hampir semua obat yang diminum perempuan menyusui terdeteksi didalam ASI, untungnya konsentrasi obat di ASI umumnya rendah. Fakta tersebut menjadi suatu kewaspadaan dan sikap hati-hati dan bijak dalam memilih obat untuk wanita yang sedang menyusui. Konsentrasi obat dalam darah ibu merupakan faktor utama yang berperan pada proses transfer obat ke ASI selain dari faktor-faktor fisiko-kimia obat. Volume darah/cairan tubuh dan curah jantung yang meningkat pada kehamilan akan kembali normal setelah 1 bulan melahirkan. Karena itu pemberian obat secara kronik mungkin memerlukan penyesuaian dosis.

Proses penyerapan obat, pengantaran, perubahan bentuk dan pengeluaran obat dari dalam tubuh bayi berbeda nyata dengan orang dewasa. Kecepatan penyerapan obat melalui saluran pencernaan lebih rendah dan lambat jika dibandingkan orang dewasa. Termasuk juga proses perubahan bentuk obat (metabolisme) dan proses pengeluaran obat atau eksresi masih rendah pada bayi. meskipun kondisi ini akan meningkat dalam beberapa bulan. Obat aman untuk ibu menyusui. Selain banyaknya obat yang diminum oleh bayi melalui ASI ketika ibu mengonsumsi obat, juga kinetika obat pada bayi menentukan akibat yang akan ditimbulkan oleh suatu obat terhadap tubuh bayi. Kondisi ini akan memberikan akumulasi jumlah obat didalam tubuh bayi menjadi banyak, sehingga memberikan efek yang bersifat merugikan pada bayi.

Berikut ini indeks nama obat yang relatif aman digunakan oleh seorang ibu yang sedang menyusui. Meskipun dikatakan relatif aman, namun sebaiknya perlu diperhatikan apabila terdapat tanda-tanda karena penggunaan obat, sebaiknya hentikan penggunaan obat tersebut. Dan perlu ditekankan bahwa jangan pernah melakukan coba-coba tanpa petunjuk dan rekomendasi dari apoteker atau dokter mengenai keamanan obat yang anda minum.

Pedoman Pengobatan dan Pemberian ASI

Nama ObatABCDKeterangan
Asetamonifen (Tylenol)vAnalgesik non-narkotika. Digunakan postpartum
Asiklovir (Zovirax)vDigunakan untuk herpes. Konsentrasi rendah di dalam ASI
Albuterol (Proventil)vPencegahan terhadap bronkospasme
Alprazolam (Xanax)vGunakan obat pengganti. Risiko akumulasi
AminofillinvObservasi adanya iritabilitas dan insomnia pada bayi
AmoksisilinvMasuk ke dalam ASI secara lambat
AmpisillinvKonsentrasi dalam ASI rendah
Amitriptilin (Elavil)vTidak terdeteksi dalam urin bayi
AntimetabolitvAktivitas anti DNA
AspirinvDosis analgesik biasa (300-600 mg) biasanya aman. Obat pilihan untuk diagnosa. Artritis jangka panjang
AtenololvDilaporkan adanya bayi yang mengalami sianosis dan bradikardi pada terapi maternal
AzitromisinvCocok untuk laktasi
Bromokriptin vTidak digunakan untuk menekan produksi ASI
Sefalosporin vMasuk ke dalam ASI dengan konsentrasi rendah. Umumnya dianggap aman
StadolvAman dalam dosis tunggal
KafeinvJika dosis ibu tinggi, bayi menjadi peka dan lemah
Kaptopril vAntihipertensi jumlahnya sedikit dalam ASI
Karbamazepin vAntikonvulsan, akumulasi tidak terlihat
Kloramfenikol (Chloromycetin)vRisiko kecil terhadap supresi sumsum tulang terdapat efek merugikan
Klorpromazin (Thorazine)vAntimalaria, Obat penenang, observasi sedasi pada bayi
Simetidin (Tagamet)vAntagonis H-2, menurunkan produksi asam
Siprofloksasin (Cipro) vQuinolone, terjadinya artopati dan kartilago pada hewan yang imatur
Klindamisin (Cleocin)vBerbentuk krim vagina, oral dan dapat diinjeksi
KodeinvAman untuk kesehatan, pada bayi untuk pemakaian yang
singkat
Kontrasepsi, hanya progestin oralvTunggu sampai laktasi telah terbentuk dengan baik 4-6 minggu
Kontrasepsi, oral (dengan
estrogen)
vBiasanya akan menurunkan pasokan ASI
KortikosteroidvGunakan hanya untuk waktu yang singkat dan dengan dosis yang rendah
Krotamiton 10 %vDigunakan untuk skabies. Aman dan efektif untuk wanita yang menyusui
Desipramin (Norpramin)vTidak ada obat yang terdeteksi di dalam urin bayi.
Pilihan antidepresan untuk wanita manyusui
Diazepam (Valium)vGunakan obat pengganti, risiko akumulasi
Dikloksasilin (Dynapem) vResisten – penisilin, antistafilokokus
Digoksin (lanoxin) vObat antiaritmia. Paparan terhadap bayi kemungkinan
tidak bermakna
EfedrinvKomponen yang biasa digunakan dalam campuran obat batuk dan obat demam yang dijual bebas
ErgonovinMenekan produksi ASI. Masa postpartum singkat dapat menjadi aman
ErgotaminvDigunakan untuk migren. Menekan suplai ASI. Dapat
menyebabkan muntah, diare, konvulsi
EritromisinvTidak boleh diberikan pada usia kurang dari 1 bulan jika berisiko ikterik
Etosuksimid (zarontin)vAntikonvulsan. Masuk dengan bebas ke dalam ASI. Pertimbangkan penggunaan obat pengganti
Fentanil (Sublimaze)vTerdapat dalam ASI dengan jumlah kecil. Tidak dapat
dideteksi setelah 10 jam
Flukonazol (Diflucan)vDigunakan untuk mengobati kandidiasis. Aman
digunakan untuk anak-anak
Fluoksetin (Prozac)vDapat menyebabkan gejala kolik
Furosemid (Lasixvdiuretik antihipertensi
Gentamisin (Garamycin)vAntibiotik aminoglikosida. Dapat diberikan pada bayi
Haloperidol (Haldol)vObat penenang
HeparinvTidak diekskresi ke dalam ASI
Ibuprofen (Motrin)vBiasanya digunakan untuk nyeri postpartum.
Perpindahan minimal
Imipramin (Tofranil)vAntidepresan
Vaksin influenza vVaksinasi maternal dianggap tidak menyebabkan risiko terhadap bai yang disusui
InsulinvTidak diekskresikan ke dalam ASI dengan berat molekul yang besar
YodiumvMudah diabsorpsi dan terkonsentrasi dalam ASI; dapat
menyebabkan supresi tiroid; dosis 15 % dapat masuk ke dalam ASI dalam 3 hari
Zat besi vSuplemen tidak mengubah kadar zat besi pada ASI dalam jumlah besar
IsoniazidvAntituberkular. Sampai saai ini tidak dilaporkan adanya
efek merugikan pada bayi. Mungkin baik untuk memantau tanda-tanda keracunan pada bayi
Ketokonazol (Nizoral)vDigunakan untuk mengobati kanddiasis yang berat
Levonogestrel (NORPLANT)vKontrasepsi yang efektif. Efek pada suplai ASI tidak
meyakinkan
Lindan (Kwell)vSecara klinis jumlahnya tidak bermakna (30 g/ml) dalam
ASI. Membutuhkan informasi lebih
Litium (Eskalith)vPantau kadar serum bayi. Pilih obat alternatif jika
mungkin
Asam mandelikvTerdeteksi di dalam urin semua bayi yang diteliti. Efeknya belum diketahui
Magnesium sulfatvDapat menghambat masuknya ASI
Medroksiprogesteron (DepoProvera) vDidapat pada ASI dalam jumlah yang tidak bermakna.
Akumulasi tidak merupakan masalah
Meperidin (Demerol)vDapat menyebabkan depresi neurobehavioral pada
neonatus. Anjurkan untuk digunakan pada periode awal
postpartum
Mesoridazin (Serentil)vFenotiazin digunakan sebagai antipsikotik
Metaproterenol (Alupent)vDigunakan untuk asma bronkhial
Metformin (Glucophage)vAntidiabetik. Efeknya belum diuji
Metenamin (Mandelamin) vAntiinfeksi urinarius. Tidak ada efek merugikan yang dilaporkan
Metadon (Dolophine)vDigunakan untuk mengobati adiksi heroin. Kadarnya
minimal dalam ASI
Metimazol (Tapazol) vUntuk hipertiroid. Rasio S.P lebih tinggi dari
propiltiourasil
Metildopa (Aldomet)vAntihipertensi
Metoklopramid (Reglan)vDigunakan untuk meningkatkan ASI; dosis 10 mg 3 x
sehari
Metoprolol (Lopressor)vMengacu pada tindakan menghambat, pantau bayi jika
digunakan dalam jangka lama
MorfinvAman untuk digunakan dalam jangka waktu pendek
untuk mengendalikan nyeri. Bayi akan lebih waspada dan
orientasinya lebih baik daripada jika ibu menerima
meperidin
Nadolol (Corgard)vHindari jika bayi masih muda dan/atau dibutuhkan dosis
yang tinggi
Nalbufin (Nubain)vAnalgesik non narkotik. Aman dalam dosis tunggal
NaproksenvMasuk ke dalam ASI dengan jumlah kecil (0,26% dari
dosis maternal. Rasio M/P kira-kira 0,10)
NifedipinvDosis rendah digunakan untuk engobati vasospasme
puting; dosis maternal <5 % yang ditransfer ke bayi
NitrofurantoinvDigunakan untuk mengobati infeksi traktus urinarius
Nortriptilin (Pametor)vTidak terdeteksi di dalam serum bayi
Nistatin (Mycostatin)vAman digunakan untuk kandidiasis
Ofloksasin (Floxin)vAntibiotik fluorquinolone yang mirip dengan
siprofloksasin
Oksasilin (Prostaphlin) vAntistafilokokus
Oksikodon (Percocet, PercodanvAman untuk digunakan dalam waktu singkat
Paroksetin (Paxii) vAntidepresan; <1% dosis harian yan ditransfer ke bayi
yang mendapatkan ASI
Panisilin (Pen G, Pen V)vDiekskresikan ke dalam ASI dalam konsentrasi rendah.
Dapat terjadi modifikasi flora usus besar dan
kemungkinan repons alergenik
FenazopiridinvDigunakan untuk mengendalikan gangguan kejang.
Kadar dalam ASI <5% dosis terapeutik untuk bayi
PodofilinvDigunakan untuk terapi kulit genital, jangan digunakan
selama menyusui
PropoksifenvAman bila digunakan dalam dosis tunggal
PropanololvPemaparan dalam waktu lama memerlukan pemantauan
PropitiourasilvUntuk mengobati hipertiroidisme, pantu fungsi tiroid
bayi jika digunakan untuk waktu lama.
PiretrinsvDigunakan untuk mengobati pedikulosis. Penyerapan
topikal buruk. Kecil kemungkinan terjadi toksisitas; lebih disukai daripada Lindane 1 %
QuinidinevObat antiaritmia
RanitidinvBayi memperoleh obat ini dalam jumlah sangat kecil
melalui ASI
RifampinvAntituberkular. Tidak dilaporkan adanya efek merugikan
SertralinvAntidepresan. Tidak ditemukan dalam serum bayi
SotalolvMasuk ke dalam ASI dalam jumlah relatif banyak
meskipun tidak dilaporkan adanya efek yang merugikan. Pantau efek samping pada bayi
StreptomisinvDiberikan secara langsung pada bayi. Tidak lebih dari dua minggu
Pencahar berbentuk laksatifvEfek lokal
SulindakvNon-steroidal, anti-inflamasi
TerbutalinvDosis untuk bayi adalah 0,2 % dari dosis maternal.
Gejala dari rangsangan beta-adrenergik tidak ditemukan dalam penelitian terhadap bayi
TerkonazolvDigunakan untuk candidiasis. Berbentuk krim vagina dan supositoria.
TerfenadinvAntihistamin. Jumlah yang ditentukanuntuk dikonsumsi
oleh neonatus setelah ibu diberikan dosis yang
dianjurkan cenderung tidak berakibat pada kadar plasma
yang menghasilkan efek tidak baik.
TeofillinvKurang dari 0,1 % muncul didalam ASI, kadang-kadang dapat mengakibatkan iritabilitas pada bayi baru lahir.
SulfonamidvHindari selama bulan pertama kehidupan. Mengganti bilirubin.
TioridazinvFenotiazin digunakan sebagai anti-psikotik
Tiroid dan tiroksin (synthoroid)vDapat meningkatkan volume ASI bila ibu hipotiroid
Tranilsipromin (parnate) vInhibitor MAO digunakan sebagai anti-depresan
VerapamilvTidak ada obat yang ditemukan dalam plasma bayi.

Keterangan: A = Relatif Aman, B = Butuh Perhatian, C = Tidak diketahui, D = Kontraindikasi (berbahaya)

Sumber: Buku Pedoman Ibu Hamil Kemenkes RI

Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here