Rivaroxaban kombinasi Aspirin Signifikan Obati Kardiovaskular

Rivaroxaban kombinasi Aspirin Signifikan Obati Kardiovaskular

Penyakit kardivaskular merupakan suatu penyakit yang mengambil peran dalam peningkatan angka kematian di banyak negara. Penanganan penyakit ini membutuhkan pengobatan khusus dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Baru-baru ini telah dilakukan suatu penelitian terbaru terkait penggunaan obat kardiovaskular kombinasi untuk melihat aktivitas obat dalam memberikan kesembuhan yang lebih baik.

Dilansir dari Univadis, sebuah penelitian yang menggunakan obat Rivaroxaban yang dikombinasikan dengan aspirin menunjukkan bukti efektif untuk pencegahan sekunder kejadian kardiovaskular pada pasien dengan penyakit stabil. Hasil akhir dari percobaan COMPASS dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress dan diterbitkan bersamaan di New England Journal of Medicine.

Dalam trial tersebut menggunakan lebih dari 27.000 pasien dengan penyakit aterosklerotis stabil dengan metode acak untuk diberikan rivaroxaban 2,5 mg dua kali sehari ditambah aspirin 100 mg sekali sehari atau rivaroxaban 5mg dua kali sehari, dengan kedua rejimen dibandingkan dengan terapi standar dengan aspirin 100 mg sekali sehari.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bukti penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, stroke atau infark miokard sebanyak 24% pada kelompok yang menggunakan kombinasi obat rivaroxaban + aspirin dibandingkan dengan pemberian aspirin Tunggal. Kejadian perdarahan mayor adalah 1,7 kali lebih banyak terjadi pada pasien dalam kelompok kombinasi namun tidak menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada perdarahan intrakranial atau fatal yang terlihat di antara keduanya. Manfaat klinis sebanyak 20% mengurangi risiko pada kelombok kombinasi dibandingkan dengan aspirin tunggal.

Perbandingan rivaroxaban tunggal vs aspirin saja tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hasil primer, namun tingkat perdarahan mayor lebih tinggi pada penggunaan rivaroxaban saja. Penelitian ini dihentikan lebih awal karena keunggulan pengobatan kombinasi setelah dilakukan follow-up rata-rata 23 bulan.\

Referensi: Eikkelboom J, Connolly S, Bosch J, et al, for the COMPASS investigators. Rivaroxaban with or without Aspirin in Stable Cardiovascular Disease. N Engl J Med. Published online August 27, 2017. DOI: 10.1056/NEJMoa1709118.

Tinggalkan komentar