Obat PCC Sebenarnya: Kandungan, Indikasi, Efek Samping

Obat PCC Sebenarnya: Kandungan, Indikasi, Efek Samping

Obat PCC merupakan obat yang mempunyai kandungan bahan aktif generik yang terdiri paracetamol atau acetaminofen + caffeine + carisoprodol. 3 komponen obat tersebut masing-masing memberikan efek kerja yang berbeda namun saling berkaitan untuk mendukung masing-masing efek kerja obat. Namun, untuk apakah sebenarnya obat PCC itu? bagaimana bahaya obat PCC, apa efek samping obat PCC setelah diminum dan apa yang terjadi jika obat pcc disalahgunakan.

Paracetamol

Obat paracetamol sudah bukan menjadi obat asing untuk masyarakat. Obat ini diperjual belikan secara bebas dan dapat diperoleh di warung kecil hingga apotik. Paracetamol masuk dalam golongan obat analgetik antipiretik, yaitu obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan demam. Namun, paracetamol mempunyai kerja yang lebih kuat pada kondisi demam dibandingkan dengan nyeri. Sehingga obat ini dikenal sebagai analgesik lemah.

Paracetamol dibatasi penggunaan maksimalnya 4 gram dalam sehari pada orang dewasa. Artinya diatas daripada dosis tersebut akan memberikan efek samping yang fatal. Bahaya efek samping utama dari obat ini apabila digunakan dalam jangka panjang atau dosis berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati yang berat. Kondisi berbahaya lainnya adalah reaksi alergi yang menyebabkan kondisi kulit melepuh yang memenuhi seluruh badan atau biasa disebut dengan sindrom steven jonshon.

Seseorang yang dalam kondisi sudah mempunyai penyakit hati, gagal ginjal atau menggunakan alkohol akan memperberat dan mempercepat kejadian efek samping berbahaya tersebut. Sehingga perlu perhatian khusus pada pasien yang sedang mengalami kondisi ini. Mengonsumsi paracetamol saat dalam pengaruh alkohol, atau sedang mengonsumsi alkohol sangat tidak direkomendasikan.

Caffein

Obat kafein sering digunakan mengembalikan kewaspadaan mental dan pasien lelah. Obat ini diindikasikan pada pasien yang mengalami masalah pada sistem saraf pusat (SSP). Kafein juga banyak digunakan pada masalah sakit kepala dan migrain. Penggunaan obat cafein dengan dosis berlebihan akan meningkatkan risiko pada masalah jantung dan sistem saraf pusat. Kondisi insomnia, kecemasan, tremor pun akan meningkat akibat penggunaan obat ini secara belebihan. Efek samping lain adalah kondisi kejang dapat terjadi akibat over dosis cafein.

Menggunakan kafein perlu perhatian khusus selain pada kondisi diatas, masalah lambung dan usus serta kelainan kadar gula darah dapat terjadi. Penurunan kadar glukosa dibawah normal serta peningakatan gula darah pernah dilaporkan terjadi. Pada kondisi penyakit hati dan gagal ginjal juga membutuhkan kehati-hatian jika menggunakan obat ini.

carisoprodol

Carisoprodol digolongkan sebagai obat pelemas otot yang bekerja secara sentral dan digunakan untuk mengatasi nyeri otot, seperti nyeri punggung bawah, atau nyeri akibat cedera otot. Obat Carisoprodol bekerja dengan cara menangkan saraf yang berkaitan dengan otot sehingga memberikan penurunan efek nyeri. Obat dengan merek dagang Somadril ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang (paling lama 2-3 minggu), karena belum ada bukti kuat mengenai efektivitasnya jangka panjang.

Ketika menggunakan obat ini, kemungkinan efek samping dapat muncul seperti pusing, mengantuk, kondisi jantung berdebar, dan penurunan tekanan darah dibawah normal. Reaksi obat carisoprodol apabila digunakan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kram pada perut, insomnia, pusing, mual dan muntah. Menggunakan obat ini dalam pengaruh alkohol ataupun mengemudi tidak dianjurkan.

Pada penggunaannya sebelum 2014, obat ini banyak disalahgunakan pada mereka yang pecandu obat, sehingga pada tahun tersebut, badan POM melakukan penarikan terkait obat ini dengan alasan salah satunya adalah penyalahgunaan obat.

Penyalahgunaan dan overdosis

Penyalahgunaan obat carisoprodol menimbulkan risiko overdosis yang dapat menyebabkan masalah susunan saraf pusat (SSP), depresi pernafasan, hipotensi, kejang, hingga kematian. Dilansir melalui ndrugs.com, obat ini banyak disalahgunakan khususnya bagi mereka yang mempunyai ketergantungan obat. Gejala yang dilaporkan akibat penyalahgunaan obat carisoprodol insomnia, muntah, kram perut, sakit kepala, tremor, otot berkedut, ataksia, halusinasi, dan psikosis. Metabolit meprobamate yang terkandung didalamnya dapat menyebabkan ketergantungan.

Dalam penggunaan obat yang tepat, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi obat dengan apoteker. Apoteker tidak mendiagnosa penyakit, namun dapat membantu setiap pasien untuk menemukan obat yang tepat terkait penyakit yang pasien derita. Mintalah petunjuk penggunaan obat, efek samping, hal-hal yang harus dihindari selama minum obat, dan pertanyaan lain seputar obat. Meskipun apoteker tidak menuliskan resep untuk penyakit, tetapi mereka mempunyai wewenang dalam mengganti obat yang tepat jika memenuhi syarat ganti obat.

Lihat juga: Waspada minum obat banyak sekaligus

Tinggalkan komentar