10 Pertanyaan Umum Tentang Kanker Serviks dan Pap Smear

0
79
views
pertanyaan umum tentang kanker serviks dan pap smear

Artikel kanker serviks Apotekeranda.com – Pertanyaan terkait kanker serviks dan tes pap smear yang paling sering diajukan untuk mengetahui segala hal tentang penyakit kanker serviks. Ancaman penyakit berbahaya selalu ada setiap saat pada manusia. Untuk itu pengembangan ilmu pengobatan modern terus diupayakan sebagai cara mengatasi berbagai permasalahan penyakit termasuk kanker seviks.

Diskusi Kanker Serviks dan Pap Smear

Kanker serviks adalah penyakit yang menyerang wanita melalui infeksi virus pada rahim. Akibat pertumbuhan sel-sel tidak terkontrol ini menyebabkan penderita membutuhkan perawatan dan pengobatan lebih intensif. Untuk mengenali kanker serviks, berikut ini 10 pertanyaan teratas beserta jawaban seputar kanker serviks dan pemeriksaan Pap smear.

#1 Apa penyebab kanker serviks?

Human Papillomavirus (HPV) adalah penyebab hampir semua kasus kanker serviks. Faktor risiko terbesar untuk kanker servis yang tidak menjalani tes Pap setiap dua tahun.

#2 Apa saja gejala kanker serviks?

Tahap awal kanker serviks seringkali tidak memiliki gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah ada sel abnormal pada serviks adalah tes Pap Smear. Terkadang perdarahan tidak normal, rasa sakit bisa jadi tanda kanker serviks dan seharusnya segera diperiksa.

#3 Apa itu tes Pap Smear?

Tes Pap adalah tes sederhana yang digunakan untuk memeriksa perubahan pada Sel-sel serviks yang jika tidak diobati, bisa menyebabkan kanker serviks. Petugas terkait mengambil sampel sel dari serviks dan memasukkannya ke kaca geser. Slide itu diuji di laboratorium dan hasilnya biasanya tersedia di dalam dua minggu.

#4 Apakah tes Pap terasa sakit?

Kebanyakan wanita tidak menemukan tes Pap menyakitkan tapi kadang kala itu bisa tidak nyaman Jika tes Pap terasa sakit, beritahu dokter Anda atau Perawat segera.

#5 Seberapa akurat tes Pap?

Tes Pap memiliki tingkat akurat sekitar 90 persen. Sebagian besar kasus Kanker serviks membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk berkembang. Setiap perubahan Yang terlewat dalam satu tes biasanya terlihat setelah dua tahun sebelum menjadi masalah serius. Pemeriksaan Pap Smear sebaiknya tidak dilakukan dengan sering, kecuali dibutuhkan.

#6 Kapan wanita harus menjalani tes Pap?

Wanita harus mulai menjalani tes Pap sekitar setahun setelah pertama mereka kontak seksual atau pada saat memasuki umur 18 tahun.

#7 Apa peran HPV pada kanker serviks?

Human papillomavirus (HPV) berhubungan dengan kebanyakan kelainan serviks dan Hampir semua kasus kanker serviks. Ada banyak jenis HPV dan lebih dari 40 jenis mempengaruhi area genital. Empat dari lima orang akan memiliki HPV di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Kebanyakan wanita dengan HPV tidak akan mengalami kanker serviks.

Sistem kekebalan tubuh biasanya membersihkan HPV dengan sendirinya. Vaksin HPV melindungi terhadap dua jenis HPV yang menyebabkan sekitar 70 persen dari kanker serviks.

#8 Apakah hasil tes Pap yang abnormal berarti saya menderita kanker?

Sebagian besar hasil tes Pap normal. Sejumlah kecil menunjukkan perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim. Sebagian besar perubahan ini adalah infeksi ringan yang mudah terjadi diobati atau dibersihkan secara alami. Namun perlu dibedakan perubahan karena penyakit endometriosis dan kanker serviks.

Dalam jumlah kasus yang sangat kecil, perubahannya mungkin menjadi kanker serviks Saat ditemukan lebih awal. Itulah sebabnya mengapa menjalani tes Pap setiap dua tahun sangat penting.

Baca: Sebab gejala dan mengobati endometriosis

#9 Bagaimana dengan wanita yang pernah menjalani histerektomi?

Beberapa wanita yang sudah menjalani histerektomi (pengangkatan rahim) masih perlu melakukan tes Pap biasa. Wanita masih memerlukan tes Pap biasa jika mereka:

  • Masih memiliki serviks
  • Memiliki histerektomi sebagai bagian pengobatan kanker ginekologi
  • Pernah mengalami kelainan signifikan pada tes Pap
  • Tidak pernah menjalani tes Pap.

Wanita yang telah menjalani histerektomi harus memeriksakan diri ke dokter jika tidak yakin.

10# Bagaimana dengan wanita yang telah mengalami menopause?

Menopause tidak melindungi wanita dari kanker serviks. Sebagian besar kasus kanker serviks terjadi pada wanita di atas 40 tahun. Semua wanita perlu menjalani tes Pap setiap dua tahun sampai usia 70 tahun.

Kesimpulan

Memahami dan mengetahui sejak dini informasi seputar kanker serviks serta pemeriksaan pap smear sangat penting dilakukan pada setiap wanita. Untuk itu penting untuk menjaga dengan baik kesehatan organ genital termasuk kebersihannya. Bila Anda mengalami kelainan seperti nyeri menstruasi berlebihan, melakukan pemeriksaan lebih lanjut adalah tindakan paling tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here