Informasi Obat Digoxin

0
92
views
Layanan konsultasi dan Informasi obat lengkap oleh apoteker anda

Obat Digoxin adalah obat yang digunakan untuk mengendalikan detak jantung untuk memberikan sirkulasi darah yang efektif melalui peningkatan kekuatan pada jantung. Obat sering digunakan pada pasien yang mengalami gagal jantung kongestif. Digoxin termasuk golongan cardiac glycoside.

Informasi Obat Digoxin


Golongan Antiaritmia, glikosida jantung, obat kardiovaskular, obat dengan efek inotropik


Kategori Obat Resep


Indikasi obat Digoksin digunakan pada penanganan gagal jantung dan atrial fibrilasi


Bentuk Sediaan tablet 0,25 mg dan ampul 0,5mg/2mL


Dosis Obat Digoksin

Dosis Digoxin pada Pasien Dewasa dengan Atrial fibrasi

  • rute pemberian IV atau Oral; dosis muatan 0,25 mg setiap 2 jam sampai maksimal 1,5 mg, dosis pemeliharaan 0,125-0,375 mg/hari.
  • Rute pemberian IV atau IM: diberikan dosis 8-12 mcg/kg (berikan 1/2 dari total dosis muatan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan 1/4 dosis dari total dosis muatan setiap 6-8 jam selama 2 kali pemberian), dosis pemeliharaan 2,4-3,6 mcg / kg sekali sehari dosis dapat ditingkatkan setiap 2 minggu berdasarkan respon klinis, kadar obat, dan toksisitas.
  • Rute pemberian oral (tablet): total dosis muatan 10-15 mcg/kg (berikan 1/2 dari total dosis muatan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan 1/4 dosis dari total dosis muatan setiap 4-8 jam selama 2 kali pemberian), untuk dosis pemeliharaan harian atau digitalisasli bertahap, berikan 3,4-5,1 mcg/kg sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 2 minggu.

Dosis digoksin pada kondisi Gagal jantung

  • Rute pemberian IV atau IM:untuk memperoleh efek digitalis cepat: dosis muatan 8-12 mcg/kg (berikan 1/2 dari total dosis muatan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan 1/4 dosis dari total dosis muatan setiap 6-8 jam selama 2 kali pemberian), dosis pemeliharaan 2,4-3,6 mcg/kg sekali sehari dosis dapat ditingkatkan setiap 2 minggu berdasarkan respon klinis, kadar obat, dan toksisitas.
  • Rute oral (tablet): untuk memperoleh efek digitalis cepat: dosis muatan 10-15 mcg/kg (berikan 1/2 dari total dosis muatan terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan 1/4 dosis dari total dosis muatan setiap 4-8 jam selama 2 kali pemberian), untuk dosis pemeliharaan harian atau digitalisasli bertahap, berikan 3,4-5,1 mcg/kg sekali sehari dan dosis dapat disesuaikan setiap 2 minggu, (larutan oral) dosis pemeliharaan 3 mcg/kg sekali hari, dosis dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.

Kontraindikasi

Penggunaan digoksin dikontraindikasikan pada pasien dengan kondisi yang hipersensitif pada digoxin atau sediaan digitalis lain dan kondisi ventricular fibrilation.


Efek Samping digoksin

Menggunakan digoksin tidak terlepas dari reaksi obat yang merugikan. Efek samping yang sering terjadi antara lain:

  • Gastrointestinal: mual dan muntah.
  • Neurologik: pening, sakit kepala. Psikiatri: gangguan mental, halusinasi.

Terlepas dari itu, terdapat pula efek samping yang serius, sehingga apabila menemukan gejala berikut ini, segeralah untuk melakukan pemeriksaan lebih lebih lanjut di rumah sakit terdekat.

  • Kardiovaskular: Cardiac dysrhythmia, iskemia jantung, Sinoatrial block, Sinus Vasokonstriksi, gelombang ST depresi, ventrikular takikardia, ventrikular fibrilasi.
  • Hematologi: Trombositopenia.
  • Dermatologi: kemerahan pada kulit, pruritus, urtikaria.
  • Sistem otot dan rangka: kelemahan. Okular: gangguan penglihatan (pandangan mata kabur atau yellow vision).
  • Respiratori: edema pada laring.

Efek samping yang sangat jarang terjadi antara lain: Asymmetric chorea, gynecomastia, palpitasi, iskemia pada intestin, perdarahan nekrosis pada intestin, eosinofilia, dan disfungsi seksual.


Interaksi Obat Digoxin

Menggunakan obat digoksin perlu perhatian khusus apabila digunakan bersama dengan obat lain atau makanan. Sebab dapat berpotensi mengubah efek dari digoxin. Berikut ini obat yang berinteraksi dengan digoksin.

  • Kadar digoksin dalam darah dan/atau efek toksisitas digoksin (mual,muntah, aritmia jantung) ditingkatkan oleh: amiodaron, eritromisin, klaritromisin, sakuinavir, telaprevir, cobicistat, verapamil, tiazide, kuinidin, mifepriston, dofetilide, moricizine HCL, itraconazole, indometasin, ritonavir, lapatinib, alprazolam, dronedarone, tetrasiklin, propanthelin bromide, spironolakton, propafenone, conivaptan HCL, canagliflozin, ezogabine, oleander, demeclocycline, minoksiklin, norepinefrin, difenoksilat, quercetin, ulipristal asetat, boceprevir, doksisiklin, dopamine HCL, oksitetrasiklin, epinefrin, epoprostenol, pankuronium bromida, etravirine, mirabegron, roksitromisin, fluoxetin, trimetropim, kaptopril, atorvastatin, nitrendipin, piretanide, indekainid, azitromisin, valspodar, trazodon, flekainid, paromomisin, lenalidomid, mibefradil dihidroklorid, darunavir, furosemide, tikagrelor, nisoldipin, rabeprasol, omeprasol, posakonasol, hidroklorokuin, lornoxikam, telmisartan, diltiazem, simvastatin, nilvadipin, nefasodon, azosemide, torsemid, bepridil, ranolazin, kuinin sulfat, siklosporin, telitromisin, gatifloksasin, tramadol, disopiramid, lansoprazol, amfoterisin B liposom, diritromisin, nifedipin, acetazolamide, quinupristin/dalfopristin, ketokonasol, bumetanid, diasepam, dexlansoprazole, etodolak, senna, teriparatid, esomeprasol magnesium, felodipin, sitagliptin fosfat.
  • Menurunkan efektivitas digoksin: St. John’s Wort, akarbose, kolestipol, sukralfat, amilorid, siklofosfamid, kaolin, penisilamin, vinkristin, karbimazol, cisaprid.
  • Menurunkan kadar digoksin: rifampisin, metoklopramid, kolestiramin, antasid, neomisin, asam aminosalisilik, sulfasalazin, meglitol, exenatid, levalbuterol, activated charcoal, albuterol.
  • Penggunaan bersama dengan kalsium karbonat dapat meningkatkan risiko aritmia dan kolaps pada kardiovaskular.
  • Penggunaan bersama dengan kolkisin dapat meningkatkan risiko terjadinya rabdomyolisis.
  • Penggunaan bersama dengan metformin dapat meningkatkan kadar metformin.

Selain obat, digoksin yang digunakan bersamaan dengan makanan akan dapat menurunkan konsentrasi puncak dari digoxin.


Monitoring selama menggunakan digoxin

Konsentrasi serum digoksin harus dimonitor karena digoksin mempunyai rentang terapi yang sempit (rentang kadar terapi 0,5-2 nanogram/mL; kadar >2 nanogram/mL meningkatkan toksisitas); peningkatan kontraktilitas jantung; tanda dan gejala gagal jantung; resting ventricular rate; kadar elektrolit dalam darah; fungsi ginjal; tanda dan gejala toksisitas digoksin (anoreksia, mual, muntah, perubahan pandangan, artimia jantung).


Merek Dagang

Terdapat beberapa merek dagang dengan kandungan digoxin antara lain: Digoksin Sandoz; Fargoxin;Digoksin Indo Farma, Digoksin NI, dan Lanoxin.

Lihat juga:

Pustaka: 1. Martindale 37th, 2. Micromedex 2.0 version, 3. AHFS 2011, 4. DIH 21th ed, 2012, 5. ISO Volume 47; 2012-2013, 6. MIMS edisi 14; 2013, 7. The Renal Drug Handbook. 3rd ed; 2009, 8. BNF for Children 2013, 9. Handbook on Injectable Drugs. 16th ed. 2011, 10. Drugs in pregnancy and lactation. 8th ed. 2008. Via Binfar Depkes RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here