Diabetes Mellitus: Ilmuwan Menemukan 5 Tipe, Bukan 2!

0
93
views
penelitian terbaru ilmuwan memiliki 5 tipe diabetes bukan 2

Apoteker Anda – Banyak ilmuwan sepakat untuk mengusulkan penyakit diabetes mellitus memiliki 5 tipe, bukan 2. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di The Lancet Diabetes & Endocrinology menyebutkan bahwa rang dewasa dengan diabetes dapat memperoleh manfaat dari perawatan yang lebih baik jika kondisi tersebut dikategorikan ke dalam lima jenis, bukan hanya dua.

Hasil penelitian terbaru mengusulkan diabetes menjadi 5 tipe, bukan 2

Pengidap penyakit diabetes seperti negara Amerika Serikat sudah mencapai sekitar 30,3 juta orang hidup dengan diabetes tipe 1 dan 2. Ini tidak termasuk diabetes gestational.

Sekilas tentang diabetes mellitus

Pada diabetes tipe 1, sel-sel beta pankreas yang berperan memproduksi insulin yakni hormon yang mengontrol kadar gula darah didalam tubuh rusak akibat serangan sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme autoimun. Mekanisme kerja insulin gagal terbentuk akibat produksinya tidak tersedia.

Diabetes tipe 2 adalah bentuk penyakit diabetes yang paling umum. Tipe ini mengambil sekitar 90-95 persen dari total penderita diabetes. Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh berhenti merespons insulin sehingga mengalami resistensi insulin.

Kedua bentuk kondisi tersebut memberikan dampak kenaikan kadar gula darah bisa menjadi terlalu tinggi yang dikenal sebagai hiperglikemia. Jika dibiarkan, diabetes mellitus dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, termasuk penyakit ginjal, penyakit kardiovaskular, dan kerusakan saraf.

Lima tipe diabetes yang direkomendasikan

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Leif Groop, dari Lund University Diabetes Centre di Swedia dan Institute for Molecular Medicine Finland di Helsinki.Para peneliti menganalisis data dari empat studi termasuk total 14.775 orang dewasa dari Swedia dan Finlandia, yang semuanya baru mendapat diagnosis diabetes.

Sebagai bagian dari analisis, para ilmuwan melihat enam ukuran di setiap subjek yang masing-masing mewakili tipe diabetes yang berbeda.

Enam ukuran subjek tersebut antara lain:

  • indeks massa tubuh (BMI)
  • usia saat diagnosis diabetes
  • hemoglobin A1C (HbA1C)
  • Ukuran kontrol gula darah jangka panjang
  • fungsi sel beta, resistensi insulin
  • dan adanya autoantibodi terkait diabetes.

Hasil penelitian ini mengungkapkan lima bentuk diabetes yang berbeda, tiga di antaranya bersifat parah dan dua yang bersifat ringan. Tim peneliti tersebut mengkategorikan 5 tipe diabetes terbaru yang diajukan sebagai berikut:

Diabetes Kategori 1

Diabetes autoimun yang bersifat parah atau saat ini dikenal sebagai diabetes tipe 1. Tipe ini ditandai dengan kekurangan insulin dan kehadiran autoantibodi. Ini diidentifikasi pada 6-15 persen subjek.

Diabetes Kategori 2

Diabetes kekurangan insulin bersifat parah yang ditandai dengan usia yang lebih muda, defisiensi insulin, dan kontrol metabolik yang buruk, tetapi tidak ada autoantibodi. Ini diidentifikasi pada 9-20 persen subjek.

Diabetes Kategori 3

Diabetes yang resisten terhadap insulin bersifat parah yang ditandai dengan resistensi insulin yang parah dan risiko penyakit ginjal yang lebih tinggi secara signifikan. Ini diidentifikasi pada 11-17 persen subjek.

Diabetes Kategori 4

Diabetes yang berhubungan dengan obesitas dan bersifat ringan, paling umum pada individu yang memiliki kelainan berat badan (obesitas). Ini mempengaruhi 18-23 persen subjek.

Diabetes Kategori 5

Diabetes yang berhubungan dengan usia dan bersifat ringan, paling sering terjadi pada orang tua. Ini adalah bentuk yang paling umum, mempengaruhi 39-47 persen subjek.

Para peneliti mencatat bahwa masing-masing dari kelima tipe ini juga berbeda secara genetik, yang berarti bahwa tidak ada mutasi genetik yang dibagi di seluruh lima kelompok.

Terobosan pengobatan baru penyakit diabetes

Ketika para peneliti menilai pengobatan diabetes yang diterima oleh orang dewasa di masing-masing dari lima kelompok diatas, mereka melihat bahwa beberapa diperlakukan tidak tepat. Sebagai contoh, tim peneliti tersebut menunjukkan bahwa hanya 42 persen pasien di kategori 1 dan 29 persen pasien di kategori 2 menerima terapi insulin.

Mereka mengatakan bahwa ini menunjukkan klasifikasi diabetes saat ini gagal untuk menargetkan fitur yang mendasari penyakit. Dengan demikian, Prof. Groop dan rekan mengusulkan bahwa diabetes harus dikategorikan ke dalam lima tipe berbeda.

Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperbaiki lima kelompok diabetes. Para ilmuwan tesebut percaya bahwa penelitian ini merupakan langkah besar menuju perawatan khusus untuk mengobati diabetes.

Sumber: Artikel ini telah dimuat di medicalnewstoday.com dengan judul: Diabetes: Study proposes five types, not two
TINJAUAN IKHTISAR
Kualitas
Manfaat
Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here