Cara Mengetahui Seluruh Kandungan Kimia Tanaman

Cara Mengetahui Seluruh Kandungan Kimia Tanaman

Cara melakukan Skrining Fitokimia untuk Mengetahui Kandungan Kimia Secara Lengkap pada Tanaman yang akan diteliti. Cara skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dalam suatu tanaman. Skrining ini dilakukan terhadap sampel segar yang telah dihaluskan dan selalu dibuat baru yang digunakan dalam penelitian meliputi pemeriksaan senyawa kimia golongan alkaloida, glikosida, steroida/triterpenoida, flavonoida, saponin, tanin dan antrakinon. Dalam penelitian pengujian efek suatu tanaman, mencari tau kandungan kimia tanaman yang diuji adalah hal wajib.

 Cara memetahui kandungan kimia secara lengkap pada suatu tanaman

Cara mengetahui kandungan Alkaloida dalam tanaman

Sebanyak 0,5 g simplisia tanaman yang telah dihaluskan, ditambahkan 1 ml asam klorida 2 N dan 9 ml air suling, dipanaskan di atas penangas air selama 2 menit,didinginkan dan disaring. Filtrat dipakai untuk uji alkaloida sebagai berikut:

  1. Filtrat sebanyak 3 tetes ditambah dengan 2 tetes larutan pereaksi Mayer,  akan terbentuk endapan menggumpal berwarna putih atau kuning
  2. Filtrat sebanyak 3 tetes ditambah dengan 2 tetes larutan pereaksi  Bouchardat, akan terbentuk endapan berwarna coklat sampai kehitaman
  3. Filtrat sebanyak 3 tetes ditambah dengan 2 tetes larutan pereaksi Dragendorff, akan terbentuk endapan merah atau jinggaAlkaloida positif jika terjadi endapan atau kekeruhan paling sedikit dua dari tiga percobaan diatas

Cara mengetahui kandungan Glikosida tumbuhan

Sebanyak 3 gram simplisia halus yang telah dihaluskan, disari dengan cara refluks menggunakan 30 ml campuran etanol 95% dengan air suling (7:3) selama 10 menit, didinginkan dan disaring. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air suling dan 25 ml timbal (II) asetat 0,4 M, dikocok, didiamkan 5 menit lalu disaring. Filtrat disari dengan 20 ml campuran isopropanol dan kloroform (2:3), dilakukan berulang sebanyak 3 kali.

Kumpulan sari air tambahkan natrium sulfat anhidrat, saring dan diuapkan pada temperatur tidak lebih dari 50 Celcius, sisanya dilarutkan dalam 2 ml metanol. Larutan sari air dalam metanol dimasukkan ke dalam tabung reaksi selanjutnya diuapkan di atas penangas air. Pada sisa ditambahkan 2 ml air dan 5 tetes larutan pereaksi Molish. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat pekat melalui dinding tabung, terbentuknya cincin ungu pada batas kedua cairan menunjukkan adanya glikosida.

Cara mengetahui kandungan Steroida/Triterpenoida tanaman

Sebanyak 1 gram simplisia yang telah dihaluskan, dimaserasi dengan 20 ml eter selama 2 jam, disaring, filtrat diuapkan dalam cawan penguap dan pada sisanya ditambahkan 20 tetes asam asetat anhidrat dan 1 tetes asam sulfat pekat (pereaksi Liebermann-Burchard). Apabila terbentuk warna ungu atau merah yang berubah menjadi biru hijau menunjukkan adanya steroida/triterpenoida.

Cara mengetahui kandungan Flavonoida Tumbuhan

Sebanyak 10 gram simplisia yang telah dihaluskan, ditambahkan 10 ml air panas, dididihkan selama 5 menit dan disaring dalam keadaan panas, ke dalam 5 ml filtrat ditambahkan 0,1 g serbuk magnesium dan 1 ml asam klorida pekat dan 2 ml amil alkohol, dikocok dan dibiarkan memisah. Flavonoida positif jika terjadi warna merah atau kuning atau jingga pada lapisan amil alkohol.

Cara mengetahui kandungan Tanin tanaman

Sebanyak 0,5 gram simplisia yang telah dihaluskan, disari dengan 10 ml air suling lalu disaring, filtratnya diencerkan dengan air sampai tidak berwarna. Larutan diambil sebanyak 2 ml dan ditambahkan 1 sampai 2 tetes pereaksi besi (III) klorida 1%. Jika terjadi warna biru atau kehitaman menunjukkan adanya tanin.

Cara melakukan pemeriksaan Saponin pada tanaman

Sebanyak 0,5 gram simplisia yang telah dihaluskan, dimasukkan dalam tabung reaksi, ditambahkan 10 ml air panas, didinginkan kemudian dikocok kuatkuat selama 10 detik, jika terbentuk buih yang mantap setinggi 1 sampai 10 cm yang stabil tidak kurang dari 10 menit dan tidak hilang dengan penambahan 1 tetes asam klorida 2 N menunjukkan adanya saponin.

Cara mengetahui kandungan Antrakinon tumbuhan

Sebanyak 0,2 gram tanaman yang telah dihaluskan, ditambah 5 ml asam sulfat 2 N, dipanaskan sebentar, setelah dingin ditambahkan 10 ml benzena, dikocok dan didiamkan. Lapisan benzena dipisahkan dan disaring. Lapisan benzena dikocok dengan 2 ml natrium hidroksida 2 N, didiamkan. Lapisan air berwarna merah dan lapisan benzena tidak berwarna menunjukkan adanya antrakinon.

Demikian penjelasan cara mengetahui kandungan kimia tanaman yang biasa disebut dengan skrining fitokimia. Artikel ini diambil dari buku Materia Medika Indonesia terbitan Depkes tahun 1978.

Lihat Lebih lanjut: cara mengetahui kandungan antioksidan tanaman

Tinggalkan komentar