Cara Kerja & Keamanan Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Cara Kerja & Keamanan Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Artikel ini berjudul Pemeriksaan MRI: Bagaimana Cara Kerja dan keamanan MRI?. Mendengar kata MRI yang merupakan singkatan dari Magnetic Resonance Imaging, tentu pikiran kita langsung terarah pada pemeriksaan canggih untuk mendeteksi penyakit di rumah sakit. Namun sebenarnya Apakah itu MRI? Bagaimana cara kerja MRI dan Bagaimana pula kemanan menggunakan MRI?

Cara Kerja dan Keamanan dari Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Magnetic Resonance Imaging (MRI), juga dikenal sebagai pencitraan resonasi magnetik, adalah teknik pemindaian untuk membuat gambar secara rinci tentang tubuh manusia. Pemindaian menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat untuk menghasilkan gambar bagian tubuh yang tidak dapat dilihat dengan sinar X, CT scan atau ultrasound. Kecanggihan teknologi ini dapat membantu dokter untuk melihat sendi, tulang rawan, ligamen, otot dan tendon di dalam tubuh, sehingga membantu mendeteksi berbagai macam cedera.

Pemeriksaan MRI juga digunakan untuk memeriksa struktur tubuh internal dan mendiagnosis berbagai gangguan. Seperti stroke, tumor, aneurisma, cedera tulang belakang, multiple sclerosis dan masalah telinga, mata atau bagian dalam lainnya.

Bagaimana Cara Kerja MRI?

Tubuh manusia banyak air. Molekul air (H2O) mengandung inti hidrogen (proton), yang menjadi selaras dalam medan magnet. Pemindai MRI menerapkan medan magnet yang sangat kuat (sekitar 0,2 sampai 3 tesla. Atau kira-kira seribu kali kekuatan magnet kulkas biasa), yang meluruskan proton “berputar”.

Pemindai juga menghasilkan arus frekuensi radio yang menciptakan medan magnet yang bervariasi. Proton menyerap energi dari medan magnet dan membalikkan putarannya. Saat medan dimatikan, proton berangsur-angsur kembali ke putaran normal. Proses ini yang disebut presesi. Proses pengembalian menghasilkan sinyal radio yang bisa diukur dengan receiver di pemindai dan dijadikan gambar. kata Filippi melalui Live Science.

Proton di jaringan tubuh yang berbeda kembali ke putaran normalnya pada tingkat yang berbeda, sehingga pemindai dapat membedakan di antara berbagai jenis jaringan. Pengaturan pemindai dapat disesuaikan untuk menghasilkan kontras antara berbagai jaringan tubuh. Medan magnet tambahan digunakan untuk menghasilkan gambar 3 dimensi yang dapat dilihat dari sudut yang berbeda. Ada banyak bentuk MRI, tapi difusi MRI dan fungsional MRI (fMRI) adalah dua jenis MRI yang paling umum.

Apa yang diharapkan dari Pemeriksaan MRI

Selama MRI, seseorang akan diminta untuk berbaring di atas meja bergerak yang akan meluncur ke dalam bukan mesin berbentuk mirip donat untuk memindai bagian tubuh secara spesifik. Mesin itu sendiri akan menghasilkan medan magnet yang kuat di sekitar orang dan gelombang radio akan diarahkan ke tubuh.

Mayo clinic menyebutkan bahwa seseorang tidak akan merasakan medan magnet atau gelombang radio, jadi prosedur itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, mungkin ada banyak bunyi berdebar kencang atau suara yang mengetuk selama pemindaian (mungkin terdengar seperti palu godam), Sehingga orang sering diberi headphone untuk mendengarkan musik atau penyumbat telinga untuk membantu menghalangi suara. Teknisi juga bisa memberikan instruksi kepada Anda selama tes berlangsung.

Bagaimana Keamanan MRI? apakah aman untuk tubuh?

Keamanan tes MRI. Tidak seperti bentuk pemeriksaan lainnya seperti sinar-X atau CT scan, MRI tidak menggunakan radiasi pengion. MRI semakin sering digunakan untuk melihat gambar janin selama kehamilan. dan tidak ada efek samping pada janin yang telah ditunjukkan, kata Filippi melalui Live Science. Namun tetap saja MRI bukanlah cara diagnosis pertama pada suatu penyakit. Sehingga praktisi medis tidak merekomendasikan penggunaan MRI sebagai tahap pertama diagnosis.

Metode Pemeriksaan MRI diindonesia sudah banyak diterapkan untuk menegakkan diagnosis penyakit. Sehingga pengobatan terhadap suatu penyakit dapat dengan mudah ditangani. Jika tertarik untuk melakukan pemeriksaan ini, anda dapat mengunjungi rumah sakit terdekat di kota anda yang mempunyai fasilitas ini.

Lihat Lebih Lanjut: Teknologi terapi Laser dalam dunia medis

Tinggalkan komentar