Bahaya Resistensi Antibiotik Akibat Asal Coba Obat

Bahaya Resistensi Antibiotik Akibat Asal Coba Obat

Bahaya resistensi antibiotik akibat coba-coba merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global, ketahanan pangan, dan pembangunan saat ini. Resistensi antibiotik dapat mempengaruhi siapa saja, dari segala usia, di negara manapun. Resistensi antibiotik terjadi secara alami, namun penyalahgunaan antibiotik pada manusia dan hewan mempercepat prosesnya.

Risiko Bahaya dari Obat Antibiotik jika salah penggunaan

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Bahaya resistensi antibiotik terjadi saat bakteri berubah dalam menanggapi penggunaan obat-obatan ini. Bakteri, bukan manusia atau hewan, menjadi resisten terhadap antibiotik. Bakteri ini dapat menginfeksi manusia dan hewan, dan infeksi yang menyebabkannya lebih sulit diobati daripada yang disebabkan oleh bakteri yang tidak tahan.

Nama bakteri yang berpotensi Resitensi Antibiotik

Beberapa bakteri yang berperan dalam proses infeksi yang bersifat sangat berbahaya antara lain:

  • Streptococcus Pyogenes. Bakteri ini pertama kali didokumentasikan tahun 1884. Penyakit yang disebabkan antara lain sakit tenggorokan, kelainan kulit
  • Neisseria Gonorrhoeae pertama kali ditemukan tahun 1885 sebagai penyebab penyakit gonore
  • Mycobacterium Tuberculosis ditemukan tahun 1882 sebagai penyebab utama penyakit TBC
  • Acinetobacter Baumannii ditemukan pertama kali tahun 1911 sebagai penyebab dari penyakit Pneumonia, Meningitis, Infeksi Saluran Kemih
  • Escherichia coli (E.Coli) ditemukan tahun 1895 sebagai penyebab Diare, Infeksi Saluran Kemih, Meningitis.
  • Klebsiella Pneumoniae (1886) sebagai penyebab infeksi paru dan pneumonia.
  • Clostridium Difficile pertama kali ditemukan 1935 yang menyebabkan penyakit diare.
  • Pseudomonas Aeruginosa ditemukan 1872 sebagai penyebab pneumonia dan berbagai penyakit infeksi.
  • Burkholderia Cepacia pertama kali ditemukan 1949 menyebabkan penyakit pneumonia
  • Staphylococcus aureus (MRSA) Pertama didokumentasikan: 1884 dengan Penyakit Penyebab: Pneumonia dan beberapa infeksi lainnya.

Lihat: Video cara kerja antibiotik

Lingkup masalah Penggunaan Antibiotik

Bahaya resistensi antibiotik meningkat ke tingkat yang sangat tinggi di seluruh belahan dunia. Mekanisme resistensi baru muncul dan menyebar secara global, mengancam kemampuan kita untuk mengobati penyakit menular yang umum. Daftar infeksi yang berkembang – seperti pneumonia, tuberkulosis, keracunan darah dan gonore – menjadi lebih sulit, dan terkadang tidak mungkin, untuk diobati sebagai antibiotik menjadi kurang efektif.

Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antibiotik

Untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran resistensi antibiotik, setiap orang seharusnya:

  • Gunakan antibiotik hanya bila diresepkan oleh profesional kesehatan bersertifikasi. Jangan pernah meminta antibiotik jika petugas kesehatan mengatakan bahwa anda tidak memerlukannya.
  • Selalu ikuti saran petugas kesehatan anda saat menggunakan antibiotik. Jangan pernah berbagi atau menggunakan sisa antibiotik.
  • Selalu habiskan antibiotik yang telah diresepkan meskipun penyakit anda sudah sembuh sekalipun.

Dampak bahaya resistensi antibiotik

Bila infeksi tidak lagi mampu diobati dengan antibiotik lini pertama, obat-obatan yang lebih mahal harus digunakan. Durasi pengobatan dan pengobatan pun menjadi lebih lama, seringkali di rumah sakit, meningkatkan biaya perawatan kesehatan serta beban ekonomi pada keluarga dan masyarakat. Resistensi antibiotik adalah menempatkan resiko pengobatan yang paling besar dalam dunia medis.

Lihat lebih lanjut: Waktu yang tepat minum obat

Tinggalkan komentar