Interaksi Obat – Waspada Bahaya Minum Obat Bersamaan

Interaksi Obat – Waspada Bahaya Minum Obat Bersamaan

Minum obat bersamaan. Apakah berbahaya untuk tubuh?. Seringkali untuk memudahkan proses minum obat, pasien meminum 2 atau 3 jenis obat secara bersamaan dalam satu waktu. Kondisi yang dianggap sepele namun efek samping obat yang ditimbulkan bisa fatal. Kondisi ini dianggap sebagai resiko interaksi obat dalam dunia medis. Dalam ilmu pengobatan, obat adalah yang bersifat menyembuhkan jika digunakan secara tepat. Namun bersifat merugikan apabila digunakan dengan cara kurang tepat.

Istilah 2 atau lebih obat maupun bahan makanan yang saling berinteraksi didalam tubuh disebut Interaksi Obat. Sebuah cabang Ilmu Farmasi yang fokus membahas tentang pengaruh obat dengan obat lainnya. Atau obat dengan makanan terhadap tubuh ketika diminum pada saat yang sama. Ilmu ini memperingatkan kepada setiap pengguna obat untuk lebih berhati-hati ketika menjalani terapi pengobatan.

Bagaimana obat bisa berbahaya?

Ketika seorang pasien meminum obat, dalam waktu singkat obat tersebut akan masuk ke sistem sirkulasi tubuh untuk menjalankan tugasnya dalam proses penyembuhan. satu jenis obat mempunyai durasi efek yang berbeda dengan jenis obat lainnya. Dan setiap obat tidak mempunyai efek dan cara kerja yang sama didalam tubuh. Atas dasar tersebut, resiko efek samping obat akan muncul ketika seseorang menggunakan obat yang lebih dari 1 yang diminum secara bersamaan.

Obat yang diminum secara bersamaan dengan obat lain, atau dengan makanan tertentu dapat berpotensi merugikan bagi tubuh. Efek negatif tersebut bisa berupa aksi kerja obat A terganggu karena adanya obat B yang mendominasi aksi kerjanya didalam tubuh. Selain itu dapat pula memberikan peningkatan aktivitas obat A menjadi lebih tinggi karena pengaruh dari obat B atau makanan tertentu. Efek dari aktivitas obat yang tinggi bisa menyebabkan obat menjadi racun bagi tubuh atau obat kurang memberikan efek karena obat cepat dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat atau urin.

Lihat lebih lanjut: Jenis-jenis jalur obat masuk ke tubuh

Contoh kasus bahaya minum obat bersamaan

Contoh Kasus minum obat bersamaan yang paling sering terjadi ketika pengobatan penyakit nyeri atau peradangan seperti luka sayatan atau benturan ataupun luka lainnya yang berpotensi menimbulkan nyeri. dalam waktu yang sama pasien tersebut mempunyai penyakit lambung yang umumnya dikenal sebagai penyakit maag. Untuk mengobati kedua penyakit tersebut, maka 2 obat utama akan dibutuhkan yaitu pereda nyeri dan penurun sekresi asam lambung.

Obat nyeri yang beredar yang bisa dibeli tanpa resep dokter mempunyai efek positif meredakan nyeri, dan disisi lain memberikan efek negatif iritasi pada lambung melalui gangguan proteksi lambung. Ketika seseorang dengan kondisi penyakit “maag” meminum obat ini bersamaan dengan obat untuk asam lambungnya, maka dapat dipastikan bahwa efek dari obat lambung tersebut akan mengalami penurunan efek kerja. Sehingga tujuan untuk pengobatan lambung menjadi gagal akibat adanya obat lain yang mengganggu. Penurunan efek tersebut disebabkan karena penurunan perlindungan pada lambung yang mengakibatkan pengeluaran asam menjadi tinggi. Sehingga obat lambung tidak mampu memberikan efek terapi yang efektif.

Contoh kasus lain bahaya minum obat bersamaan yaitu ketika seseorang dengan keluhan sakit kepala akibat pengaruh alkohol. Sumber alkohol dapat berasal dari makanan yang mengandung alkohol seperti fermentasi beras (Tape), bisa juga karena benar-benar meminum air yang mengandung alkohol. Ketika obat pereda sakit kepala tertentu bertemu dengan kandungan alkohol didalam tubuh, maka potensi efek samping akan besar. Organ sasaran utama adalah hati yaitu keracunan hati akibat sifat toksik dari obat meningkat karena adanya alkohol.

Solusi Menggunakan Obat Aman

Contoh diatas hanyalah sejumlah kecil dari masalah penggunaan obat ketika diminum bersamaan tanpa instruksi khusus. Atau meminum obat dengan cara coba-coba. Bahkan kehilangan nyawa pun bisa menjadi efek dari penggunaan obat yang tidak tepat. Meskipun sejumlah besar bersifat merugikan ketika minum obat bersamaan, namun ada juga obat yang memberikan efek positif ketika diminum bersamaan.

Oleh karena itu, sangat penting seorang pasien yang sedang menjalani terapi untuk berkonsultasi kepada apoteker mengenai obat yang sedang dikonsumsi. Serta menghindari penggunaan obat karena rekomendasi dari keluarga atau rekan berdasarkan pengalaman pengobatan mereka. Karena obat mereka belum tentu cocok untuk anda. Sehingga perlu diingat bahwa “Apoteker bukan mendiagnosa penyakit anda, Tapi Apoteker membantu anda untuk menemukan obat yang tepat untuk penyakit anda”. Tetap selalu berhati-hati dalam menggunakan obat untuk kesuksesan dan kesembuhan penyakit anda. Tanya Obat, Tanya Apoteker.

Lihat lebih lanjut: Waktu tepat minum obat

Tinggalkan komentar