Informasi Obat Atorvastatin

0
121
views
Layanan konsultasi dan Informasi obat lengkap oleh apoteker anda

Obat atorvastatin adalah obat yang masuk dalam golongan statin yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol LDL. Pasien dengan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan pembuluh dapat menurun dengan obat ini. Jika dibandingkan dengan obat penurun kadar kolesterol. Atorvastatin mempunyai kelebihan sebab selain dapat menurunkan LDL, juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta trigliserida. Obat atorvastatin dapat ditemukan di apotek dalam bentuk sediaan tablet dengan dosis 10 mg, 20 mg, dan 40 mg.

Informasi Obat Atorvastatin

Atorvastatin berperan dalam pengobatan penyakit kolesterol tinggi. Kolesterol merupakan lemak yang diproduksi oleh tubuh sebagai cadangan untuk energi. Dalam kondisi kadar kolesterol khususnya kolesterol jahat (LDL) akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh karena mengalami penimbunan sehingga menyebabkan penyakit hiperlipidemia.

Indikasi Obat Atorvastatin

Atorvastatin diindikasikan untuk penyakit kolesterol dengan kerja menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi (hiperlipidemia) yang dikombinasi dengan diet pola hidup sehat. Obat ini golongan statin termasuk obat ini juga digunakan untuk pencegahan penyakit sindrom koroner akut, stroke, infark miokard, dan pasien dengan riwayat angina, termasuk pasien dengan penyakit diabetes baik tipe 1 dan 2 serta penyakit hipertensi.

Peringatan sebelum menggunakan atorvastatin

  • Pasien dengan riwayat alergi atau hipersensitif dengan obat ini atau golongannya sebaiknya jangan digunakan
  • Pasien dengan riwata stroke pendarahan di otak, hipotiroidisme, gangguan ginjal, dan gangguan hati
  • Hindari penggunaan pada ibu hamil karena berpotensi buruk pada janin.
  • Pasien dengan rencana hamil sebaiknya tidak menggunakan obat ini. Sebaiknya gunakan kontrasepsi untuk mencegah pembuahan. Upayakan untuk mengganti obat yang lebih aman atau menghentikan obat ini berberapa bulan sebelum perencanaan kehamilan.
  • Wanita yang sedang dalam masa laktasi/menyusui sebaiknya menghindari penggunaan obat ini.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati tidak disarankan menggunakan obat ini
  • Hindari makanan dan minuman beralkohol
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala
  • Selalu gunakan dosis yang dianjurkan dan hindari penggunaan secara berlebihan karena berefek pada fungsi hati.
  • Hindari berkendara setelah meminum obat ini karena dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala

Efek samping atorvastatin yang mungkin timbul

Pada saat menggunakan obat ini, kemungkinan efek samping dapat terjadi. Sebaiknya perhatikan gejala berikut setelah minum atorvastatin

  • sakit kepala
  • gangguan pencernaan
  • penipisan rambut.
  • Sedikit meningkatkan kadar gula darah namun resiko ini relatif kecil.
  • Meningkatkan resiko cedera otot
  • kerusakan hati
  • mempengaruhi daya ingat
  • Ruam dan gatal

Apabila gejala diatas muncul dan memperburuk kondisi akibat penggunaan atorvastatin, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter dan apoteker.

Dosis Atorvastatin

  • Dosis awal atorvastatin10 mg per hari dan disesuaikan selama minimal empat minggu atau lebih. Dosis maksimal 80 mg per hari.

Aturan penggunaan atorvastatin

Ketika menggunakan obat ini, sebaiknya perhatikan aturan penggunaan untuk memaksimalkan kerja obat terhadap penyakit yang diderita.

  • Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan
  • Gunakan obat dimalam hari sebelum tidur.
  • Dapat diminum sebelum atau sesudah makan
  • Kombinasikan dengan pola hidup sehat selama mengonsumsi obat ini
  • Hindari makanan dan minuman beralkohol
  • Jangan berkendara setelah minum obat ini
  • Jangan sembarangan konsumsi jus setelah minum atorvastatin
  • Jika lupa meminum atorvastatin, segera untuk mongonsumsinya.
  • Jangan meminum 2 tablet sekaligus jika lupa dihari sebelumnya
  • Bacalah petunjuk penggunaan pada kemasan, dan tanyakan kepada apoteker seputar obat yang anda gunakan.

Obat yang berinteraksi dengan atorvastatin

Interaksi obat atorvastatin dapat terjadi dengan beberapa jenis obat, olehkarena itu sebaiknya hindari penggunaan atorvastatin dengan obat berikut: itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, erythromycin, clarithromycin, fluconazole, siklosporin, verapamil, diltiazem colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, sakuinavir , ritonavir, atau calcium channel blockers, antikoagulan, vitamin D, dan beberapa jenis jus.

Peran apoteker dalam pengobatan penyakit

Setiap penggunaan obat dalam suatu penyakit di rumah sakit, puskesmas, dan pengobatan dirumah, apoteker berperan penting dalam penggunaan obat secara tepat dan aman. peran tersebut meliputi:

  1. pengumpulan infomasi seputar data pribadi dan obat-obat yang digunakan, serta kondisi riwayat penyakit pasien
  2. menetukan masalah penyakit yang tidak mendapatkan pengobatan, dan obat tanpa indikasi ke pasien.
  3. Bentuk sediaan jadwal minum, obat yang belebihan, kondisi alergi, dan risiko akibat penggunaan obat secara bersamaan.
  4. Menentukan tujuan spesifik dari penggunaan obat dan mencegah masalah terkait obat selama proses selama proses pengobatan.
  5. Melakukan monitoring kondisi pasien selama pengobatan, khususnya organ yang berpotensi mengalami kerusakan akibat penggunaan obat.
  6. Monitoring kepatuhan pasien dan memberikan konseling terkait penggunaan obat dan masalah lain terkait obat.
  7. dan memberikan edukasi seputar penyakit dan obat kepada pasien dan keluarganya

Baca lebih lanjut:

Apotekeranda.com hadir ditengah perkembangan teknologi untuk menyediakan informasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat beserta tips-tips yang mencakup kehamilan dan menyusui, kesehatan pria dan wanita, serba-serbi perkuliahan farmasi dan apoteker, dan informasi peraturan kefarmasian terupdate.
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here