Aturan Terbaru Apoteker Mengganti Obat Resep Dokter

Aturan Terbaru Apoteker Mengganti Obat Resep Dokter

Aturan Terbaru Permenkes No. 9 tahun 2017 tentang apotek yang menjelaskan prosedur apoteker dalam mengganti obat resep dokter. Dalam meningkatkan kualits pelayanan kefarmasian di apotek, pelayanan harus memberikan perlindungan pasien dan masyarakat serta menjamin kepastian hukum bagi tenaga apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Sehingga dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, aturan terdahulu terkait standar pelayanan kefarmasian di apotek.. Aturan terbaru yang digunakan saat ini yaitu permenkes Nomor 9 tahun 2017 tentang apotek (update artikel agustus 2017).

Salahsatu pelayanan utama apoteker di apotek terdaftar yaitu pelayanan resep dokter. Aktivitas tersebut meliputi skrining resep, peracikan obat, penyediaan obat, dan penyerahan obat ke pasien pemilik resep. Disamping itu, Konsultasi Edukasi dan Informasi menjadi bagian dari tugas utama apoteker di apotek.

Menjalankan tugas kefarmasian diapotek tentu tidak luput dari kondisi yang kompleks. Satu dari banyaknya kondisi tersebut yaitu ketersediaan obat berdasarkan isi resep pasien di apotek. Terkadang obat yang diresepkan dokter ke pasien tidak tersedia di apotek.

Dalam kondisi yang sama, pasien membutuhkan terapi obat segera untuk pengobatan penyakit yang dideritanya. Beberapa obat merek tertentu (khususnya merek dagang) tidak tersedia di banyak fasilitas kefarmasian seperti apotik. Seorang apoteker sebagai decision maker harus mengambil keputusan dengan tepat dan cepat dengan prioritas pelayanan kepada pasien.

Aturan Terbaru apoteker bisa mengganti obat resep

Bab IV tentang Penyelenggaraan Kegiatan Kefarmasian di potek pada permenkes No. 9 tahun 2017, pasal 19 berbunyi:

Setiap Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional, standar pelayanan, etika profesi, menghormati hak pasien dan mengutamakan kepentingan pasien.

Mengacu pada aturan tersebut, maka setiap langkah yang diambil oleh apoteker di apotek harus berdasarkan prosedur operasional dan standar pelayanan terbaru dengan mengutamakan kepentingan pasien.

Masih dalam BAB IV pasal 21 berbunyi:

  1. Apoteker wajib melayani Resep sesuai dengan tanggung jawab dan keahlian profesinya yang dilandasi pada kepentingan masyarakat.
  2. Dalam hal obat yang diresepkan terdapat obat merek dagang, maka Apoteker dapat mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama komponen
    aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan/atau pasien.
  3. Dalam hal obat yang diresepkan tidak tersedia di Apotek atau pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis di dalam Resep, Apoteker dapat mengganti obat setelah berkonsultasi dengan dokter penulis Resep untuk pemilihan obat lain.
  4. Apabila Apoteker menganggap penulisan Resep terdapat kekeliruan atau tidak tepat, Apoteker harus memberitahukan kepada dokter penulis Resep.
  5. Apabila dokter penulis Resep sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tetap pada pendiriannya, maka Apoteker tetap memberikan pelayanan sesuai dengan Resep dengan memberikan catatan dalam Resep bahwa dokter sesuai dengan pendiriannya.

Ketika kondisi pelayanan obat resep mengarah ke tidak tersedianya obat tertentu diapotek, permenkes terbaru ini menghimbau agar setiap apoteker di apotek untuk mengganti obat dalam resep dokter yang tidak tersedia di apotek. Namun penggantian tersebut tidak serta-merta dilakukan begitu saja tanpa pertimbangan. Syarat mengganti obat resep yang tidak tersedia yaitu:

  1. Obat Resep dengan Merek dagang
  2. Obat poin 1 diganti dengan obat generik yang mempunyai komponen/zat aktif yang sama termasuk dosisnya.
  3. Atau obat poin 1 diganti dengan merek dagang yang lain dengan komponen yang sama
  4. Penggantian obat harus mendapat persetujuan oleh dokter dan/ATAU pasien.
  5. poin nomor 4 yang bertuliskan “dan/atau” artinya apoteker hendaknya mendapatkan persetujuan baik dari dokter dan pasien. Atau minimal mendapat persetujuan salahsatunya yaitu dari dokter atau pasien.

Pada kondisi seperti diatas, mendapatkan persetujuan salah satu dari mereka sudah sah secara hukum sebab ini diatur dalam PERMENKES No. 9 tahun 2017 pasal 21 ayat 2.

Aturan terbaru apoteker harus mendapat persetujuan mengganti obat dari dokter

Kondisi yang mewajibkan seorang apoteker harus mendapatkan persetujuan penggantian obat oleh dokter adalah:

Ketika dalam hal obat yang diresepkan tidak tersedia di apotek atau pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis dalam resep. Sehingga apoteker harus mengganti obat resep tersebut setelah konsultasi dengan dokter penulis obat untuk memilih obat jenis lain. Peraturan ini secara sah diatur dalam permenkes 9 2017 pasal 21 ayat 3.

Pelayanan berbasis Patient Oriented

Lebih lanjut, Apoteker yang berpraktek serta Dokter sebagai penulis resep hendaknya mampu bekerjasama dengan baik dalam hal penulisan dan pembacaan resep. Tujuan utama adalah prioritas pelayanan kepada pasien berbasis patient oriented, sehingga Dokter HARUS menulis resep dengan JELAS untuk menghindari kesalahan dalam pembacaan dan pelayanan resep.

didalam ayat pasal 21 ayat 4 di permenkes ini mengatur jika apoteker menganggap penulisan resep terdapat kekeliruan atau tidak tepat, apoteker harus memberitahukan kepada dokter penulis resep. Namun jika doktek penulis resep yang dimaksud ayat 4 tetap pada pendiriannya, maka apoteker tetap memberikan pelayanan sesuai dengan resep dengan memberikan caratan dalam resep bahwa dokter sesuai dengan pendiriannya.

Dengan adanya aturan terbaru dalam pelayanan kefarmasian di apotek, hendaknya setiap apoteker dapat mengetahui prosedur ini untuk dapat memberikan pelayanan optimal kepada pasien agar tujuan pengobatan dapat tercapai.

Catatan: artikel ini tidak lagi berlaku apabila terdapat revisi terbaru dari Permenkes No. 9 Tahun 2017.

Acuan Artikel: Permenkes No. 9 Tahun 2017

Ditulis oleh: Samir, S.Farm., Apt (Anggota IAI Cabang Kota Makassar)

Anda seorang Apoteker dan Punya artikel untuk dipublikasikan di website apotekeranda.com? Silahkan buka: Apoteker Jadi Penulis

Baca Lebih lanjut:

Tinggalkan komentar